- Presiden: 200 Helikopter Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Terutama Penanganan Bencana
- Banjir dan Longsor di Sumatera: 12 Komunitas Masyarakat Adat di Tano Batak Terisolir
- Gakkum Kehutanan: Ada Indikasi Kerusakan di Hulu DAS yang Perparah Bencana di Hilir
- Pakar Hukum Ini Ingatkan Praktik Kejahatan Berlindung Dibalik Bencana
- Datang Lagi ke Aceh, Presiden Pastikan Pasokan Pangan dan Hapus Utang KUR Korban Terdampak Bencana
- Journalist Club Dorong Pemerintah Tetapkan Banjir Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional
- Pandutani Bentuk Satgas Bantu Rehabilitasi Kehidupan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
- Sapa Anak-anak dan Dengarkan Keluhan Warga, Presiden Prabowo Tinjau Posko Pengungsian Banjir di Aceh
- Indonesia Ekspor 10 Kontainer Udang Bebas Cesium 137 ke AS
- Mentan Amran Kirim Logistik Bantuan Bencana Satu Kapal Penuh ke Sumatera
Dwi Pambudo dan Galih Pradipta Nahkodai Pewarta Foto Indonesia

JAKARTA - Kongres VIII Pewarta Foto Indonesia (PFI) resmi menetapkan Dwi Pambudo dan Galih Pradipta sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PFI Pusat periode 2025–2028. Keputusan itu dihasilkan melalui musyawarah mufakat dalam sidang yang berlangsung di Hotel Sofyan, Jakarta, pada Selasa (22/11).
Kongres VIII PFI yang dihadiri perwakilan dari 20 PFI Kota tersebut, berjalan dinamis dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan. Setelah melalui proses diskusi organisasi, seluruh peserta sepakat memilih pasangan Dwi Pambudo dan Galih Pradipta untuk memimpin PFI Pusat selama tiga tahun ke depan.
Dwi Pambudo, yang akrab disapa Dido, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab bersama demi kemajuan fotojurnalistik Indonesia.
“Alhamdulillah Wasyukurillah. Kami mohon doa dan dukungan seluruh pengurus dan anggota PFI Kota, serta para senior fotojurnalistik. Terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan, akan kami jaga sebaik mungkin,” ujarnya.
Dido juga berharap, kolaborasi antara PFI Pusat dan PFI Kota semakin solid. Ia menilai bahwa kekuatan organisasi terletak pada sinergi antarfotografer, baik yang bekerja di lapangan maupun yang membangun struktur organisasi. Sinergi itu diyakini akan mendorong kualitas fotojurnalistik nasional semakin maju.
Selain pemilihan ketua umum dan sekretaris jenderal, Kongres VIII PFI juga menetapkan Majelis Etik yang terdiri dari delapan nama. Mereka ialah Hendra Eka sebagai ketua, Akbar Nugroho sebagai sekretaris, serta Reno Esnir, Mast Irham, Hermanus Prihatna, Gino F Hadi, Oscar Motuloh, dan Danu Kusworo sebagai anggota. Semua anggota Majelis Etik dipilih langsung oleh 20 PFI Kota peserta kongres.
Penetapan Majelis Etik ini menjadi salah satu keputusan penting dalam kongres, mengingat peran strategisnya dalam menjaga marwah profesi dan standar etika dalam fotojurnalistik. Majelis Etik bertugas memastikan seluruh anggota PFI mematuhi nilai-nilai profesionalisme dalam setiap karya dan aktivitas liputan.
Kongres yang berakhir sekitar pukul 17.00 WIB itu juga menerima laporan pertanggungjawaban serta laporan keuangan pengurus PFI Pusat periode 2022–2025. Setelah melalui pembahasan, peserta kongres menyetujui laporan tersebut dan sekaligus menetapkan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terbaru sebagai landasan organisasi ke depan.
PFI Pusat turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres, PFI Kota, Majelis Etik, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan agenda besar tiga tahunan ini. Seluruh pihak dinilai telah berperan penting dalam menciptakan suasana yang produktif dan kondusif selama jalannya kongres.
Tak lupa, PFI Pusat juga mengucapkan terima kasih kepada mitra-mitra yang telah mendukung penuh terselenggaranya Kongres VIII, yakni Blue Bird dan Telkomsel. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. (a razy aditya)
.jpg)

.jpg)
6.jpg)
.jpg)
1.jpg)

.png)
.jpg)

.jpg)

