- Baterai Ponsel Cepat Habis Padahal Nggak Dipakai? Ini 5 Biang Keroknya yang Bikin Kamu Kaget
- Jangan Kaget! Villa Hantu di Lombok Ini Justru Bikin Kamu Ketagihan, Ini Lho Alasannya
- 5 Aspirasi Gen Z Singkawang Ini Ngena Banget yang Bikin Menko AHY Kagum, Apa Saja Sih?
- Dari Penjual Es Lilin hingga General Manager, 5 Rahasia Sukses Kepemimpinan Anak Papua
- Selat Hormuz Mencekam, RI Terancam, Kok Bisa? Alarm Keras untuk Transisi Energi Nasional
- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
Dwi Pambudo dan Galih Pradipta Nahkodai Pewarta Foto Indonesia

JAKARTA - Kongres VIII Pewarta Foto Indonesia (PFI) resmi menetapkan Dwi Pambudo dan Galih Pradipta sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PFI Pusat periode 2025–2028. Keputusan itu dihasilkan melalui musyawarah mufakat dalam sidang yang berlangsung di Hotel Sofyan, Jakarta, pada Selasa (22/11).
Kongres VIII PFI yang dihadiri perwakilan dari 20 PFI Kota tersebut, berjalan dinamis dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan. Setelah melalui proses diskusi organisasi, seluruh peserta sepakat memilih pasangan Dwi Pambudo dan Galih Pradipta untuk memimpin PFI Pusat selama tiga tahun ke depan.
Dwi Pambudo, yang akrab disapa Dido, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab bersama demi kemajuan fotojurnalistik Indonesia.
“Alhamdulillah Wasyukurillah. Kami mohon doa dan dukungan seluruh pengurus dan anggota PFI Kota, serta para senior fotojurnalistik. Terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan, akan kami jaga sebaik mungkin,” ujarnya.
Dido juga berharap, kolaborasi antara PFI Pusat dan PFI Kota semakin solid. Ia menilai bahwa kekuatan organisasi terletak pada sinergi antarfotografer, baik yang bekerja di lapangan maupun yang membangun struktur organisasi. Sinergi itu diyakini akan mendorong kualitas fotojurnalistik nasional semakin maju.
Selain pemilihan ketua umum dan sekretaris jenderal, Kongres VIII PFI juga menetapkan Majelis Etik yang terdiri dari delapan nama. Mereka ialah Hendra Eka sebagai ketua, Akbar Nugroho sebagai sekretaris, serta Reno Esnir, Mast Irham, Hermanus Prihatna, Gino F Hadi, Oscar Motuloh, dan Danu Kusworo sebagai anggota. Semua anggota Majelis Etik dipilih langsung oleh 20 PFI Kota peserta kongres.
Penetapan Majelis Etik ini menjadi salah satu keputusan penting dalam kongres, mengingat peran strategisnya dalam menjaga marwah profesi dan standar etika dalam fotojurnalistik. Majelis Etik bertugas memastikan seluruh anggota PFI mematuhi nilai-nilai profesionalisme dalam setiap karya dan aktivitas liputan.
Kongres yang berakhir sekitar pukul 17.00 WIB itu juga menerima laporan pertanggungjawaban serta laporan keuangan pengurus PFI Pusat periode 2022–2025. Setelah melalui pembahasan, peserta kongres menyetujui laporan tersebut dan sekaligus menetapkan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terbaru sebagai landasan organisasi ke depan.
PFI Pusat turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres, PFI Kota, Majelis Etik, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan agenda besar tiga tahunan ini. Seluruh pihak dinilai telah berperan penting dalam menciptakan suasana yang produktif dan kondusif selama jalannya kongres.
Tak lupa, PFI Pusat juga mengucapkan terima kasih kepada mitra-mitra yang telah mendukung penuh terselenggaranya Kongres VIII, yakni Blue Bird dan Telkomsel. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. (a razy aditya)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

