Berbagai Macam Jenis Binatang Buas dan Tips Mengatasi Hewan Berbisa

Monday, March 7th, 2016 - Tips & Trik

Hutan adalah rumah berbagai macam mahluk liar dan buas, diantara mereka ada yang berbisa seperti : ular, kalajengking, dan lipan. Jika ditempat yang lembab dan basah ada lintah, dan pacet. ciri-ciri ular berbisa biasanya kepalanya berbentuk huruf “V”( seperti kepala belalang sembah), ular yang tidak berbisa kepalanya seperti huruf “U”, contoh : ular phyton/sapi/sanca/sawa (jenis boa), dan ular picis. Tetapi hati-hati ular jenis boa (ular besar) seperti ular sawa memiliki tenaga belitan yang sangat kuat sanggup meremukan tulang belikat, dan tulang pinggang mangsanya. Binatang buas memiliki ciri khas yang unik dan perlu diwaspadai jika menemuinya, untuk mengenal lebih dekat bagaimana jenis binatang buas disini saya akan coba mencantumkan beberapa gambarnya, sekaligis tips mengatasi berbagai serangan yang dilakukan oleh binatang buas.

  • Mengatasi gigitan ular berbisa

binatang buas

segalaunik.blogspot.com

Ada satu pertanyaan, mengapa ular tidak mati oleh racunnya sendiri ? jawabannya karena ular tadi punya zat penawarnya yang ada di : otak, sum-sum, dan empedu. Resep kuno sejak zaman dahulu kala, orang yang mengadakan pertunjukan kebal terhadap gigitan ular kobra, maka orang tsb sebelumnya telah memakan salah satu dari : otak, sum-sum, dan empedu, atau ketiganya dari ular kobra sejenis.Tetapi hati-hati karena kantung bisa juga ada dikepala ular, maka empedu menurut saya lebih aman, karena tak harus diminum, tapi cukup cairan empedu tsb ditempelkan dimana terdapat luka gigitan ular tadi, maka bisanya akan tawar. Untuk itu bila digigit ular berbisa sebisa mungkin ular tadi ditangkap dan diambil empedunya.  Sebagai catatan Penawar tadi hanya untuk ular sejenis,jika lain jenis maka tidak berfungsi.

Jika tidak tahu ular dari jenis apa yang menggigit, maka gunakan metode standar PPK, yaitu ; luka bekas gigitan tadi dirobek sedikit dengan pisau / silet tanpa karat, lalu urut dan tekan agar darah mengalir lancar keluar, guna membuang darah yang mengandung bisa, ikat kuat ± 1 jengkal dibagian atas gigitan tadi untuk menghambat  aliran darah yang mengandung bisa menyebar cepat ke jantung, segera larikan ke RS terdekat untuk diberikan antidot.

  • Mengatasi belitan ular jenis Boa

binatang buas ular

www.amazine.co

Semua jenis ular boa (ular besar) seperti Sawa, anaconda dsb tidak berbisa, tapi mereka memilki tenaga belitan yang mematikan. Semua jenis ular berburu dengan deteksi bau melalui lidah yang bercabang, dan deteksi panas tubuh dengan sensor infra merah alami, itulah sebabnya ular mahir berburu ditempat yang gelap. Kulit ular juga sensitive dengan getaran.

Dengan ukuran minimal sebesar lengan orang dewasa mereka sudah sangat berbahaya, makin besar makin kuat, dan berbahaya. Sebenarnya hampir mustahil mengatasi belitan ular boa jika ukuran, dan bobot mereka terlalu besar. Jika hanya sebesar lengan sampai betis, maka masih ada harapan asal tidak panik. Yaitu dengan menarik nafas untuk menggelembungkan badan, dan tahanlah nafas selama mungkin. Sifat ular akan mengunci sesuai besaran tubuh mangsa, dan tetap jika mengira mangsanya telah mati. Selepas itu perlahan buang nafas agar tubuh kita kembali ke ukuran normal, disitulah kita punya celah untuk bernafas artinya kita punya peluang hidup. Lalu peganglah leher ular tsb, dan lepaskan belitannya, karena sebagaimana reptile ular cepat lelah.

Konon ular mana saja jika digigit ujung ekornya kekuatannya akan sirna, ya boleh coba…Ular jenis sawa akan melepaskan gigitannya jika kena air, atau dibawa keair, jika memungkinkan. Tentu cara air tidak berlaku untuk ular boa jenis anaconda, karena anaconda adalah ular boa air.

Ular sawa jenis Ripung / ular kendang (Jawa) oray kadut (Sunda) juga memilki belitan yang kuat meski pendek (± 1m), dan besarnya bisa sebesar betis. Ular jenis ini paling banyak diburu untuk dimakan karena dagingnya lembut, dan lezat seperti ayam ( Muslim tidak dianjurkan ), serta mudah ditangkap dengan cara diangkat ekornya, maka ia tidak berdaya, karena ekornya kecil, dan badanya besar pendek seperti kendang / pipa.

  • Mengtasi Jika disengat tawon atau lebah

binatang buas lebah

nationalgeographic.co.id

madu adalah penawarnya, jika tidak ada madu, maka bunga apa saja bisa menjadi penawarnya, meskipun hanya bersifat meringankan. Sengatan tawon/lebah tidak mematikan, kecuali dalam jumlah yang sangat banyak. Sungguhpun begitu tidak bisa diremehkan efek sakit, dan panas yang kuat menyebabkan bengkak didaerah sengatan.

Lebah adalah serangga sosial penghasil madu, tapi ada kalanya oleh sebab tertentu misalnya merasa terancam, atau terusik sarangnya, lebah menjadi liar dan ganas, tak segan menyerang dan mengejar siapapun termasuk manusia. Bahkan jika buruannya masuk ke air tidak serta merta mereka menyerah, mereka akan menunggu dipermukaan air sampai buruannya muncul, jika ini terjadi apa yang harus dilakukan ? ya, anda tetap tidak boleh panik, jika dikejar lebah, saat anda berlari  tidak perlu nyemplung ke air, bisa fatal. Gunakan tehnik pengalihan dengan cara melempar topi, atau baju yang mengandung bau tubuh anda, sebisa mungkin tenangkan rasa tegang anda karena adrenalin yang meningkat dalam darah anda akibat cemas dan tegang dideteksi mereka sebagai sinyal tantangan.diharapkan dengan tehnik ini mereka beralih fokus. Tehnik ini bisa juga digunakan untuk binatang buas lain, jika mereka mengejar anda.

Advertisement
  • Mengatasi Jika disengat kalajengking, dan digigit lipan

binatang buas kalajengking

techno.okezone.com

Sengatan kala, dan gigitan lipan bisa membuat anda demam tak bisa tidur karena rasa nyeri dan kram yang kuat. Tetapi beruntung dinegara kita tidak punya jenis kala yang mematikan, yaitu jenis kala ekor merah seperti di India, Australia , dan Amazon (AS).

Jenis kala yang punya bisa kuat adalah jika mereka tidak punya capit  besar dan kuat. Kala yang punya capit besar dan kuat, maka lemah dibisa. Kala yang suka berdiam dicelah kulit kayu yang mati,bebatuan, atau tumpukan batu bata, atau kayu adalah jenis yang berbisa kuat.

Kata orang tua dulu, jika disengat kala maka obatnya kala tsb dibakar dan dimakan, atau abunya dicampur dengan minyak kelapa, dan dioleskan. Mungkin saja karena seperti teori ular berbisa, berlaku juga buat hewan lainnya. Mereka masing-masing punya zat penawar atas bisanya ditubuhnya sendiri. Di Thailand dan China kalajengking menjadi hidangan lezat yang diyakini dapat meningkatkan stamina, perlu dicoba ! berani?.

  • Mengatasi Jika digigit lintah dan pacet

binatang buas pacat

hardianimalscience.wordpress.com

Apa beda lintah dan pacet? Kedua hewan lunak penghisap darah tsb memang nyaris sama persis, hanya bedanya lintah suka berenang diair seperti jentik-jentik nyamuk, sedangkan pacet senang berjalan membungkuk didedaunan dekat air. Orang tua dulu jika digigit lintah, agar gigitannya lepas, maka lintah tsb diludahi dengan dubang (jw.air ludah orang yang makan sirih) tak lama kemudian lintah tsb akan melepaskan gigitannya, dan pergi sebelum kenyang. Tapi anak masa kini mustahil makan sirih, bukan zamannya lagi, jadi sebagai gantinya pakai pasta gigi/ odol herbal daun sirih. Jadi pastikan pasta gigi yang dibeli ketika akan masuk hutan adalah jenis tadi.

Gigitan lintah dan pacet tidak berbisa, juga tidak terasa apa-apa. Hal ini karena lintah sambil menggigit mengeluarkan dua jenis cairan yaitu; cairan bius alami, dan cairan anti koagulan (zat anti beku) untuk mencegah darah membeku sehingga mudah dihisap. Konon lintah hanya menghisap darah kotor saja, sehingga gigitan lintah justru menyehatkan tubuh.

Dewasa ini therapy gigitan lintah marak di kota-kota besar : Istanbul, Jakarta dll. Untuk mengobati strok, darah kotor, sering pusing, dsb. Cairan anti beku dari gigitan lintah diyakini dapat membantu mencairkan darah yang kental karena kolestrol tinggi terutama bagi penderita tekanan darah tinggi, sehingga darah dapat mengalir lancar kembali dan kerja jantung menjadi ringan. Mereka di Istanbul menyebutnya Therapy dr.leach (Somewhere street NHK/world/tv).

 

  • Jika bertemu binatang buas

binatang buas harimau

www.triptrus.com

Pada dasarnya semua binatang buas apapun tidak suka bertemu dengan manusia. Bau badan manusia yang unik seperti sinyal agar mereka menjauh, dan tidak menyukainya. Kasus serangan hewan buas pada manusia biasanya karena faktor membela diri akibat merasa terancam, atau naluri keibuan induk yang sedang melindungi anaknya. Tak satupun hewan buas didunia yang menjadikan manusia adalah makanan utama, kecuali dalam keadaan yang sangat ekstrim.Namun dihutan peluang bertemu hewan buas dan langka sangat besar, juga peluang terjadi serangan binatang buas juga besar,karena hutan adalah habitat asli mereka.Untuk itu penting untuk dicamkan sbb ;

Jika kita secara tak sengaja bertemu dengan mereka seperti harimau, atau beruang, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah diam sebentar sembari atur nafas agar tidak tersengal-sengal, dan tetap tenang agar adrenalin anda tetap stabil, meningkatnya kadar adrenalin dalam darah anda akibat rasa takut dideteksi mereka sebagai tantangan, sebisa mungkin jangan terkejut karena gerakan terkejut kita bisa memancing sifat agresif hewan tsb, karena salah arti sebagai sebuah serangan, dan jangan menatap matanya, karena jika menatap matanya bisa diartikan juga sebagai tantangan.

Di Negara-negara Eropa seperti Rusia yang terkenal dengan Beruangnya orang yang akan  berwisata ke Hutan, atau Taman Nasional, dianjurkan membawa semprotan lada untuk antisipasi jika ada serangan beruang. Semprotan lada yang mengenai hidung beruang membuat mereka hilang fokus, dan terbatuk-batuk dengan kuat, sehingga menciutkan nyalinya, dan  membatalkan serangan, serayaberbalik menjauhlari masuk hutan. Daya cium beruang lebih kuat dari daya cium anjing. Aroma kuat dari semprotan lada ibarat manusia mencium bau flatus Segung.

Ada juga cara pencegahan agar tidak terjadi pertemuan dengan cara memasang bel kecil (Jw.krincingan) disepatu, disaat jalan bel secara otomatis akan berbunyi “cring-cring”. Daya dengar beruang yang kuat dapat mendengar dari jauh suara itu, dan  membuat mereka lari menghindar, sehingga tidak terjadi kontak dengan pengunjung Taman.

Saya tidak bisa memastikan apakah cara ini bisa untuk bangsa kucing besar. Tetapi hutan Kalimantan tidak terkenal ada Harimaunya, tapi beruang, dan ular sawa yang kian langka. Ada jenis kucing batu wujudnya persis macan tutul (mungkin ini adalah macan tutul borneo),bobotnya dikisaran 20an kg dalam bahasa Dayak Kanayatn disebut Kasui, jenis inipun sudah sangat langka, dan diambang kepunahan.

 

Advertisement
Berbagai Macam Jenis Binatang Buas dan Tips Mengatasi Hewan Berbisa | porosbumi | 4.5