Logo Porosbumi
26 Mar 2026,
26 March 2026
LIVE TV

Indonesia Penyelenggara Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026

PorosBumi 26 Mar 2026, 10:19:45 WIB
Indonesia Penyelenggara Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), secara resmi bergabung sebagai salah satu penyelenggara Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Kemitraan ini mengubah Kongres yang berbasis di Jakarta dari pertemuan puncak ide menjadi pusat pengambilan keputusan global.

Dengan Pemerintah Indonesia sebagai pusatnya bersama Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO), acara tahun 2026 akan berfungsi sebagai platform utama tempat kebijakan nasional bertemu dengan inovasi global untuk mendorong babak selanjutnya dari SDGs.

“Indonesia memimpin upaya regional menuju masa depan yang tangguh, kami bangga menjadi tuan rumah platform yang mencerminkan kompleksitas sebenarnya dari SDGs. Keberlanjutan tidak dapat dicapai oleh satu sektor saja, hal itu membutuhkan front persatuan dari para pembuat kebijakan, CEO global, peneliti akademis, dan LSM,” kata Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Republik Indonesia.

“Dengan menyelenggarakan koalisi yang kuat ini di Jakarta, kami menjembatani kesenjangan antara niat strategis dan implementasi di dunia nyata. Kemitraan ini memastikan bahwa solusi yang dihasilkan di sini memiliki bobot politik, dukungan finansial, dan kepercayaan di tingkat masyarakat yang diperlukan untuk mengubah tujuan global menjadi realitas lokal,” sambung Rachmat Pambudy.

Yemi Adeshiyan, Direktur Pelaksana GSDC, mengatakan, kemitraan Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah bersama merupakan katalis bagi kawasan ini. “Dengan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat Kongres dan bekerja langsung dengan mekanisme perencanaan nasional, kami memastikan bahwa solusi yang dirumuskan di Jakarta memiliki bobot politik dan strategis untuk memengaruhi Agenda 2030 global. Kemitraan ini menjembatani kesenjangan antara keahlian akademis global dan implementasi nyata di tingkat negara."

Menjembatani Kebijakan dan Keuntungan

Salah satu ciri khas program 2026 adalah peluncuran KTT Bisnis Berkelanjutan Asia-Pasifik perdana. Diselenggarakan bersamaan dengan Kongres utama, forum tingkat tinggi ini membahas prioritas yang membentuk bisnis berkelanjutan di seluruh kawasan Asia-Pasifik, mulai dari transisi energi dan keuangan hingga rantai pasokan, ekonomi sirkular, infrastruktur digital, dan kemampuan tenaga kerja.

Perusahaan yang berpartisipasi meliputi; Coca-Cola, TikTok, dan IBM, bersama dengan Bank Investasi Eropa, Danantara Indonesia, dan UN Global Compact. Kongres ini juga akan menghadirkan sejumlah pengambil keputusan, termasuk Menteri Pendidikan regional dan Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah, pendiri dan ketua Sunway Group, yang komitmen filantropisnya terhadap pendidikan berkualitas merupakan landasan gerakan SDG regional.

Dalam sambutannya, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah mengatakan, pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan adalah dua pilar utama masa depan yang tangguh. “GSDC menyediakan penghubung penting di mana akademisi, pemerintah, dan sektor swasta bergerak melampaui ambisi menuju tindakan yang terukur. Merupakan suatu kehormatan bagi saya dan Universitas Sunway untuk berkontribusi pada gerakan ini seiring kami memberdayakan generasi mendatang.”

Mulai 22–25 Juni 2026, Kongres utama dan KTT Bisnis Berkelanjutan Asia-Pasifik akan mempertemukan 5.000 pemimpin untuk membahas enam pilar transformatif; Kota dan Komunitas, Pendidikan, Gender dan Ketidaksetaraan, Lingkungan, Ekonomi Sirkuler dan Material, Dekarbonisasi dan Energi, Rantai Pasokan dan Sumber Daya.

Acara ini juga akan menampilkan pengungkapan global langsung dari Impact Ratings 2026 milik THE, kerangka kerja utama dunia untuk mengukur kontribusi universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```