- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
Kaltara akan dijadikan sentra produsen pangan

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengundang investor berinvetasi ke Kalimantan Utara (Kaltara). Daerah ini akan dikembangkan menjadi kawasan pangan untuk tambahan produksi padi dan jagung.
Kemtan optimistis dapat mengembangkan kawasan ini memproduksi jagung sebesar 66.364 ton dan jagung 1,01 juta ton. Menurut hitungan Kemtan, untuk menjadikan Kaltara sebagai pusat produksi pangan dibutuhkan investasi sebesar Rp 1,38 triliun. Namun pemerintah tidak sanggup bila menanggung semua investasi sebesar itu.
Sejauh ini, pemerintah baru bisa berkontribusi sektiar Rp 578,3 miliar atau 42% dari total investasi yang dibutuhkan. Itu sebabnya pemerintah mengudang agar swasta memenuhi kebutuhan sisanya yang 58% lagi atau sebesar Rp 799 miliar.
Baca Lainnya :
- Kemtan stop impor bebek dari Malaysia0
- Kemtan buka peluang impor kerbau bakalan Australia0
- Kini, Para Pebisnis Domestik Makin 0
- Melirik Aren jadi Sumber Energi Terbarukan0
- Kemendesa Gandeng Australia Tingkatkan Kapasitas Pimpinan Desa0
Menurut Ketua Tim Upsus Percepatan Investasi Industri Gula, Peternakan Sapi, dan Jagung Kemtan Syukur Iwantoro, pemerintah berencana membangun infrastrutur di daerah ini untuk mengatasi ketertinggalan daerah ini dari segi infrastruktur. Kemudian pemerintah menyiapkan subsidi pupuk, bibit, irigasi berupa dam, parit, embung, long storage, pompa air, sumur dangkal dan peralatan mesin pertanian.
Sementara swasta dapat membangun food estate seperti padi, jagung dan sawit terintegrasi sawit. "Bila invesasi Rp 1,3 triliun dapat terpenuhi, maka akan membuka lowongan pekerjaan sebesar 1,1 juta tenaga kerja," ujar Syukur akhir pekan lalu.
sumber : industri.kontan.co.id
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

