Awal Ramadan 1447 H, Memahami Perbedaan dalam Kebersamaan
Penetapan awal Ramadan 1447 H dari pemerintah berbeda dengan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari

By Yani Andriyansyah 18 Feb 2026, 09:06:23 WIB Info Grafis
Awal Ramadan 1447 H, Memahami Perbedaan dalam Kebersamaan

Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diumumkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, usai Sidang Isbat penentuan awal Ramadan. 


Seperti tahun-tahun sebelumnya, penentuan awal Ramadan dilakukan dengan memadukan dua pendekatan, hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal). Tahun ini, hasilnya jelas. Secara hitungan, posisi hilal belum memenuhi kriteria yang digunakan Indonesia bersama negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam kriteria tersebut, hilal baru dianggap mungkin terlihat jika tingginya minimal 3 derajat dan elongasinya atau jarak sudut antara Bulan dan Matahari, minimal 6,4 derajat.

Baca Lainnya :


Sementara data yang masuk menunjukkan elongasi masih sangat kecil, hanya sekitar 0 derajat 56 menit hingga 1 derajat 53 menit. Artinya, secara ilmiah, hilal belum cukup “tinggi” untuk bisa disaksikan. Tak ada satu pun laporan valid tentang hilal yang terlihat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. 


Penetapan pemerintah tahun ini berbeda dengan keputusan Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Muhammadiyah kini sepenuhnya menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah sistem berbasis astronomi global yang menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Dengan pendekatan ini, awal bulan hijriah tidak lagi bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.


Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan ini dengan sikap dewasa dan tasamuh, saling menghargai. Ia menegaskan, perbedaan awal Ramadan bukan hal baru dan akan terus terjadi selama belum ada kalender Islam tunggal yang disepakati bersama.


Namun yang lebih penting, Ramadan datang membawa pesan yang sama, menahan diri, memperbaiki hati, dan memperkuat empati. Di luar perbedaan metode, semangatnya tetap satu. Ada yang mulai berpuasa pada Rabu, ada yang pada Kamis. Tapi tujuan akhirnya serupa, mendekatkan diri kepada Tuhan dan mempererat persaudaraan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment