- Baterai Ponsel Cepat Habis Padahal Nggak Dipakai? Ini 5 Biang Keroknya yang Bikin Kamu Kaget
- Jangan Kaget! Villa Hantu di Lombok Ini Justru Bikin Kamu Ketagihan, Ini Lho Alasannya
- 5 Aspirasi Gen Z Singkawang Ini Ngena Banget yang Bikin Menko AHY Kagum, Apa Saja Sih?
- Dari Penjual Es Lilin hingga General Manager, 5 Rahasia Sukses Kepemimpinan Anak Papua
- Selat Hormuz Mencekam, RI Terancam, Kok Bisa? Alarm Keras untuk Transisi Energi Nasional
- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
Rawit Merah Mahal, Konsumennya Tukang Bakso Hingga Nasi Goreng

Jakarta - Harga cabai rawit merah tembus Rp 160.000/kg. Alhasil, konsumen rumah tangga mulai mengurangi porsi membeli bumbu masakan itu
Suminah, salah satu pedagang cabai rawit merah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan, ibu rumah tangga sudah jarang membeli cabai rawit merah. Pelanggan tetapnya hanya penjual bakso, soto, bubur ayam, hingga nasi goreng.
Meski masih memiliki pelanggan tetap, namun pembelian para pedagang makanan ini mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
"Sekarang rumah tangga jarang, kalau ada juga belinya cuma setengah ons. Pedagang makanan biasanya beli rawit merah setengah kg, sekarang beli 1/4 kg, nanti dicampur sama cabai merah keriting," ujar Suminah kepada detikFinance, Selasa (7/2/2017).
Sama seperti Suminah, pedagang lainnya bernama Dalima mengatakan pelanggan tetapnya adalah pedagang makanan ketimbang ibu rumah tangga. Menurut Dalima, konsumen rumah tangga jarang membeli rawit merah karena harganya mahal dan untuk kebutuhan sehari-harinya juga tidak banyak.
"Sekarang kebanyakan ibu rumah tangga belinya setengah ons sama satu ons," kata Dalima.
Harga per ons dibanderol Rp 20.000, sedangkan setengah ons Rp 10.000.
"Kalau dulu ibu rumah tangga banyak beli karena bisa eceran, misalnya beli Rp 5 ribu, sekarang enggak berani karena sudah mahal," pungkas Dalima.(hns/hns)
sumber : finance.detik.com
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

