- Dilema Meremajakan Tanah dan Alam Melalui Pertanian Regeneratif
- Kades di Tapteng Ramai-Ramai Surati Presiden, Minta Pelurusan Penyebab Banjir Longsor DAS Aek Garoga
- 8 Desa Wisata di Indonesia Buat Kamu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal
- Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?
- Apakah Venezuela Masih Jadi Kekuatan Besar di Pasar Minyak Global?
- RDMP Balikpapan: Sumur Mathilda yang Kini Garda Terdepan Energi Indonesia Timur
- Tak Ada Pilihan Lain, Indonesia Harus Menjadi Pengendali Harga Nikel Dunia
- Riset BRIN Ungkap Faktor Emisi Karbon Lamun Indonesia, Jawa–Sumatra Tertinggi
- Agroforestri, Memadukan Pertanian dengan Restorasi Hutan
- Mengulik Pertanian Molekuler Tanaman di Era Bioekonomi untuk Ketahanan Pangan Masa Depan
RDMP Balikpapan: Sumur Mathilda yang Kini Garda Terdepan Energi Indonesia Timur

BALIKPAPAN – Bicara soal Balikpapan, bukan cuma soal keindahan kotanya, tapi juga
soal jantung energi Indonesia yang sudah berdenyut lebih dari satu abad. Adalah
Kilang Pertamina, yang kini bertransformasi menjadi “dapur energi” raksasa RDMP
(Refinery Development Master Plan) Balikpapan.
Sebuah langkah besar untuk memastikan energi Indonesia - khususnya
wilayah Timur- akan selalu tersedia.
Sejarah kilang ini bermula jauh
sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 10 Februari 1897. Ditandai dengan
ditemukannya sumur minyak pertama di Balikpapan oleh warga negara Belanda, J.H
Menten. Tanggal ditemukannya sumur minyak yang diberi nama Mathilda itu,
akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan. Sejak saat itu,
Balikpapan tumbuh dari kota kecil menjadi kota industri minyak yang sangat
diperhitungkan di kancah global.
Sumur Mathilda ada di dalam area
Kilang Balikpapan pada masa lampau. Kilang ini punya "nyawa" yang
panjang. Ia sempat hancur saat Perang Dunia II, namun kembali bangkit dan terus
berkembang. Dari yang awalnya hanya mengolah minyak mentah dalam jumlah kecil,
kini Kilang Balikpapan bertransformasi menjadi salah satu kilang paling modern
dan terbesar di Indonesia, melalui proyek infrastruktur energi terintegrasi
Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Baca Lainnya :
- Tak Ada Pilihan Lain, Indonesia Harus Menjadi Pengendali Harga Nikel Dunia 0
- AHY: Infrastruktur RDMP Balikpapan yang Diresmikan Presiden Tonggak Kemandirian Energi Nasional0
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya0
- Tetap Solid di Tengah Tekanan Global, Pertamina Catat Laba Positif USD2.05 Miliar pada Q3 20250
- Bobibos dari Jerami: Inovasi atau Ilusi Energi? 0
Proyek RDMP Balikpapan bukan
sekadar pengembangan kilang biasa. Ini adalah pembangunan masif yang punya misi
besar untuk meningkatkan kapasitas pengolahan naik dari 260 ribu barel menjadi
360 ribu barel per hari, meningkatkan kemandirian dalam mengolah dan
menyediakan produk BBM, LPG dan Petrokimia.
Tak hanya meningkat secara
kapasitas, RDMP Balikpapan juga menghasilkan produk yang nantinya setara dengan
standar Euro V, yang artinya jauh lebih bersih dan ramah buat bumi. Lebih jauh,
dampak dari RDMP Balikpapan adalah mendorong kemandirian energi, melalui
pengurangan ketergantungan kita terhadap impor BBM.
Kilang Balikpapan memegang peran
yang sangat vital, karena kilang ini menjadi urat nadi di balik distribusi
energi di kawasan Indonesia Timur. Mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku,
hingga Papua, pasokan energinya untuk mobilitas dan perputaran ekonomi
bergantung pada performa kilang ini.
VP Corporate Communication
Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa sejalan dengan tren global yang
memiliki kepedulian tinggi pada isu lingkungan dan keberlanjutan, RDMP
Balikpapan hadir dengan teknologi yang mampu mengolah feedstock (bahan baku) yang
lebih fleksibel dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Ini adalah
bukti bahwa industri energi juga terus beradaptasi untuk menjadi lebih hijau.
Dengan sejarah panjang dan
transformasi menuju masa depan, Kilang Balikpapan tetap berdiri kokoh sebagai
simbol ketahanan energi nasional yang siap melayani generasi penerus Indonesia
di masa yang akan datang. Baron meyakini keterlibatan generasi muda sangat
penting untuk memahami nilai historis dan strategis dari aset bangsa ini.
“Balikpapan adalah warisan sejarah
yang terus kita modernisasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Kami
ingin generasi muda tahu bahwa di Balikpapan, para Perwira Pertamina sedang
berjuang memastikan setiap tetes energi sampai ke pelosok Indonesia Timur. RDMP
adalah bentuk komitmen kami agar Indonesia punya kemandirian energi yang lebih
tangguh ke depannya," ujar Baron.
Pertamina sebagai perusahaan
pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero
Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada
capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan
dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan
publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip
Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi
Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)


.jpg)

.jpg)

.jpg)

