Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga

By PorosBumi 29 Nov 2025, 20:44:29 WIB Inspiring
Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga

SAMPAH, di benak banyak orang dianggap sesuatu yang menjijikkan, kotor dan bau. Tetapi tidak di mata Septiana Ike Puspitasari, akrab disapa Ikeu. Di bawah tangan dingin perempuan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini sampah menjadi lebih bernilai ekonomis. 

Berawal dari keterbatasan modal untuk membuka usaha, ia memanfaatkan ponsel dan aplikasi Mitra Bukalapak untuk berjualan produk digital seperti pulsa, paket data, dan token listrik. Namun perjalanan Ikeu tidak berhenti di sana. Ia menghadirkan sebuah inovasi sosial yang unik dan berdampak, menjadikan sampah sebagai alat tukar.

Apa yang dilakukannya merupakan cara baru untuk bertahan hidup sekaligus membawa perubahan bagi lingkungannya. Berbeda dari warung tradisional pada umumnya, Ikeu menerima pembayaran dalam bentuk sampah anorganik, botol plastik, kardus, hingga kertas, yang dikumpulkan tetangganya.

Sampah yang terkumpul kemudian ia pilah, bersihkan, dan jual kepada pengepul. Hasilnya dikonversi menjadi saldo atau nilai tukar untuk pembelian produk digital maupun kebutuhan pokok melalui aplikasi Mitra Bukalapak.

Bagi masyarakat sekitar, langkah ini mengubah paradigma, sampah yang dulu dianggap tak bernilai kini menjadi aset ekonomi yang membantu memenuhi kebutuhan harian. “Inilah cara kami saling bantu. Kalau tetangga tidak punya uang, mereka bawa barang bekas. Yang penting halal, dan semua bisa terbantu,” ujar Ikeu.

Inovasi sosial ini tidak lahir begitu saja. Keberanian Ikeu berawal dari program pelatihan berkala dari Mitra Bukalapak bernama Sinau Hero, pelatihan berkala yang ia ikuti untuk memahami dasar-dasar waste management. Program ini menjadi bekal penting baginya untuk mengelola sampah secara lebih sistematis, mulai dari edukasi pemilahan, penilaian jenis sampah, hingga teknik sederhana pengolahan awal sebelum dijual.

Sementara pembelajaran tentang pengembangan usahanya, mulai dari pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan, hingga strategi usaha kecil, ia dapatkan melalui Komunitas Juwara Mitra Bukalapak.

Kombinasi dua ruang belajar ini membentuk pondasi kepercayaan diri dan kapasitas Ikeu untuk membangun model usaha yang bukan hanya menguntungkan, tetapi juga memberi dampak lingkungan yang nyata. “Modal saya adalah kepercayaan. Kalau pelanggan merasa aman dan terbantu, mereka pasti kembali,” kata Ikeu.

Di wilayah tempat tinggalnya yang jauh dari akses warung atau penjual pulsa, metode barter sampah ini menjadi solusi yang sangat relevan. Beberapa tetangga bahkan secara rutin menukarkan botol plastik dengan pulsa atau token listrik.

Sedikit demi sedikit, perubahan itu terlihat, sampah berkurang, lingkungan lebih bersih, dan kebutuhan warga tetap bisa terpenuhi meski uang tunai terbatas. Melalui ketekunannya, Ikeu juga berhasil meraih Juara 2 PUJAAN Vol. 4. Alhasil, ia mendapatkan tambahan modal usaha sebesar Rp15 juta.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa perempuan dengan segala keterbatasan tetap bisa berkembang ketika diberi ruang, akses, dan dukungan. “Kami di kampung ingin maju sama-sama. Usaha itu bukan hanya soal untung, tapi soal tumbuh bersama,” ujarnya.

Dari rumah sederhananya, Ikeu telah menjadi katalisator perubahan sosial dan lingkungan. Dengan dukungan teknologi Mitra Bukalapak dan pembekalan dari Sinau Hero serta Komunitas Juwara, ia membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang dijalankan hari demi hari.

Kini, Ikeu melangkah menuju masa depan yang ia impikan, sambil membawa lingkungannya menuju kehidupan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera. Cara ini sekaligus menjadi bukti gerakan warga bantu warga. (yani)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment