- Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034
- 5 Jenis Pertanian Perkotan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
- Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua
- Cafe Jamu Indonesia, Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global
- Begini Nasib Jack, Bayi Orangutan yang Berhasil Diselamatkan Setelah Jadi Hewan Peliharaan
- Jenis Makanan Ini Sangat Berbahaya Bagi Penderita Kanker
- Kisah Hubungan Ratu Inggris Victoria dengan Pemuda Muslim India yang Sempat Dikubur Seabad
- BPS Rilis Angka Tetap Produksi Beras 2025 Capai 34,69 Juta Ton, Naik 13,29 Persen
- Mentan: Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadhan 1447 H
- Anakan Badak Jawa Terekam di TN Ujung Kulon, Bukti Habitat Lestari dan Pengamanan Efektif
5 Jenis Pertanian Perkotan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
Praktik pertanian perkotaan merupakan sebuah metode mengubah wajah kota lebih hijau

Keterangan Gambar : Pertanian perkotaan (urban farming) kini menjadi isu yang semkain hangat di masyarakat (gambar dibuat menggunakan AI)
Pertanian perkotaan (urban farming) saat ini menjadi isu yang semakin hangat dibicarakan masyarakat kota. Antara pelestarian lingkungan, ketahanan pangan lokal, sekaligus menjadi pemberdayaan masyarakat di dunia urbanisasi yang cepat saat ini.
Ketika wilayah perkotaan berekspansi tanpa henti, mengintegrasikan kegiatan pertanian ke dalam ruang kota menjadi bukan hanya pilihan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, tetapi juga kebutuhan strategis.
Baca Lainnya :
- Begini Nasib Jack, Bayi Orangutan yang Berhasil Diselamatkan Setelah Jadi Hewan Peliharaan0
- Jenis Makanan Ini Sangat Berbahaya Bagi Penderita Kanker 0
- BPS Rilis Angka Tetap Produksi Beras 2025 Capai 34,69 Juta Ton, Naik 13,29 Persen0
- Mentan: Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadhan 1447 H0
- Anakan Badak Jawa Terekam di TN Ujung Kulon, Bukti Habitat Lestari dan Pengamanan Efektif0
Praktik pertanian perkotaan yang berkelanjutan ini tidak hanya mempromosikan ruang hijau dan keanekaragaman hayati, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di kota-kota, mengurangi jarak tempuh makanan, dan mendorong ekonomi lokal.
Setidaknya, praktik pertanian perkotaan merupakan sebuah metode mengubah wajah kota lebih hijau, sekaligus bisa mendatangkan keuntungan alias cuan. Dengan menerapkan pertanian jenis ini, kota-kota menjadi laboratorium yang kaya untuk sistem pangan yang dapat beradaptasi dan berkelanjutan. Berikut beberapa praktik pertanian perkotaan yang bisa diterapkan di lahan sempit dan berdampak membentuk kembali lanskap, ekonomi, dan komunitas.
1. Kebun Komunitas

Kebun komunitas adalah ruang bersama di mana individu, keluarga, atau kelompok secara kolaboratif menanam sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah. Mereka menghidupkan lahan yang tidak terpakai, taman, dan bahkan bekas lokasi industri, menciptakan lanskap produktif di jantung kota. Selain memasok produk lokal yang segar, kebun-kebun ini mendukung keterlibatan masyarakat, interaksi budaya, dan ketahanan lingkungan.
Tanaman khas: Sayuran berdaun hijau, tomat, wortel, kacang-kacangan, rempah-rempah
Manfaat: Keamanan pangan, kohesi sosial, ruang hijau, kesempatan rekreasi
Partisipasi: Terbuka untuk semua, dari tukang kebun berpengalaman hingga petani perkotaan pertama kali
2. Pertanian Atap

Pertanian atap mengubah atap yang kurang dimanfaatkan menjadi lanskap penghasil makanan yang berkembang pesat. Di kota-kota berpenduduk padat, di mana ruang permukaan tanah langka, pertanian ini menghasilkan sayuran organik, rempah-rempah, dan bahkan tanaman yang dapat dipasarkan dalam jumlah yang mengesankan.
Tanaman umum: Sayuran berdaun hijau, paprika, tomat, microgreens, stroberi.
Keuntungan: Memaksimalkan ruang, mengisolasi bangunan (hemat energi), menyerap air hujan, dan mempercantik cakrawala.
3. Pertanian Vertikal

Dengan pertanian vertikal, masyarakat bisa menanam tanaman dalam lapisan yang ditumpuk atau permukaan yang miring secara vertical. Bisa dilakukan di halaman belakang atau teras rumah yang kecil. Menggunakan hidroponik, aeroponik, pencahayaan LED, dan teknologi kontrol iklim, pertanian vertikal menawarkan produksi tanaman kepadatan tinggi sepanjang tahun dengan lahan minimal, penggunaan air yang sangat efisien, dan hampir tidak perlu pestisida.
Tanaman umum: Selada, rempah-rempah, microgreens, dan buah-buahan tertentu (stroberi, tomat)
Manfaat: Penggunaan air minimal, rantai pasokan hiperlokal, pengurangan signifikan dalam mil makanan
4. Agroforestri Perkotaan

Agroforestri perkotaan mengintegrasikan pohon, semak belukar, tanaman keras, dan tanaman, meniru ekosistem alami tetapi disesuaikan untuk produksi pangan dan keanekaragaman hayati.
Tanaman utama: Pohon buah dan kacang (buah ara, kesemek, pecan), semak yang dapat dimakan (blueberry), tanaman penyerbuk.
Manfaat: Keanekaragaman hayati, regulasi iklim mikro, penyerapan karbon, lingkungan rekreasi.
5. Sistem Hidroponik dan Aquaponik

Praktik-praktik inovatif ini memungkinkan masyarakat mengolah tanaman di air yang kaya nutrisi, terkadang menggabungkan ikan (aquaponik) yang limbahnya menyuburkan tanaman. Sempurna untuk di dalam ruangan, sistem ini sangat mengurangi penggunaan air, tidak memerlukan lahan subur, dan dapat digunakan di lingkungan non-tradisional.
Tanaman utama: Sayuran berdaun hijau, tomat, rempah-rempah, mentimun.
Manfaat lingkungan: Menghemat air, mengurangi penggunaan pestisida, mempertahankan sistem nutrisi loop tertutup.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

