Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua
Liver membantu mencerna makanan, menyimpan energi, dan menghilangkan zat berbahaya dalam darah

By Yani Andriyansyah 06 Feb 2026, 22:14:13 WIB Sains
Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua

Keterangan Gambar : Ilustrasi orangtua mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakit liver (gambar dibuat dengan AI)


Penyakit liver (hati) adalah masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi orang pada usia berapa pun. Tetapi menjadi sangat penting untuk memahami bagaimana hal itu muncul pada orang yang lebih tua. Seiring bertambahnya usia, tubuh mereka mengalami banyak perubahan. Nah perubahan-perubahan itu membuat lebih sulit diperhatikan ketika ada sesuatu yang salah dengan hati.


Liver adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh yang membantu mencerna makanan, menyimpan energi, dan menghilangkan zat berbahaya dalam darah. Jika hati rusak, maka tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik seperti mendeteksi pengaruh dari infeksi, alkohol, lemak, atau bahkan obat-obatan. Seiring waktu, kerusakan ini dapat menyebabkan masalah hati jangka panjang atau bahkan gagal hati.

Baca Lainnya :

 

Ada beberapa jenis penyakit hati yang umum. Hepatitis disebabkan oleh virus. Penyakit ini terjadi ketika terlalu banyak lemak menumpuk di hati. Penyakit hati alkoholik berasal dari minum terlalu banyak alkohol. Sirosis adalah ketika padahati terdapat bekas luka dan kaku. Semua kondisi ini bisa berbahaya, terutama bagi orang tua.

 

Salah satu tantangan terbesar pada orangtua adalah bahwa penyakit hati tidak selalu menyebabkan gejala yang jelas diawal. Sebaliknya, tanda-tandanya mungkin sangat ringan atau terlihat seperti masalah yang datang dengan penuaan, seperti kelelahan atau nafsu makan yang buruk.

 

Dilansir dari laman Knowridge, sebuah ulasan medis pada tahun 2021 yang diterbitkan jurnal Hepatology menunjukkan bahwa orang yang lebih tua sering memiliki gejala umum seperti merasa sangat lelah, makan lebih sedikit, bingung, atau sedikit bengkak di kaki mereka. Tanda-tanda ini dapat dengan mudah dikaitkan pada masalah kesehatan lainnya seperti radang sendi atau masalah jantung, sehingga penyakit hati mungkin tidak segera dipertimbangkan.

 

Kelelahan, atau kelelahan yang ekstrem, adalah salah satu gejala yang paling umum. Kondisi itu menyulitkan orangtua untuk menjalani tugas sehari-hari. Hal ini juga dapat menyebabkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu sendirian, yang dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental mereka.

 

Tanda lain yang jelas adalah penyakit kuning. Hal ini menyebabkan kulit atau mata kuning. Kondisi ini terjadi ketika zat kuning yang disebut bilirubin menumpuk di dalam tubuh karena hati tidak dapat menyingkirkannya. Penyakit kuning lebih mudah diperhatikan, tetapi mungkin tidak terjadi sampai hati sudah rusak parah.

 

Pembengkakan di kaki atau area perut adalah tanda peringatan lainnya. Hati membuat protein yang membantu menjaga cairan dalam pembuluh darah. Jika hati berhenti membuat protein-protein ini, cairan dapat bocor dan menyebabkan pembengkakan. Orangtua akan mudah memar atau berdarah jika hati tidak membantu darah menggumpal dengan baik.

 

Gejala yang lebih tersembunyi dan serius adalah kebingungan mental atau kelupaan. Ini disebut ensefalopati hepatik. Kondisi ini terjadi ketika racun menumpuk di otak karena hati tidak menyaringnya.

 

Pada orangtua, masalah ini terkadang disalahartikan sebagai demensia atau kehilangan memori. Sebuah studi tahun 2019 dari The Journal of Clinical and Experimental Hepatology menemukan bahwa kebingungan mental semacam ini sering terlewatkan pada orang yang berusia di atas 65 tahun, yang menyebabkan keterlambatan perawatan.

 

Tanda-tanda lainnya termasuk penurunan berat badan atau otot, nafsu makan yang buruk, kulit gatal, urin berwarna gelap, atau tinja berwarna pucat. Ini adalah tanda-tanda bahwa hati mungkin tidak menangani nutrisi atau empedu dengan benar.

 

Orangtua sering minum obat untuk masalah kesehatan lainnya. Karena hati memproses hampir semua obat, hati yang rusak dapat menyebabkan efek samping yang lebih kuat. Orang-orang yang mengonsumsi banyak obat pada saat yang sama sangat berisiko.

 

Sebuah studi tahun 2020 yang dimuat di The American Journal of Geriatric Pharmacotherapy memperingatkan bahwa obat-obatan seperti statin, antibiotik, dan beberapa pil anti-inflamasi dapat merusak hati pada orangtua.

 

Pada akhirnya, penyakit hati pada orangtua sulit untuk diperhatikan. Gejala seperti kelelahan, kebingungan, dan pembengkakan mungkin tampak seperti masalah kecil atau tidak terkait. Tapi ini bisa menjadi tanda-tanda sesuatu yang lebih serius. Itulah mengapa pemeriksaan rutin dan tes darah sangat penting, terutama bagi orang yang menderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau yang sering minum alkohol.

 

Ketika masalah hati terdeteksi lebih awal, perawatan dapat memperlambat kerusakan dan membantu orang merasa lebih baik dan hidup lebih lama. Mempelajari apa yang harus diperhatikan dapat benar-benar membantu melindungi kesehatan dan kehidupan orangtua.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment