Jenis Makanan Ini Sangat Berbahaya Bagi Penderita Kanker
Makanan ini sering mengandung lemak jenuh, garam, gula, dan aditif tingkat tinggi

By Yani Andriyansyah 05 Feb 2026, 14:08:30 WIB Sains
Jenis Makanan Ini Sangat Berbahaya Bagi Penderita Kanker

Keterangan Gambar : Makanan jenis ultra-processed foods yang berbahaya bagi penderita kanker (gambar dibuat menggunakan AI)


Bagi kamu penderita kanker, hati-hati dalam mengonsumsi makanan. Penelitian yang diterbitkan Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sebuah jurnal dari American Association for Cancer Research menyebutkan, orang dengan kanker yang mengonsumsi banyak makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF), hampir 60% lebih mungkin meninggal karena penyakit mereka. 


Contoh jenis makanan UPF termasuk es krim, daging olahan, keripik, roti yang diproduksi secara massal, beberapa sereal sarapan, biskuit, banyak makanan siap saji dan minuman bersoda. Selama ini UPF dikaitkan dengan kesehatan yang buruk, termasuk peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, kanker, dan kematian dini. 

Baca Lainnya :


UPF sering mengandung lemak jenuh, garam, gula, dan aditif tingkat tinggi, yang menurut para ahli menyisakan lebih sedikit ruang diet untuk makanan yang lebih bergizi. Jenis makanan ini juga cenderung mengandung aditif dan bahan-bahan seperti pengawet, pengemulsi, pewarna dan perasa buatan.


Dalam studi tersebut, para peneliti mengikuti 24.325 orang dari tahun 2005 hingga 2022 yang berusia 35 tahun atau lebih pada awal penelitian dan tinggal di wilayah Molise di Italia selatan. Dalam kelompok ini, 802 penyintas kanker (476 wanita dan 326 pria) telah mengisi kuesioner terperinci tentang diet mereka. Para ahli kemudian menghitung asupan makanan dan minuman UPF berdasarkan berat yang dikonsumsi setiap hari, dan mereka juga melihat kalorinya.


Mereka kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan rasio berat badan berapa banyak UPF yang mereka miliki. Para peneliti juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti merokok, indeks massa tubuh, olahraga, riwayat medis, jenis kanker, dan kualitas diet secara keseluruhan. Studi tersebut menemukan bahwa selama rata-rata tindak lanjut 14,6 tahun, ada 281 kematian di antara 802 penyintas kanker.


Mereka yang berada di sepertiga tertinggi dari asupan UPF, memiliki tingkat kematian 48% lebih tinggi dari penyebab apa pun dan tingkat kematian 59% lebih tinggi dari kanker dibanding mereka yang berada di sepertiga terendah. Rasio kalori yang lebih tinggi dari UPF menunjukkan hasil yang serupa untuk kematian akibat kanker, tetapi bukan penyebab lainnya.


Dilansir dari laman kentlive.news, Dr Marialaura Bonaccio, dari departemen epidemiologi dan pencegahan IRCCS Neuromed, Italia, mengatakan zat-zat yang terlibat dalam pemrosesan industri makanan dapat mengganggu proses metabolisme, mengganggu mikrobiota usus, dan meningkatkan peradangan.


Akibatnya, meski makanan UPF di atas kertas memiliki kandungan kalori dan komposisi nutrisi yang serupa dengan makanan yang diproses alami, tetapi masih memiliki efek yang lebih berbahaya pada tubuh,” ungkapnya.


Para peneliti juga melihat cara tubuh yang dapat dipengaruhi oleh pemrosesan dalam UPF, termasuk memeriksa biomarker inflamasi, metabolik, dan kardiovaskular pada penyintas. 


Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan peradangan dan peningkatan detak jantung saat istirahat dapat menjelaskan sebagian hubungan antara konsumsi makanan UPF yang lebih tinggi dan peningkatan kematian. Ini membantu memperjelas bagaimana pemrosesan makanan itu sendiri dapat berkontribusi pada hasil yang lebih buruk di antara para penyintas kanker,” paparnya. 


Para peneliti juga memeriksa data tujuh kelompok UPF tertentu seperti minuman manis gula, pemanis buatan, dan minuman beralkohol, daging olahan, dan camilan asin serta makanan gurih. Beberapa kelompok makanan dikaitkan dengan kematian yang lebih tinggi, sementara yang lain tidak menunjukkan pola yang jelas.


Karena itu sangat penting bagi para penyintas kanker untuk fokus pada diet dan mengurangi makanan UPF. Mulai alihkan untuk mengonsumsi makanan segar yang diproses minimal atau dimasak di rumah. Ini adalah pendekatan yang paling bermanfaat untuk kesehatan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment