- Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034
- 5 Jenis Pertanian Perkotan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
- Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua
- Cafe Jamu Indonesia, Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global
- Begini Nasib Jack, Bayi Orangutan yang Berhasil Diselamatkan Setelah Jadi Hewan Peliharaan
- Jenis Makanan Ini Sangat Berbahaya Bagi Penderita Kanker
- Kisah Hubungan Ratu Inggris Victoria dengan Pemuda Muslim India yang Sempat Dikubur Seabad
- BPS Rilis Angka Tetap Produksi Beras 2025 Capai 34,69 Juta Ton, Naik 13,29 Persen
- Mentan: Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadhan 1447 H
- Anakan Badak Jawa Terekam di TN Ujung Kulon, Bukti Habitat Lestari dan Pengamanan Efektif
Deforestasi Mengakibatkan Nyamuk Merajalela, Dapat Menyebarkan Penyakit Menular
Deforestasi dapat mengurangi tanaman dan hewan, akibatnya nyamuk akan menyerang manusia

Keterangan Gambar : Deforestasi bisa mengakibatkan nyamuk lebih menyasar manusia sebagai sumber makanan
Deforestasi ternyata tidak hanya dapat menimbulkan bencana ekologis seperti banjir dan tanah longsor, tetapi juga bisa menjadi ancaman bagi manusia dari serangan nyamuk. Lho kok bisa? Saat hutan menyusut dan satwa liar menghilang, nyamuk semakin beralih ke manusia sebagai sumber makanan mereka. Sebuah pergeseran yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyebaran penyakit yang memengaruhi manusia.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan jurnal Frontiers menunjukkan bahwa nyamuk berperan penting dalam peningkatan penularan Zika, demam kuning, demam berdarah, dan penyakit lain yang diwariskan nyamuk kepada manusia, akibat hilangnya habitat.
Baca Lainnya :
- Realitas Tambang Nikel di Maluku Utara, Transisi Energi atau Transisi Bencana? 0
- Inovasi Hijau Terbaik Januari 2026, dari Rumput Laut hingga Drone Pemadam Kebakaran0
- Waspada! Polusi Plastik Bisa Menyebabkan Lingkungan Air Jadi Berbahaya0
- Dua Hari Diet Sederhana Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat0
- Alarm Keras Bencana Ekologis Batang Toru, Jantung Habitat Orangutan Tapanuli0
Deforestasi, yang merupakan pembukaan hutan secara luas dan aktivitas manusia lainnya telah mengurangi populasi tanaman lokal dan hewan. Sementara populasi manusia meningkat di area deforestasi.
“Nyamuk yang biasanya memakan (darah) hewan lain di dalam habitat. Tetapi akan beralih ke manusia jika habitat tersebut tidak lagi cocok untuk hewan-hewan dan menyebabkan mereka pergi,” ujar Laura Harrington, profesor entomologi tingkat Ph.D. di Universitas Cornell, seperti dilansir ABC News.
Para peneliti juga menunjukkan studi sebelumnya yang menyebutkan, daerah dengan deforestasi yang lebih luas, memiliki kelimpahan nyamuk yang lebih banyak dan tingkat penyakit bawaan nyamuk yang lebih tinggi. Kondisi ini akibat habitat yang terganggu sehingga nyamuk lebih menyukai spesies yang tumbuh subur di dekat manusia.
Pada saat yang sama, keanekaragaman hayati yang berkurang menghilangkan hewan yang dapat mencairkan penularan penyakit. Karena itu manusia lebih mungkin menjadi sumber darah utama bagi nyamuk.
Sérgio Lisboa Machado, Salah satu penulis makalan penelitian ini yang juga profesor di Universitas Federal Rio de Janeiro, Brasil, mengatakan nyamuk adalah oportunis yang tidak menjelajah jauh untuk mencari makanan. “Jadi mereka mulai mencari manusia karena nyamuk jarang terbang jarak yang sangat jauh,” katanya.
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17% dari semua penyakit menular disebabkan oleh penyakit bawaan vektor. Artinya penyakit yang ditularkan ke manusia disebabkan organisme hidup, seperti nyamuk, kutu, dan lalat. Nyamuk menyebabkan lebih dari 700.000 kematian secara global dan menularkan puluhan penyakit serius kepada manusia. Karena itu WHO menganggap nyamuk sebagai hewan paling mematikan di bumi.
Nyamuk betina adalah penyebabnya karena harus minum darah untuk mendapatkan protein dan zat besi yang mereka butuhkan untuk mengembangkan telur. Sementara nyamuk jantan berdengung, tetapi tidak menggigit, melainkan makan nektar dan gula tanaman. Dorongan reproduksi membuat nyamuk betina harus memakan darah. Jika tidak ada inang lain di sekitarnya, sebagian besar nyamuk akan meminum darah manusia.
Ada 3.500 spesies nyamuk secara global dan hanya segelintir yang benar-benar lebih menyukai rasa darah manusia daripada hewan lain. Ketika diberi pilihan, hanya sebagian kecil spesies nyamuk yang secara teratur mencari manusia. Karena itu, memanipulasi lansekap alam sekitar (deforestasi) bakal mengubah pola makan nyamuk dan mengalihkannya ke manusia.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

