Dua Hari Diet Sederhana Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
Sebuah penelitian menemukan bahwa diet ini juga menghasilkan penurunan berat badan dan menurunkan tekanan darah

By Yani Andriyansyah 01 Feb 2026, 23:09:20 WIB Sains
Dua Hari Diet Sederhana Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Keterangan Gambar : Diet dengan mengonsumsi oat selama dua hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat


Baru-baru ini sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menyebutkan, diet sederhana selama dua hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa kadar kolesterol jahat turun sebesar 10 persen, dengan hasil yang bertahan selama enam minggu.


Ketika seseorang didiagnosa memiliki kolesterol tinggi berarti ada terlalu banyak zat lemak yang dikenal sebagai kolesterol dalam darahnya. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan arteri mengeras dan menyempit, sehingga darah menjadi lebih sulit mengalir. Ini merupakan faktor risiko utama untuk keadaan darurat medis seperti serangan jantung dan stroke. Banyak orang dengan kolesterol tinggi akan diberi resep obat untuk membantu, memperbaiki kadar kolesterol juga dimungkinkan melalui perubahan pola makan.

Baca Lainnya :


Nah dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications itu terungkap bahwa mengonsumsi oatmeal, dapat memberikan manfaat tersebut. Lebih spesifiknya, mereka yang mengikuti diet rendah kalori yang sebagian besar terdiri dari oatmeal selama dua hari mengalami penurunan jangka panjang pada lipoprotein densitas rendah (LDL)yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat.

 

Penurunan kadar kolesterol tersebut bertahan selama enam minggu setelah diet dua hari. Seperti dilaporkan Medical News Today, kadar LDL berkurang sebesar 10 persen. Meskipun jumlah ini lebih rendah daripada yang dapat dicapai dengan pengobatan, hal ini tetap dianggap signifikan. Sebagai bagian dari penelitian, dua kelompok uji coba diberi diet berbeda yang mengandung oat.

 

Peserta di kedua kelompok memiliki sindrom metabolik, yang meliputi tekanan darah tinggi, kadar lipid darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan kelebihan berat badan. Kelompok pertama diberi diet oatmeal selama dua hari. Para peserta hanya mengonsumsi bubur oat yang telah direbus dalam air sebelumnya, tiga kali sehari. Mereka hanya diperbolehkan menambahkan buah atau sayuran ke dalam makanan. Mereka mengonsumsi 300 gram oatmeal pada masing-masing dari dua hari tersebut dan hanya mengonsumsi sekitar setengah dari kalori normal mereka. Kelompok kontrol juga menjalani diet rendah kalori, meskipun diet ini tidak terdiri dari oat.


Kedua kelompok memperoleh manfaat dari perubahan pola makan. Namun, efeknya jauh lebih terasa pada peserta yang mengikuti diet berbasis oat. Marie-Christine Simon, profesor junior di Institut Ilmu Gizi dan Pangan di Universitas Bonn yang menjadi salah satu penelitian ini mengatakan, tingkat kolesterol LDL yang sangat berbahaya turun sebesar 10 persen pada mereka – itu adalah pengurangan yang substansial, meskipun tidak sepenuhnya sebanding dengan efek obat-obatan modern. Mereka juga kehilangan berat badan rata-rata dua kilogram dan tekanan darah mereka sedikit menurun,” katanya seperti dilansir mirror.co.uk.

 

Efek positif dari diet berbasis oat terlihat jelas enam minggu kemudian. Diet berbasis oat jangka pendek secara berkala dapat menjadi cara yang dapat ditoleransi dengan baik untuk menjaga kadar kolesterol dalam kisaran normal dan mencegah diabetes,” katanya lagi. Dia menambahkan, sebagai langkah selanjutnya, dapat diklarifikasi apakah diet intensif berbasis oat yang diulang setiap enam minggu benar-benar memiliki efek pencegahan permanen.


Percobaan kedua meneliti efek pengintegrasian oat secara teratur ke dalam diet mereka yang sudah ada. Tujuh belas orang mengganti satu kali makan sehari dengan oatdalam bentuk bubur, oatmeal, smoothie, atau makanan panggang pilihanselama enam minggu sambil mempertahankan asupan kalori harian mereka secara keseluruhan. Tetapi, ketujuh belas orang tersebut  tidak mengubah pola makan yang biasa mereka lakukan dan tidak mengonsumsi gandum. Secara keseluruhan, hasilnya tidak menghasilkan perubahan yang terukur pada kadar LDL atau kolesterol total setelah enam minggu.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment