- Membaca Ulang Sejarah Maritim Indonesia Lewat Pendekatan Artistik dan Kuratorial Lintas Negara
- Waspada! Polusi Plastik Bisa Menyebabkan Lingkungan Air Jadi Berbahaya
- Ekspresi Cat Air Merayakan Seni Membumi
- Mentan Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi Sekaligus Mitra Swasembada Pangan
- Dua Hari Diet Sederhana Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
- Sejatinya Ketahanan Pangan Harus Dibangun, Bukan Tumbuh
- Perusahaan Tambang Pelat Merah Wajib Perkuat Operasional Bertanggung Jawab
- Alarm Keras Bencana Ekologis Batang Toru, Jantung Habitat Orangutan Tapanuli
- Ternyata Mandi di Hutan dapat Menjaga Kesehatan Paru-paru, Begini Penjelasannya
- Seung Tae dan Yayasan Dupamade Asa Raya Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang
Mentan Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi Sekaligus Mitra Swasembada Pangan
.jpg)
BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan)
Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa insan pers, termasuk Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI), memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus
mitra negara dalam mendukung swasembada pangan dan menjaga stabilitas serta
pertahanan nasional. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi
narasumber dalam Retreat PWI Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Jumat
(30/01/2026).
Ia menekankan bahwa peran pers tidak hanya sebatas
menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi garda depan dalam menjaga kualitas
ruang publik, menangkal hoaks, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap
kebijakan negara, khususnya di sektor pangan. “PWI, wartawan ini adalah
sangat penting, pilar demokrasi. Kita kolaborasi, kemudian berpikir positif
untuk republik ini,” tegas Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, tantangan besar bangsa ke depan,
termasuk mewujudkan swasembada pangan dan visi Indonesia Emas, tidak mungkin
dapat dicapai tanpa kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk media. “Republik
ini tidak bisa kita bangun menuju Indonesia Emas, Indonesia super power, tanpa
kolaborasi,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Hentikan Penggusuran dan Represifitas pada Kelompok Tani Padang Halaban!0
- Di World Economic Forum Davos, Prabowo Umumkan Indonesia Kekuatan Baru Pangan Dunia0
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas0
- Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 20 Januari 20260
- Trump Tegaskan Ambisi AS Kuasai Wilayah Greenland0
Ia menekankan bahwa insan pers sangat dibutuhkan
kehadirannya dalam proses pembangunan nasional, terutama dalam menjaga
keseimbangan informasi dan membangun kepercayaan publik. “Wartawan sangat
dibutuhkan, PWI sangat dibutuhkan kehadirannya. Sangat dibutuhkan untuk
membangun negeri yang kita cintai,” kata Mentan Amran.
Kegiatan Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun
2026 ini mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan
Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan
Nasional.”
Kegiatan ini diikuti oleh wartawan dari berbagai daerah di
Indonesia sebagai ruang konsolidasi dan penguatan peran strategis pers.
Mentan Amran juga menegaskan pentingnya fungsi kontrol pers
melalui kritik yang sehat dan konstruktif, bukan melalui fitnah atau upaya
saling menjatuhkan sesama anak bangsa.
“Kita butuh kritik konstruktif, bukan fitnah-fitnah. Bukan
saling menjatuhkan kita sesama anak bangsa. Negara ini harus berkelanjutan,
harus sampai ribuan tahun ke depan. Generasi berikutnya menunggu hasil kerja
kita semua,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh capaian pemerintah sejatinya
merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers. “Hasil
kerja pemerintah itu adalah hasil kerja sama anak bangsa, semua anak bangsa,
termasuk wartawan,” lanjut Mentan Amran.
Lebih jauh, Mentan Amran kembali menekankan bahwa cita-cita
menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berpengaruh di tingkat global
hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. “Tidak bisa negeri
ini menjadi super power kalau bukan kolaborasi seluruh sektor, termasuk
wartawan,” katanya.
Mentan Amran mengajak insan pers untuk terus bergandengan
tangan dengan pemerintah dalam membangun Republik Indonesia melalui pemberitaan
yang berimbang, faktual, dan membangun optimisme bangsa.
“Harapan kami, ayo kita gandengan tangan membangun Republik
Indonesia dengan memberitakan, mengangkat berita-berita positif yang bisa
membangun republik ini,” pungkasnya.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

