- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Kamera Trap Ungkap Keberadaan 42 Individu Harimau Sumatera di Bengkulu
.jpg)
JAKARTA - Populasi Harimau Sumatera
(Panthera tigris sumatrae) masih bertahan di bentang alam Provinsi Bengkulu.
Hal ini terungkap dari hasil monitoring yang dilakukan Balai Konservasi Sumber
Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama para mitra melalui pemasangan kamera
trap dan patroli lapangan selama periode 2020–2025.
Sebanyak 42 individu Harimau Sumatera terdeteksi di tiga
bentang alam utama, yakni Bukit Balai Rejang Selatan, Seblat, dan Bukit Balai
Rejang. Data ini diperoleh dari dokumentasi kamera trap serta catatan patroli
rutin yang mencatat keberadaan harimau dan interaksi negatif dengan manusia.
Dalam survei yang dilakukan pada Maret–Mei 2025 di kawasan
Seblat, tim berhasil merekam 1.860 foto kejadian dari 16 unit kamera trap yang
dipasang selama 52 hari. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas Harimau
Sumatera di area Hutan Produksi Air Rami, HPT Lebong Kandis, dan HPT Ipuh I,
serta keberadaan berbagai satwa lain seperti Tapir, Kijang, Rusa Sambar, Gajah
Sumatera, Macan Dahan, Kucing Emas, hingga Anjing Hutan (Ajak).
Baca Lainnya :
- Perdagangan Karbon yang Inklusif dan Transparan Lewat Solusi Offset Karbon Berbasis Alam0
- Belantara Foundation Bersama Mahasiswa dan Pelajar Asal Jepang Tanam Pohon di Tahura SSH Riau0
- Mangrove: Benteng Pesisir dan Penyangga Iklim Indonesia 0
- Menjaga Keabadian Kupu-Kupu melalui Ilmu Biosistematika0
- GAUL’S Sunter: Saat Saya Sadar, Pilah Sampah Bisa Jadi Awal Perubahan Besar0
“Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan Seblat masih menjadi
habitat penting bagi Harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang berperan
menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Himawan
Sasongko.
Sebagai upaya verifikasi, BKSDA Bengkulu-Lampung bersama
pemerintah daerah, LSM, dan mitra konservasi menggelar Focus Group Discussion
(FGD) Verifikasi Data Harimau Sumatera. FGD ini bertujuan memastikan keakuratan
data sebaran harimau di Provinsi Bengkulu sebagai dasar penyusunan rencana
tindak lanjut konservasi ke depan.
Meski temuan ini menjadi kabar baik, ancaman terhadap
kelestarian Harimau Sumatera masih tinggi, mulai dari perburuan liar,
perambahan hutan, hingga konflik dengan manusia akibat menyusutnya habitat
alami. Oleh karena itu, kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan hutan dan
habitat harimau menjadi sangat penting.
“Harimau Sumatera adalah spesies kunci. Menjaga mereka
berarti menjaga kesehatan ekosistem hutan Sumatera. Data monitoring ini akan
menjadi pijakan penting dalam merancang strategi perlindungan yang lebih
terarah dan efektif sekaligus untuk mengungkapkan keberadaan satwa tersebut di
provinsi Bengkulu bagian selatan sampai perbatasan Lampung” tambahnya.
Upaya pemantauan ini merupakan komitmen bersama untuk
memastikan Harimau Sumatera tetap lestari di habitat alaminya, sekaligus
meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hutan dan satwa
liar.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

