- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
Ketimpangan di Sektor Pertanian Pengaruhi Ketimpangan Sosial

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian, Bustanul Arifin, menilai salah satu sebab adanya ketimpangan sosial saat ini di Indonesia dikarenakan adanya ketimpangan di sektor pertanian. Ia menilai penguasaan lahan oleh korporasi membuat lahan petani menjadi semakin sempit.
Bustanul mengatakan ketimpangan sosial dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi saat ini didominasi oleh nontradeable, tetapi sektor yang tidak baik terutama di sektor pertanian dan industri manufaktur.
Ia mengatakan penguasaan lahan menjadi persoalan dalam pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian. Ia mengatakan kepemilikan aset lahan petani berlahan sempit meningkat 54 persen per tahun. "Pembangunan pertanian hanya diterjemahkan cenderung berorientasi pada mengejar target politis. Pembagian pupuk, benih dan traktor gratis pada petani tidak menyelesaikan masalah," ujar Bustanul di Jakarta Pusat, Selasa (14/3).
Bustanul mengatakan program pemberian pupuk benih bahkan traktor gratis menggangu logika insentif ekonomi dan kewirausahaan petani jika hal tersebut malah hanya membuat ketergantungan. "Sebanyak 65 persen petani miskin menerima subsidi pupuk, tapi hanya satu persen petani yang menikmati lebih dari 90 persen subsidi pupuk," ujar Bustanul.
Forum Diskusi Ekonomi Politik mencatat, sektor pertanian merupakan sektor terpenting dalam pembangunan. Swasembada pangan disebut sebagai indikator pembangunan pertanian utama.
sumber : republika.co.id
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

