- Kolaborasi Telkomsel x Muslim Pro, Bikin Ramadan Makin Khusyuk dalam Satu Genggaman
- Waspada! Polusi Udara Bisa Mengancam Kesehatan Otak di Usia Senja
- Mengapa Garam Bisa Meningkatkan Tekanan Darah? Begini Penjelasannya dan Cara Mengatasinya
- Selama Ramadan, Pengguna LRT Jabodebek Boleh Buka Puasa di Kereta hingga Pukul 19.00 WIB
- Awal Ramadan 1447 H, Memahami Perbedaan dalam Kebersamaan
- Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan Kamis, 19 Februari 2026
- Kemenag Gelar Sidang Isbat, Ikhtiar yang Memadukan Sains dan Syariat Menentukan Awal Ramadan 2026
- Mitos atau Fakta? Rahasia Manfaat Wortel dan Penglihatan Malam
- Jejak Transformasi Hijau Pertamina di Tanjung Sekong
- Pemerintah Atur Skema Pembelajaran Saat Ramadan 2026 Lebih Adaptif dan Humanis
Mengapa Garam Bisa Meningkatkan Tekanan Darah? Begini Penjelasannya dan Cara Mengatasinya
Ingat, pembuluh darah iobarat jalan tol dalam tubuh yang membawa oksigen dan darah ke seluruh tubuh

Keterangan Gambar : Mengurangi asupan garam adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke
Bayangkan pembuluh darah Anda seperti jalan tol kecil yang sibuk. Setiap detik, darah melaju membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Agar perjalanan itu lancar, dibutuhkan tekanan yang pas, tidak terlalu lemah, tidak terlalu kuat. Itulah yang disebut tekanan darah.
Masalah muncul ketika tekanannya terlalu tinggi. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi. Sering datang tanpa gejala, tetapi diam-diam meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal. Salah satu “pemain utama” di balik naiknya tekanan darah adalah garam.
Baca Lainnya :
- Kemenag Gelar Sidang Isbat, Ikhtiar yang Memadukan Sains dan Syariat Menentukan Awal Ramadan 2026 0
- Mitos atau Fakta? Rahasia Manfaat Wortel dan Penglihatan Malam0
- Jejak Transformasi Hijau Pertamina di Tanjung Sekong0
- Viral Kisah Punch, Bayi Kera Kesepian yang Menemukan Ibu dalam Sebuah Boneka0
- Antara Lari dan Seni, Saat Kecepatan Jadi Inspirasi0
Apa Hubungannya Garam dan Tekanan Darah?
Garam mengandung natrium. Tubuh memang membutuhkan natrium dalam jumlah kecil untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf. Namun, ketika jumlahnya berlebihan, efeknya bisa berbalik arah.
1. Tubuh Menahan Lebih Banyak Air
Natrium bekerja seperti spons. Saat asupannya tinggi, tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, volume darah meningkat. Semakin banyak darah yang mengalir di dalam “jalan tol” pembuluh darah, semakin besar pula tekanan pada dindingnya.
2. Pembuluh Darah Menjadi Kaku
Cairan ekstra itu terus-menerus menekan dinding arteri. Dalam jangka panjang, arteri bisa kehilangan elastisitasnya. Menjadi lebih kaku dan sempit, membuat aliran darah tidak lagi leluasa. Ketika jalan menyempit, tekanan tentu meningkat. Inilah salah satu alasan mengapa konsumsi garam berlebih berkontribusi pada hipertensi.
3. Garam Tak Selalu Berasal dari Atas Meja
Banyak orang merasa aman karena jarang menambahkan garam saat makan. Padahal, sumber natrium terbesar justru berasal dari makanan olahan dan kemasan. Makanan cepat saji, sup instan, mi kemasan, daging olahan, saus botolan, camilan gurih, semuanya bisa menyimpan natrium dalam jumlah tinggi. Bahkan produk yang diberi label “sehat” pun belum tentu rendah garam. Membaca label nutrisi menjadi langkah penting. Perhatikan kandungan natrium per sajian, dan bandingkan antar merek sebelum membeli.
Cara Sederhana Mengurangi Asupan Garam
Anda tidak harus mengubah hidup secara drastis untuk melindungi tekanan darah. Perubahan kecil, jika konsisten, sudah memberi dampak besar. Berikut caranya.
1. Pilih makanan segar
Buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta protein tanpa lemak secara alami lebih rendah natrium dibanding makanan olahan. Memasak sendiri juga memberi Anda kendali penuh atas jumlah garam yang digunakan.
2. Gunakan Bumbu dan Rempah
Bawang putih, lada, kunyit, jahe, daun basil, perasan lemon, atau sedikit cuka bisa memperkaya rasa tanpa perlu tambahan garam berlebih. Lidah Anda akan beradaptasi seiring waktu.
3. Periksa Label Makanan
Cari produk dengan keterangan “rendah natrium”, “rendah garam”, atau “tanpa tambahan garam”. Kebiasaan membandingkan label bisa mengurangi asupan natrium harian secara signifikan.
4. Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan
Jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi medis tertentu, diskusikan rencana perubahan pola makan dengan dokter atau ahli gizi.
Sedikit Garam, Banyak Manfaat
Hipertensi sering dijuluki “silent killer” karena bekerja tanpa banyak gejala. Mengurangi asupan natrium adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Perubahan sederhana, memilih bahan segar, mengurangi makanan olahan, dan lebih bijak membaca label makanan, dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Ingat! Tubuh Anda bekerja keras setiap hari. Memberinya sedikit keringanan dari beban garam berlebih bisa menjadi hadiah kecil dengan dampak besar bagi jantung dan kesehatan jangka panjang.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

