- Antara Lari dan Seni, Saat Kecepatan Jadi Inspirasi
- Mentan Ajak HIPMI Dongkrak Pertanian Indonesia Naik Kelas ke Panggung Dunia lewat Hilirisasi
- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
Taman Nasional Ujung Kulon Sabet Asia Environmental Enforcement Recognition of Excellence

JAKARTA - Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) meraih penghargaan bergengsi Asia Environmental Enforcement Recognition of Excellence (AEEE) 2024–2025, yang diselenggarakan oleh UN Environment Program (UNEP). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dan komitmen TNUK dalam upaya penegakan hukum lingkungan, khususnya dalam penanganan kasus perburuan Badak Jawa.
Acara penyerahan penghargaan yang berlangsung daring, di Ruang Center of Intelligence, Ditjen Gakkum Kehutanan Gedung Manggala Wanabakti, pada 17 Oktober 2025, dibuka oleh Sekretaris Jenderal CITES Ivonne Higuero dan sebagai moderator Sallie Yang dari UNEP.
AEEE merupakan penghargaan yang diinisiasi oleh UN Environment Program bersama sejumlah lembaga internasional, antara lain The International Criminal Police Organization (INTERPOL), The Secretariat of the Basel Convention on the Control of Transboundary Movements of Hazardous Wastes and Their Disposal, The Secretariat of CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), The Secretariat of the Minamata Convention on Mercury, The Ozone Secretariat for the Vienna Convention and the Montreal Protocol, The United Nations Development Programme (UNDP), The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), The World Bank Global Wildlife Programme, dan The World Customs Organization (WCO).
Penerima penghargaan AEEE ini dari berbagai negara di antaranya Indonesia, China, Hongkong, India, Shanghai dan Singapore. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keruskaan Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Rasio Ridho Sani mewakili Indonesia dalam penyerahan tersebut.
Dalam ajang tersebut, Taman Nasional Ujung Kulon berhasil meraih penghargaan pada kategori “IMPACT” (Dampak) melalui kinerja luar biasa Satuan Tugas Operasi TNUK dalam upaya pengungkapan dan penanganan kasus perburuan liar di kawasan konservasi.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono, S.TP., M.Sc, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Penghargaan ini, kata dia, merupakan hasil kerja keras seluruh personel Balai TNUK, dengan dukungan dari Ditjen Gakum Kemenhut, Polri dan TNI serta Kejaksaan Negeri dan Hakim dari PN Pandeglang, dan juga Masyarakat sekitar dalam menangani kasus perburuan Badak Jawa beberapa waktu yang lalu.
"Kami berharap, penghargaan ini menjadi motivasi agar seluruh personil TNUK semakin bersemangat dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk gangguan, terutama perburuan satwa di kawasan TNUK,” ujarnya.
Penghargaan AEEE 2024–2025 ini menegaskan posisi Taman Nasional Ujung Kulon sebagai salah satu kawasan konservasi yang memiliki peran penting di tingkat regional dan internasional dalam menjaga keanekaragaman hayati serta menegakkan hukum lingkungan. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam melindungi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sebagai salah satu spesies paling langka di dunia.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

