- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
RI Punya Lahan Potensial untuk Kedelai dari Aceh Hingga Sulsel
Detik, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi tanaman pangan. Salah satunya adalah kedelai.
Dalam meningkatkan produksi kedelai, Kementan akan menyiapkan benih dan mencari lahan potensial. Menurut Sekretaris Jenderal Kementan, Hari Priyono, masih ada sejumlah lahan potensial untuk menanam kedelai di beberapa daerah."Kita masih punya wilayah-wilayah potensial kedelai. Ada di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), itu yang potensial," ungkap Hari kepada detikFinance, Jakarta, Senin (30/1/2017).
Hari menjelaskan, selama ini petani kurang bergairah menanam kedelai karena harganya rendah. Ini terjadi karena impor kedelai masih tinggi.Alhasil, petani lebih memilih menanam jagung ketimbang kedelai
Baca Lainnya :
- Sumut targetkan produksi padi 5,2 juta ton0
- MENGGALI POTENSI DESA LEWAT KEWIRAUSAHAAN0
- Komitmen Majukan Desa, Pemkab PALI Gandeng Patani0
- Patani Rajut Potensi Desa di PALI0
- KEREN...INILAH GEBRAKAN PATANI SUMSEL MENYONGSONG TAHUN 20170
"Akibat impor kedelai, harganya jadi rendah. Itu mengurangi kegairahan petani. Seiring dengan upaya peningkatan produksi, ke depan impor harus dikendalikan," kata Hari."Sekarang ini kan kedelai dengan jagung itu kan puncak musimnya, musim kemarau. Harga jagung sekarang bagus. Ya petani akan cenderung menanam yang harganya menguntungkan kan," lanjut Hari.
Selain karena permasalahan impor, menurut Hari, ketersediaan benih juga menjadi tantangan dalam meningkatkan produksi kedelai dalam negeri."Teknisnya, seperti yang dijelaskan Pak Gatot (Dirjen Tanaman Pangan), terkait dengan ketersediaan benih. Ketersediaan benih harus cukup, sesuai sasaran target area," kata dia.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

