- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
BUMN Ini Mulai Ekspor Ikan dari Bitung dan Maumere

Detik - Perum Perikanan Indonesia mengawali ekspor ikan dan olahan ikan dari dua wilayah terluar Indonesia. Yaitu Bitung (Sulawesi Utara) dan Maumere (Nusa Tenggara Timur).
Pengapalan perdana produk perikanan dari kedua wilayah tersebut sudah dilakukan awal minggu ini. Masing-masing merupakan produksi dari unit bisnis Perum Perikanan Indonesia di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan unit bisnis di Maumere, Kabupaten Sikka. Produk dari Tahuna diekspor ke Korea Selatan, sedangkan dari Maumere ke Jepang.
Pelepasan pengapalan kontainer pertama dari Bitung dilakukan oleh Direktur Operasi dan Pemasaran, Dendi Anggi Gumilang, di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara, pada Selasa (15/11/2016). Produk yang diekspor yaitu ikan layang beku.
Baca Lainnya :
Turut menyaksikan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Felix Gaghaube. Turut Kepala PPS Bitung Hendry M. Batubara, perwakilan tim Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Tahuna, serta tamu undangan lainnya.
"Perum Perikanan Indonesia akan meningkatkan ekspor produk perikanan khususnya dari pulau terluar secara kontinyu. Kami juga berupaya untuk dapat meningkatkan produksi serta kualitas sebab peluang pasar ekspor produk perikanan Indonesia masih terbuka lebar," tutur Direktur Operasi dan Pemasaran Dendi Anggi Gumilang dalam keterangannya, Jumat (18/11/2016).
Perum Perikanan Indonesia juga mendapatkan permintaan ekspor dari berbagai negara di Asia hingga Eropa.
Selain Bitung, Perum Perikanan Indonesia juga telah mengekspor produk olahan tuna beku berupa slice, saku, dan hazai dari Maumere. Ekspor tersebut terlaksana berkat kerja sama operasi (KSO) antara Perum Perikanan Indonesia dengan PT Sintarathian, perusahaan pembekuan tuna lokal di Maumere.
Sebanyak 10 ton olahan tuna telah dikirim ke Jepang pekan lalu. Tuna dari Mamuere dikenal memiliki kualitas terbaik di Asia bahkan dunia. Terlebih Indonesia merupakan pemilik stok ikan tuna terbesar di dunia.
Dalam rangka rencana pengembangan ekspor, Perum Perikanan Indonesia akan membangun 2 unit pengolahan ikan tambahan masing-masing kapasitas 100 ton di Maumere. Pasar ekspor yang masih terbuka lebar menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan aktivitas bisnis pengolahan ikan seperti di Bitung dan Maumere.
Dukungan dari berbagai pihak utamanya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Daerah setempat sangat berarti bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis dalam rangka meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia.
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

