- Di Perayaan Imlek Partai Demokrat, Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar
- Kolaborasi Telkomsel x Muslim Pro, Bikin Ramadan Makin Khusyuk dalam Satu Genggaman
- Waspada! Polusi Udara Bisa Mengancam Kesehatan Otak di Usia Senja
- Mengapa Garam Bisa Meningkatkan Tekanan Darah? Begini Penjelasannya dan Cara Mengatasinya
- Selama Ramadan, Pengguna LRT Jabodebek Boleh Buka Puasa di Kereta hingga Pukul 19.00 WIB
- Awal Ramadan 1447 H, Memahami Perbedaan dalam Kebersamaan
- Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan Kamis, 19 Februari 2026
- Kemenag Gelar Sidang Isbat, Ikhtiar yang Memadukan Sains dan Syariat Menentukan Awal Ramadan 2026
- Mitos atau Fakta? Rahasia Manfaat Wortel dan Penglihatan Malam
- Jejak Transformasi Hijau Pertamina di Tanjung Sekong
Di Perayaan Imlek Partai Demokrat, Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar

JAKARTA - Lukisan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjudul "Kuda Api" terjual dalam sebuah lelang dengan nilai fantastis mencapai Rp6,5 miliar. Karya tersebut dimenangkan oleh perwakilan pendiri PT Bayan Resources Tbk, Dato’ Low Tuck Kwong.
Lelang tersebut digelar saat acara Perayaan Imlek 2026 keluarga besar Partai Demokrat, di The Ballroom Djakarta Theater, di Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026. SBY menjelaskan, pemilihan tema Kuda Api bukan tanpa alasan. Tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa, yang menurutnya melambangkan kekuatan, energi, determinasi, dan semangat untuk meraih pencapaian besar.
“Mengapa saya pilih lukisan ini? Ini tahun Kuda Api. Kemudian, Kuda Api itu kalau saya baca dikaitkan atau digambarkan atau melambangkan sebuah kekuatan, energi, determinasi, spirit atau semangat. Kemudian yang menuju a great achievement,” tuturnya.
SBY mengungkapkan bahwa lukisan itu sebenarnya belum sepenuhnya rampung. Ia menyebut progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen. Lukisan tersebut rencananya akan diserahkan kepada panitia perayaan Imlek keluarga besar Partai Demokrat setelah proses penyempurnaan selesai dilakukan.
“Saya belum touch up, go to detail, dan sentuhan-sentuhan yang bisa membulatkan termasuk color harmony dalam lukisan ini. Tadi pagi saya mulai, rampung hingga posisi seperti ini sekitar dua jam lebih sedikit. Saya memerlukan waktu probably penyempurnaan sekitar satu sampai satu setengah jam,” ujar SBY.
SBY juga menjelaskan filosofi unsur api dalam lukisan tersebut. Api, kata dia, memiliki sifat membakar. Karena itu, dalam karyanya ia menempatkan Kuda Api dalam suasana yang teduh dan damai, yang dilambangkan dengan warna biru.
“Biru di sini melambangkan peace. Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa itu biru karena juga peace. Damai, teduh,” ucapnya.
Dalam imajinasinya, Kuda Api menjadi simbol kekuatan dan energi untuk mencapai tujuan mulia, namun tetap berada dalam suasana kehidupan yang damai. Proses melukisnya juga disertai doa untuk bangsa Indonesia.
SBY berharap semangat Kuda Api dapat menjadi simbol tekad, kebersamaan, dan kekuatan dalam memajukan negeri. Momentum ini juga bertepatan dengan perayaan Imlek keluarga besar Partai Demokrat yang mengusung tema “Harmoni Nusantara, Together in Harmony, Stronger in Solidarity”.
Ia pun berharap partai yang didirikannya itu memiliki semangat, determinasi, dan tujuan yang kuat demi kebaikan bangsa.
Perjuangan Partai Demokrat dan perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dapat berlangsung dalam keteduhan dan kedamaian.
“Demokrat memiliki jalan perjuangan yang lurus. Sejak dibentuk dan didirikan, sejak saya gagas dulu, dan ini values kita, nilai-nilai kita. Bagaimanapun kita harus insyaallah sukses, tapi sukses dengan cara yang benar. Jujur, demokratis, memenuhi etika, dan jalan perjuangan yang halal,” katanya.
AHY Tegaskan Demokrat Rumah Besar Keberagaman dan Persatuan
Sementara itu, Partai Demokrat menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 Masehi sebagai momentum untuk mempertegas komitmen kebangsaan dan penguatan nilai-nilai multikulturalisme di Indonesia. Bagi Demokrat, perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kehangatan, persatuan, dan harapan baru bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Demokrat adalah rumah besar untuk semua suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Kita tidak pernah membeda-bedakan dari mana kita berasal,” tegas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat memberikan sambutan dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Perayaan Tahun Baru Imlek ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan Partai Demokrat dan disambut hangat oleh seluruh keluarga besar partai, khususnya kader keturunan Tionghoa. Kegiatan tersebut juga diikuti masyarakat umum, tokoh Tionghoa, serta kader dari berbagai latar belakang agama.
AHY menekankan warga Tionghoa merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia, dengan hak dan tanggung jawab yang setara sebagai anak bangsa. Menurutnya, semangat Imlek yang sarat nilai kebersamaan dan harapan baru selaras dengan komitmen Demokrat dalam merawat kebinekaan di Indonesia serta harus dimaknai sebagai energi untuk memperkuat solidaritas nasional.
Sebagai partai nasionalis religius, lanjut AHY, Demokrat konsisten mendukung kebijakan yang memperkuat persatuan. Sikap tersebut sejalan dengan langkah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2014 yang mengganti istilah ‘Cina/China/Tjina’ menjadi ‘Tionghoa’.
Keppres itu juga menghapus berbagai praktik diskriminatif di masyarakat sebagai bentuk rekonsiliasi bersejarah. “Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity, bukan sekadar jargon. Ini adalah kesepakatan kolektif kita sebagai bangsa,” kata AHY.
Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY juga menegaskan pembangunan nasional harus bersifat inklusif, adil, dan merata.
“Infrastruktur bukan hanya soal fisik, melainkan juga penghubung harapan dan pembuka kesempatan, dengan prinsip no one left behind, no region left behind, no generation left behind. Warisan terbesar bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan toleransi, persatuan, kepercayaan, dan keutuhan sosial,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Imlek Partai Demokrat 2026, Merry Riana, menyampaikan perayaan tahun ini mengusung pesan persatuan dan keberagaman sebagai fondasi bangsa.
Merry mengaku terharu atas terselenggaranya acara tersebut dan menegaskan perayaan Imlek ini menjadi simbol persatuan nasional. Ia juga menegaskan posisi Partai Demokrat sebagai partai yang inklusif dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
“Ini adalah pesan bahwa Indonesia itu indah karena beragam. Ini adalah pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan alasan untuk saling merangkul dalam kebersamaan,” kata Merry Riana dalam laporannya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.
Juga hadir Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, Bendahara Umum Irwan Fecho, Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Lalu, Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat sekaligus Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Wasekjen Agust Jovan Latuconsina, Direktur Eksekutif Sigit Raditya, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, serta pengurus DPP Partai Demokrat lainnya.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

