- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Keseruan Wartawan Belajar Ternak Ayam Petelur di BBPKH Cinagara Kementan RI

Keterangan Gambar : Kepala BPPKH Cinagara, Inneke Kusumawati saat membuka acara pelatihan sekaligus menyampaikan paparan seputar BBPKH Cinagara, Kementan RI. Foto-foto: hendri irawan/porosbumi.com
HUJAN deras yang mengguyur Desa Cinagara,
Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat dari pagi hingga malam, tak membuat kendur semangat puluhan wartawan memadati aula Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan
(BBPKH) Cinagara, Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Dinginnya cuaca di kawasan
yang dipagari bukit, hutan, dan diseling kebun sayuran itu, seolah tak lagi
dihiraukan.
Hari itu, para awak media yang kesehariannya biasa berkutat dengan urusan berita, kali ini terlihat betah berlama-lama dan terlihat sangat antusiasme menyimak paparan demi paparan yang disampaikan petugas BBPKH Cinagara. Mereka mengikuti Bimbingan Teknis Ternak Ayam Petelur Bagi Wartawan, yang diselenggarakan di BBPKH Cinagara, Kementan RI.

Baca Lainnya :
- Wajah Baru Pupuk Bersubsidi: 145 Regulasi Dipangkas, Waktu Antrean Distribusi Turun 40%0
- Dari Sawangan ke Bojongsari: Pupuk Mengubah Wajah Pekarangan Jadi Produktif0
- Mengejar Swasembada, Melupakan Tanah: Bahaya di Balik Euforia Pupuk Murah0
- Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia, Visi Mentan Jadikan Malut Pusat Rempah Dunia0
- Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional, Kementerian PU Akselerasi Penyelesaian 15 Bendungan0
Pelatihan yang terbagi dua gelombang, Kamis dan Jumat (20-21
November 2025), itu sebuah program yang dikhusus bagi wartawan yang kehilangan
pekerjaan karena terkena layoff, dan ada juga yang masih aktif bekerja
di sebuah perusahaan media.
“Sebelum kita masuk ke topik utama pelatihan, coba sebutkan
jenis-jenis ayam yang Anda ketahui,” tanya Dayat Hermawan, salah satu petugas Widyaiswara
BBPKH Cinagara, membuka sesi pertama pertemuan pagi itu.
Sontak puluhan wartawan yang tadinya serius, berebutan menjawab.
“Ayam kampung pak…”
“Ayam negeri…”
“Ayam Bangkok…”
“Ayam kampus pak…,” celetuk seorang wartawan yang langsung
disambut geeerrr wartawan lainnya, tak kecuali petugas BBPKH Cinagara.
“He…hee…inilah kalau sudah berhadapan dengan wartawan, orang
lapangan itu memang selalu bisa membuat suasana jadi terasa menyenangkan,” ujar
Dayat Hermawan sambil tertawa renyah.
“Cuma kalau ayam kampus, itu sudah beda kategorinya,” sambung Dayat yang lagi-lagi tak bisa menahan tawanya.

Sepanjang pelatihan, canda dan gelak tawa kerap terdengar, memecah
suasana yang tadinya serius. Keseruan dan joke-joke segar yang terlontar, baik
dari wartawan maupun petugas yang menyampaikan paparan, makin membuat suasana
pelatihan menjadi hangat dan penuh keakraban. Ditambah lagi aneka kue, kopi dan
teh, membuat para wartawan seperti makin enggan bergeser dari tempat duduknya.
“Profesi saya itu Widyaiswara, tukang ngomong. Saya itu Pegawai
Negeri Sipil (PNS) yang tugas utamanya mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS
lainnya di lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah. Tapi kali ini
berhadapan dengan wartawan, yang biasa mewawancara orang, jadi agak grogi saya,”
tutur Dayat, menjelaskan sekilas tentang profesinya.
Di sesi berikutnya, Kepala BPPKH Cinagara, Inneke Kusumawati
yang berkesempatan membuka pelatihan, menyambut baik antusiasme para wartawan
yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan ternak ayam petelur. Kata
dia, langkah ini sebagai salah satu wujud nyata mendukung program pemerintah dalam
hal ketahanan pangan sebagaimana yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau dari kami, mana kala ada permintaan untuk memberikan
pelatihan, kita akan siap. Kita juga masih menunggu kegiatan yang jelas atau
program yang clear dari Direktorat PKH. Tapi pada prinsipnya, kita akan
siap,” ujarnya.
Inneke mengatakan, selain ketahanan pangan, BPPKH juga fokus
pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Nah, kita di Kementerian Pertanian
juga diturunkan dari program Bapak Menteri untuk swasembada pangan, tanaman
pangan dan sekarang kita sudah mulai mengarah kepada swasembada daging, telur,
susu, atau swasembada pangan asal hewan,” katanya.
Inneke dan jajarannya pun siap untuk mendorong suksesnya
ketahanan pangan yang diupayakan para wartawan. “Pertama tentu kita menyiapkan
SDM-nya. Seperti sekarang, kita ada bimtek (bimbingan teknis) untuk peternak
ayam petelur. Kita memberikan penguatan bagaimana sebetulnya melakukan budidaya
ayam petelur yang baik,” jelasnya.
“Terkait dengan pakannya, vitaminnya, kandangnya, bagaimana
menangani ayam-ayam itu sendiri supaya tidak stres. Karena kalau stres, dia
tidak akan bertelur,” timpal dia lagi.
Masalah lainnya yang harus diperhatikan oleh para peternak
ayam petelur adalah pakan. “Kalau pakannya tepat, itu kita akan memperbaiki
metabolismenya. Jadi memang menangani ternak ini tidak mudah karena dia punya
metabolisme yang harus kita perbaiki apabila ada kesalahan-kesalahan atau
penyakit-penyakit yang akan mengganggu metabolismenya.”
Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
Korda Depok, Rizki Tri Ruspanji atau yang akrab disapa Iyung, mengaku sangat
bersyukur dengan adanya program pelatihan ternak ayam petelur. “Tentu kami
berharap, program ini dapat berjalan dengan lancar sehingga bisa memberi
kontribusi untuk warga Depok,” ujarnya.
Gayung bersambut, langkah jurnalis Depok mendapat dukungan
penuh dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan Menteri Pertanian
Amran Sulaiman menghibahkan sekitar 210 ekor ayam petelur untuk dikelola para
jurnalis Depok.
Tidak hanya jurnalis Depok, para jurnalis yang berasal dari
Jabodetabek, bahkan Sukabumi, Cianjur, Cimahi dan daerah lainnya yang mengikuti
pelatihan di BBPKH Cinagara juga mendapat hibah masing-masing 10 ekor ayam
petelur, berikut kandang, pakan dan vitamin. Ayam-ayam inilah yang nantinya
diternakkan oleh para wartawan di kediaman masing-masing.
“Kalian para wartawan ini, adalah orang-orang hebat. Memiliki
jaringan luas, pandai bergaul dan bermasyarakat. Sekarang saya tantang anda
untuk berwirausaha, menjadi entrepreneur di bidang pertanian. Sama-sama
mewujudkan ketahanan pangan,” kata Mentan Amran Sulaiman dalam suatu kesempatan
diskusi dengan puluhan wartawan, di Jakarta, pada Oktober 2025 lalu.
Amran menegaskan, bahwa tantangan yang disampaikannya ini
sangat serius. Bahkan, dia menantang para wartawan yang muda-muda dan punya
semangat tinggi, untuk bergabung dalam program Brigade Pangan, Hilirisasi Perkebunan
dan sejumlah program ketahanan pangan lainnya yang digulirkan pemerintah.
“Tapi untuk mencapai kesuksesan ini memang tidak mudah. Anda-anda
semua harus berjuang. Dan saya yakin kalian pasti bisa,” tegas Amran
optimistis. (hendri irawan)
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

