Keseruan Wartawan Belajar Ternak Ayam Petelur di BBPKH Cinagara Kementan RI

By PorosBumi 25 Nov 2025, 01:04:16 WIB Pangan
Keseruan Wartawan Belajar Ternak Ayam Petelur di BBPKH Cinagara Kementan RI

Keterangan Gambar : Kepala BPPKH Cinagara, Inneke Kusumawati saat membuka acara pelatihan sekaligus menyampaikan paparan seputar BBPKH Cinagara, Kementan RI. Foto-foto: hendri irawan/porosbumi.com


HUJAN deras yang mengguyur Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat dari pagi hingga malam, tak membuat kendur semangat puluhan wartawan memadati aula Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Dinginnya cuaca di kawasan yang dipagari bukit, hutan, dan diseling kebun sayuran itu, seolah tak lagi dihiraukan.

Hari itu, para awak media yang kesehariannya biasa berkutat dengan urusan berita, kali ini terlihat betah berlama-lama dan terlihat sangat antusiasme menyimak paparan demi paparan yang disampaikan petugas BBPKH Cinagara. Mereka mengikuti Bimbingan Teknis Ternak Ayam Petelur Bagi Wartawan, yang diselenggarakan di BBPKH Cinagara, Kementan RI.


Baca Lainnya :

Pelatihan yang terbagi dua gelombang, Kamis dan Jumat (20-21 November 2025), itu sebuah program yang dikhusus bagi wartawan yang kehilangan pekerjaan karena terkena layoff, dan ada juga yang masih aktif bekerja di sebuah perusahaan media.

“Sebelum kita masuk ke topik utama pelatihan, coba sebutkan jenis-jenis ayam yang Anda ketahui,” tanya Dayat Hermawan, salah satu petugas Widyaiswara BBPKH Cinagara, membuka sesi pertama pertemuan pagi itu.

Sontak puluhan wartawan yang tadinya serius, berebutan menjawab. “Ayam kampung pak…”

“Ayam negeri…”

“Ayam Bangkok…”

“Ayam kampus pak…,” celetuk seorang wartawan yang langsung disambut geeerrr wartawan lainnya, tak kecuali petugas BBPKH Cinagara.

“He…hee…inilah kalau sudah berhadapan dengan wartawan, orang lapangan itu memang selalu bisa membuat suasana jadi terasa menyenangkan,” ujar Dayat Hermawan sambil tertawa renyah.

“Cuma kalau ayam kampus, itu sudah beda kategorinya,” sambung Dayat yang lagi-lagi tak bisa menahan tawanya.


Sepanjang pelatihan, canda dan gelak tawa kerap terdengar, memecah suasana yang tadinya serius. Keseruan dan joke-joke segar yang terlontar, baik dari wartawan maupun petugas yang menyampaikan paparan, makin membuat suasana pelatihan menjadi hangat dan penuh keakraban. Ditambah lagi aneka kue, kopi dan teh, membuat para wartawan seperti makin enggan bergeser dari tempat duduknya.

“Profesi saya itu Widyaiswara, tukang ngomong. Saya itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tugas utamanya mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS lainnya di lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah. Tapi kali ini berhadapan dengan wartawan, yang biasa mewawancara orang, jadi agak grogi saya,” tutur Dayat, menjelaskan sekilas tentang profesinya.

Di sesi berikutnya, Kepala BPPKH Cinagara, Inneke Kusumawati yang berkesempatan membuka pelatihan, menyambut baik antusiasme para wartawan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan ternak ayam petelur. Kata dia, langkah ini sebagai salah satu wujud nyata mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan sebagaimana yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau dari kami, mana kala ada permintaan untuk memberikan pelatihan, kita akan siap. Kita juga masih menunggu kegiatan yang jelas atau program yang clear dari Direktorat PKH. Tapi pada prinsipnya, kita akan siap,” ujarnya.

Inneke mengatakan, selain ketahanan pangan, BPPKH juga fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Nah, kita di Kementerian Pertanian juga diturunkan dari program Bapak Menteri untuk swasembada pangan, tanaman pangan dan sekarang kita sudah mulai mengarah kepada swasembada daging, telur, susu, atau swasembada pangan asal hewan,” katanya.

Inneke dan jajarannya pun siap untuk mendorong suksesnya ketahanan pangan yang diupayakan para wartawan. “Pertama tentu kita menyiapkan SDM-nya. Seperti sekarang, kita ada bimtek (bimbingan teknis) untuk peternak ayam petelur. Kita memberikan penguatan bagaimana sebetulnya melakukan budidaya ayam petelur yang baik,” jelasnya.

“Terkait dengan pakannya, vitaminnya, kandangnya, bagaimana menangani ayam-ayam itu sendiri supaya tidak stres. Karena kalau stres, dia tidak akan bertelur,” timpal dia lagi.

Masalah lainnya yang harus diperhatikan oleh para peternak ayam petelur adalah pakan. “Kalau pakannya tepat, itu kita akan memperbaiki metabolismenya. Jadi memang menangani ternak ini tidak mudah karena dia punya metabolisme yang harus kita perbaiki apabila ada kesalahan-kesalahan atau penyakit-penyakit yang akan mengganggu metabolismenya.”

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Depok, Rizki Tri Ruspanji atau yang akrab disapa Iyung, mengaku sangat bersyukur dengan adanya program pelatihan ternak ayam petelur. “Tentu kami berharap, program ini dapat berjalan dengan lancar sehingga bisa memberi kontribusi untuk warga Depok,” ujarnya.

Gayung bersambut, langkah jurnalis Depok mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghibahkan sekitar 210 ekor ayam petelur untuk dikelola para jurnalis Depok.

Tidak hanya jurnalis Depok, para jurnalis yang berasal dari Jabodetabek, bahkan Sukabumi, Cianjur, Cimahi dan daerah lainnya yang mengikuti pelatihan di BBPKH Cinagara juga mendapat hibah masing-masing 10 ekor ayam petelur, berikut kandang, pakan dan vitamin. Ayam-ayam inilah yang nantinya diternakkan oleh para wartawan di kediaman masing-masing.

“Kalian para wartawan ini, adalah orang-orang hebat. Memiliki jaringan luas, pandai bergaul dan bermasyarakat. Sekarang saya tantang anda untuk berwirausaha, menjadi entrepreneur di bidang pertanian. Sama-sama mewujudkan ketahanan pangan,” kata Mentan Amran Sulaiman dalam suatu kesempatan diskusi dengan puluhan wartawan, di Jakarta, pada Oktober 2025 lalu.

Amran menegaskan, bahwa tantangan yang disampaikannya ini sangat serius. Bahkan, dia menantang para wartawan yang muda-muda dan punya semangat tinggi, untuk bergabung dalam program Brigade Pangan, Hilirisasi Perkebunan dan sejumlah program ketahanan pangan lainnya yang digulirkan pemerintah.

“Tapi untuk mencapai kesuksesan ini memang tidak mudah. Anda-anda semua harus berjuang. Dan saya yakin kalian pasti bisa,” tegas Amran optimistis. (hendri irawan)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment