- Hilirisasi Grup MIND ID, Transformasi Pertambangan Berbasis Nilai Tambah
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh
- Kepungan Bencana Ekologis dan Keharusan Reformasi Fiskal Sektor Ekstraktif
- Pertumbuhan Ekonomi 2026 Ditaksir 5 Persen, WP Badan Harus Siap Diperiksa
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama
- Penguatan Sektor Riil Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan
Menkeu Ungkap Kegelisahan Pembangunan Infrastruktur di Pedesaan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ungkapkan pengembangan infrastruktur di daerah belum merata.
Apalagi, menurutnya pada pembangunan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) masih jauh dengan negara tetangga lainnya.
Padahal, dalam catatannya Kemenkeu secara anggaran sudah mengalokasikan cukup tinggi buat sektor tersebut. Contohnya, tahun 2016 telah diberikan sebesar Rp 40 triliun. Di mana dana yang diberikan seharunya untuk memperbaiki infrastruktur daerah seperti jalan, jembatan, serta MCK.
Baca Lainnya :
- Petani Sumbing mulai semai benih tembakau0
- Indonesia akan mulai ekspor jagung ke Malaysia0
- Desa Wisata Kampoeng Goenoeng, eksotika keelokan suasana pedesaan0
- Bupati Kupang Optimis Capai Swasembada Pangan Melalui Upsus PAJALE0
- RAJA SALMAN: Ketika Raja Salman Kepincut Berinvestasi Homestay dan Desa Wisata di Indonesia0
“Indonesia sangat tertinggal dalam pembangunan MCK. Di setiap rumah di kota memang ada semua, tapi tidak semua di desa ada,” ungkap Sri di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Menkeu melihat, MCK merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya ada disetiap rumah. Namun, di pedesaan masih belum terlaksana dan masih banyak masyarakat yang belum memiliki fasilitas MCK.
“Untuk orang yang tinggal di kota rasanya sudah dianggap itu adalah kebutuhan biasa, setiap rumah ada MCK. Tapi tidak terjadi di semua desa, semua rumah di Republik ini,” jelasnya.
Padahal ia melihat, ketersedian air bersih dan MCK sangat berkaitan dengan produktivitas manusia. Karena tidak adanya MCK dan air bersih akan membuat anak tidak sehat dan kurang gizi.
“Tidak ada MCK dan air bersih sangat tidak mungkin anaknya sehat. Kalau tidak sehat enggak akan produktif. Kalau tidak produktif akan menjadi beban keluarga dan akhinya menjadi beban negara,” tuturnya.
sumber : netralnews.com
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

6.jpg)
.jpg)
1.jpg)
.jpg)

.jpg)

