- Antara Lari dan Seni, Saat Kecepatan Jadi Inspirasi
- Mentan Ajak HIPMI Dongkrak Pertanian Indonesia Naik Kelas ke Panggung Dunia lewat Hilirisasi
- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
Penjaga Pantai AS Temukan Gunung Berapi Bawah Laut Semburkan Gas di Alaska

Keterangan Gambar : Penjaga Pantai AS dan sejumlah ilmuwan menemukan struktur setinggi 1.640 kaki (500 meter) di dasar laut lepas Pantai Alaska. Foto/NOAA
WASHINGTON – Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) dan sejumlah ilmuwan menemukan struktur setinggi 1.640 kaki atau 500 meter di dasar laut. Struktur di dasar laut lepas Pantai Alaska itu tampak seperti gunung berapi bawah laut.
Data yang dikumpulkan dari atas perairan, struktur seperti gunung berapi tersebut memuntahkan gas. Namun, para ilmuwan belum yakin struktur tersebut merupakan gunung berapi bawah laut.
Mengingat titik terdangkal kedalaman struktur tersebut sekitar 5.250 kaki atau 1.600 meter dan tidak menimbulkan risiko bagi navigasi. Para peneliti menemukan struktur tersebut selama misi tiga bagian di atas kapal pemecah es milik Penjaga Pantai AS "Healy" untuk memetakan dasar laut di laut Chukchi dan Beaufort.
Baca Lainnya :
- Halo Robotics memperkenalkan Solusi Drone untuk Operasi SAR0
- Univ Pakuan-Belantara Foundation Edukasi Siswa Mendata Keanekaragaman Hayati0
- 5 Tren Teknologi AI yang Makin Canggih!0
- Ilmuwan Ungkap Penyebab Pasangan Selingkuh, Begini Penjelasan Ilmiahnya0
- Penampakan Langka Penguin Hitam Akibat Mutasi Genetik0
“Meskipun analisis masih berlangsung, temuan ini menarik dan menawarkan wawasan tentang apa yang mungkin ada di bawah permukaan laut, yang sebagian besar masih tidak diketahui,” kata Meghan McGovern, komandan kapal "Fairweather" milik Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) dikutip dari laman Live Science, Jumat (22/11/2024).
Para ilmuwan menemukan struktur tersebut selama tahap pertama misi Healy yang sedang berlangsung, untuk menyelidiki sebagian wilayah Studi Rute Akses Pelabuhan Pantai Arktik Alaska (Arctic PARS) di sepanjang pantai utara Alaska.
Arctic PARS tengah menilai potensi rute pelayaran baru di sepanjang pantai Arktik AS, dari Cape Prince of Wales di Semenanjung Seward Alaska hingga perbatasan AS dengan Kanada di dekat Gordon, Alaska.
Tahap kedua dan ketiga misi ini akan mengundang para ilmuwan muda untuk melakukan berbagai jenis penelitian berbasis laut. Termasuk memetakan dasar laut dan mengambil sampel air untuk mengisi kesenjangan pemahaman para ahli tentang daerah-daerah terpencil ini.
“Sementara kami menunggu rilis data, pemahaman kami saat ini tentang area umum tempat fitur ini ditemukan adalah bahwa gunung berapi muda tidak mungkin berada di lokasi tersebut," kata Tim Orr, seorang ahli vulkanologi dan ahli geologi penelitian di Alaska Volcano Observatory kepada Live Science melalui email.
Orr mengatakan, ada kemungkinan gas yang terdeteksi di atas struktur tersebut terkait dengan proses selain vulkanisme, seperti reservoir hidrokarbon yang terkubur dalam.
“Ada gunung berapi bawah laut di Alaska, seperti gunung berapi Bogoslof yang baru muncul, tetapi gunung berapi tersebut terletak di area vulkanisme yang diketahui, tidak seperti fitur yang dilaporkan oleh Healy,” tambah Orr. (wib)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

