Perusahaan Edwin Pranata Minta Bantuan Investor Borong Sarang Walet Rp105 Miliar

By abdul aziz 24 Nov 2025, 10:46:44 WIB Ekonomi
Perusahaan Edwin Pranata Minta Bantuan Investor Borong Sarang Walet Rp105 Miliar

Keterangan Gambar : Ilustrasi IPO- Istimewa


JAKARTA- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk tengah mencar dana hingga Rp105 miliar  untuk membeli sarang burung wallet melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Sementara ini, perseroan telah mendapatkan pernyataan pra efektif dari OJK untuk melakukan penawaran awal sebanyak-banyak 625 juta saham baru bernominal Rp50 per lembar atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Bagi investor tertarik dapat menawar dengan kisaran harga Rp150-Rp168 per lembar mulai tanggal 24-26 November 2025. Sehingga nilai IPO ini berkisar Rp93,7 miliar hingga Rp105 miliar.

Baca Lainnya :

Rencana ini dapat berjalan mulus jika OJK menyatakan IPO ini efektif pada tanggal 28 November 2025. Jika sesuai jadwal itu, perseroan bersama penjamin emisi efek yakni Samuel Sekuritas Indonesia melakukan penawaran umum pada tanggal 2-4 Desember 2025.

Selanjutnya, dana hasil IPO tersebut digunakan pembelian sarang burung wallet baik melalui perseroan maupun anak usaha yakni Realfood Winta Asia.

Sekedar informasi, Perusahaan ini didirikan oleh Edi Haryono dengan setor modal Rp2,4 miliar. lalu, Budiono setor modal Rp300 juta dan Henry Handoyono ikut setor modal Rp300 juta pada tanggal 11 Agustus 2014.

Tapi saat penyampaian prospktus IPO, Realco Omega Investama  menguasai 97 persen dari total modal disetor senilai Rp125 miliar. Realco dikuasai 56 persen oleh Edwin Pranata

Dalam prospektus IPO itu juga mencantum penjualan periode Januari-Mei 2025 mencapai Rp231,31 milar dengan laba bersih Rp12,38 miliar.  Rasio lancar Perseroan pada tanggal 31 Mei 2025 adalah sebesar 1,19x. Rasio lancar Perseroan untuk tanggal 31 Desember 2024, 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar 1,03x; 0,97x; dan 0,88x.

Tingkat Debt Service Coverage Ratio (DSCR) Perseroan pada tanggal 31 Mei 2025 adalah sebesar 1,87x. Tingkat Debt Service Coverage Ratio (DSCR) Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024, 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar 1,80x ; 1,46x ; dan 1,75x.

Perseroan Mengakui Pk berhadapan dengan pemain mapan yang memiliki skala produksi, jaringan distribusi luas, dan belanja pemasaran signifikan seperti  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), dan PT Kino Indonesia Tbk (KINO).

Kapabilitas mereka dalam inovasi produk, penetapan harga, negosiasi kanal ritel/modern trade, jangkauan digital, dan aktivasi merek menjadi tolok ukur daya saing yang secara langsung memengaruhi penyerapan produk Perseroan dan Perusahaan Anak,” kutipan prospektus pada e-IPO, Senin(24/11/2025).

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment