- Antara Lari dan Seni, Saat Kecepatan Jadi Inspirasi
- Mentan Ajak HIPMI Dongkrak Pertanian Indonesia Naik Kelas ke Panggung Dunia lewat Hilirisasi
- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
Royalindo Investa Tergiur Cuan Gula Hinga Kecerdasan Buatan

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pabrik gula- INDO
JAKARTA
– PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) mengubah fokus bisnis
dari property-centric menjadi perusahaan investasi (holding company)
sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang. Langkah ini
sejalan dengan diversifikasi bisnis yang tengah dilakukan perusahaan.
Direktur
Utama Royalindo Investa, Wijaya Leslie Soemedi mengungkapkan, perseroan
akan mengembangkan beberapa sektor baru, baik secara organik maupun anorganik.
Sebagai langkah awal, perseroan telah mendirikan PT Ratu Gula Asia (RGA),
perusahaan di bidang produksi gula merah atau brown sugar, dengan mitra
strategis. Perusahaan ini berlokasi di Kediri, Jawa Timur.
“Kami
telah rampung pembelian pabrik dengan kapasitas produksi 2.000-3.000 ton gula
per bulan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin(15/12/2025).
Baca Lainnya :
- KNKG Nilai Laporan Tahunan Menthobi Karyatama Cerminkan Praktik Berkelanjutan0
- OJK Minta Sederhanakan Proses Klaim Asuransi Korban Bencana di Sumatera 0
- OJK Resmi Wajibkan Marjin Kripto Miliki Jaminan0
- OJK Gagal ‘Tekan’ Purbaya Lewat DPR Soal Permintaan Insentif Pajak0
- WRI dan Indef Sepakat Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Jangan Korbankan Ekosistem 0
Sejatinya,
rencana pengembangan bisnis gula ini sudah mulai dilakukan sejak 2024 lalu.
Langkah ini kian mantap seiring dengan penambahan modal yang dilakukan
perseroan.
Hingga
September 2025, total modal yang telah disetor perseroan terhadap RGA mencapai
Rp97 miliar. Angka tersebut membuat INDO menjadi pemegang saham mayoritas
dengan kepemilikan saham 71,68 persen.
Bisnis
gula tersebut dinilai memiliki prospek yang menjanjikan seiring dengan
meningkatnya kebiasaan masyarakat untuk mengonsumsi brown sugar sebagai
pemanis alami yang lebih sehat dibanding gula pada umumnya.
Tidak
hanya itu, perseroan juga sedang menyiapkan rencana untuk pengembangan bisnis di sektor lainnya. Saat
ini, INDO tengah membidik perusahaan teknologi berbasis Artificial
Intelligence
(AI). Manajemen INDO masih melakukan pembicaraan terkait rencana akuisisi
perusahaan tersebut.
“Sebagai
perusahaan investasi, kami akan fokus membangun portofolio yang solid dan
berorientasi masa depan. Akuisisi perusahaan AI ini menjadi langkah strategis
untuk memperkuat transformasi kami,” pungkas Leslie.
Hingga
September 2025, laba bersih INDO tercatat meningkat 37 persen year on year
(yoy) menjadi Rp24,76 miliar. Peningkatan ini ditopang tumbuhnya pendapatan
perseroan yang sebesar 12 persen yoy menjadi Rp22,19 miliar.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

