- AHY: Indonesia Kaya Potensi Ekraf yang Bisa Tingkatkan Perekonomian
- Macan Tutul Jawa Puncak Predator di TN Ujung Kulon
- 5 Produk UMKM yang Punya Potensi Besar Ekspor ke Inggris
- Hub UMK Jakarta Raya Wujud Kontribusi PLN Dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal
- Presiden Prabowo Dorong Swasembada Pangan dan Ekonomi Biru Lewat Perikanan Budidaya
- Manfaatkan Energi Matahari, Petani Kopi Cuan Jutaan
- Kaktus Duri Menyengat, Kulit Glowing Sehat Terlihat!
- Kembalinya Candi Lumbung ke Desa Sengi
- Susu: Sapi dan Sastra
- Liverpool vs Man City, Laga Bergengsi Tim Papan Atas Liga Inggris
Balas Serangan IDF ke Beirut, Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel
Keterangan Gambar : Hizbullah menembakkan rentetan roket dan proyektil lainnya ke Israel pada Minggu (24/11/2024) waktu setempat. Foto/Flash90
BEIRUT - Hizbullah menembakkan rentetan roket dan proyektil lainnya ke Israel pada Minggu (24/11/2024) waktu setempat. Balasan itu sebagai respons atas serangan mematikan IDF di pusat komando kelompok militan itu di Beirut.
Militer Israel mengatakan Hizbullah tembakkan sekitar 250 roket dan proyektil lainnya, menandai salah satu rentetan serangan terberat kelompok militan itu dalam beberapa bulan. Dikutip dari laman Fox News, Senin (25/11/2024), beberapa roket mencapai daerah Tel Aviv di jantung Israel.
Militer Lebanon menyebutkan, serangan Israel di pusat militer menewaskan seorang tentara Lebanon dan melukai 18 lainnya di barat daya. Militer Israel mengatakan serangan itu terjadi di daerah pertempuran melawan Hizbullah dan bahwa operasi militer itu ditujukan semata-mata terhadap militan.
Baca Lainnya :
- Stasiun Luar Angkasa Internasional Bocor, Bikin NASA Ketar-Ketir 0
- Rusia Tangkap Warga Inggris yang Bertempur Bersama Ukraina di Wilayah Kursk0
- Ukraina Serang Sistem Pertahanan Udara Canggih Rusia di Kursk0
- Ilmuwan Temukan Alfabet Tertua di Makam Kuno Suriah dari Tahun 2400 SM0
- Kehadiran Indonesia di KTT G20 Perkuat Komitmen Energi Hijau dan Pajak Internasional0
Serangan udara Israel juga menghantam pusat kota Beirut pada Sabtu (23/11/2024). Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan serangan itu menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai 67 orang.
Asap mengepul di atas Beirut lagi pada Minggu dengan serangan baru. Militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan pusat komando Hizbullah dan unit intelijennya di pinggiran selatan Dahiyeh, tempat para militan memiliki kehadiran yang kuat.
Hizbullah mulai menembakkan roket, rudal, dan pesawat nirawak ke Israel setelah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 dari Jalur Gaza memicu perang di sana. Hizbullah telah menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina dan Hamas.
Iran mendukung kedua kelompok bersenjata tersebut. Israel melancarkan serangan udara balasan terhadap Hizbullah. Pada bulan September konflik mencapai tingkat rendah meletus menjadi perang habis-habisan ketika Israel melancarkan serangan udara di sebagian besar wilayah Lebanon dan menewaskan pemimpin tertinggi Hizbullah, Hassan Nasrallah.
Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.700 orang di Lebanon. Pertempuran tersebut telah menyebabkan sekitar 1,2 juta orang mengungsi, atau seperempat dari populasi Lebanon.
Di pihak Israel, sekitar 90 tentara dan hampir 50 warga sipil tewas akibat pemboman di Israel utara dan dalam pertempuran menyusul invasi darat Israel pada awal Oktober. Sekitar 60.000 warga Israel telah mengungsi dari wilayah utara negara itu.
Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 40 tentara Lebanon sejak dimulainya perang antara Israel dan Hizbullah, meskipun militer Lebanon sebagian besar tetap berada di pinggir. Perdana menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, mengutuk serangan terbaru itu sebagai serangan terhadap upaya gencatan senjata yang dipimpin AS. (wib)