Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
Saat kita makan larut malam, sistem metabolisme dipaksa tetap aktif

By Yani Andriyansyah 14 Feb 2026, 10:30:03 WIB Life Style
Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat

Kita sering sibuk memilih menu sehat, kurangi gorengan, tambah sayur, batasi gula. Tapi ada satu hal yang kerap luput dari perhatian—jam makan. Ternyata, kapan kita berhenti makan sama pentingnya dengan apa yang kita makan.


Sebuah penelitian terbaru dari Northwestern Medicine menemukan bukti bahwa berhenti makan setidaknya tiga jam sebelum tidur dapat membantu melindungi jantung dan memperbaiki kontrol gula darah. Menariknya, manfaat ini muncul tanpa kita harus mengurangi jumlah kalori.

Baca Lainnya :


Penelitian ini melibatkan orang dewasa paruh baya hingga lanjut usia yang berisiko mengalami penyakit kardiometabolik seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Alih-alih diminta makan lebih sedikit, mereka hanya diminta memperpanjang puasa malam sekitar dua jam dan tidak makan tiga jam sebelum tidur.


Selain itu, mereka juga meredupkan cahaya di malam hari untuk mendukung ritme alami tubuh. Pendekatannya sederhana, menyelaraskan waktu makan dengan jam biologis atau ritme sirkadian (jam internal) yang mengatur tidur, metabolisme, hingga tekanan darah. Hasilnya? Tubuh merespons dengan lebih harmonis.


Jantung Ikut Beristirahat


Selama 7,5 minggu, 39 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas berusia 36 hingga 75 tahun mengikuti pola ini. Sebagian memperpanjang puasa malam menjadi 13–16 jam, sementara yang lain tetap pada kebiasaan biasa sekitar 11–13 jam.


Kelompok yang berhenti makan lebih awal menunjukkan perubahan positif. Saat tidur, tekanan darah dan detak jantung mereka turun secara lebih alami—sebuah pola sehat yang memungkinkan sistem kardiovaskular benar-benar beristirahat. Di siang hari, tubuh mereka juga lebih efektif mengelola gula darah, tanda bahwa fungsi insulin membaik.


Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology ini menambah bukti bahwa pola makan terbatas waktu (time-restricted eating) bukan sekadar tren, melainkan strategi yang punya dasar ilmiah kuat.


Kenapa Ini Penting?


Kesehatan kardiometabolik yang buruk kini menjadi masalah umum. Tekanan darah tinggi, gula darah tidak stabil, hingga resistensi insulin bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit hati berlemak, dan gangguan jantung.


Yang menarik, pendekatan ini relatif mudah dijalani. Karena sebagian besar waktu puasa terjadi saat kita tidur, banyak peserta merasa pola ini lebih ringan dibanding diet ketat yang menuntut hitung kalori setiap hari.


Temuan ini memberi pesan yang mudah dipraktikkan, selesaikan makan malam lebih awal dan beri tubuh waktu lebih panjang untuk beristirahat dari proses mencerna makanan. Tubuh kita bekerja mengikuti ritme alami. Saat kita makan larut malam, sistem metabolisme dipaksa tetap aktif ketika seharusnya bersiap untuk pemulihan. Dengan berhenti makan tiga jam sebelum tidur, kita membantu jantung, hormon, dan sistem metabolisme bekerja selaras.


Kadang perubahan kecil seperti memajukan jam makan malam bisa membawa dampak besar. Bukan soal diet ekstrem, tapi soal memberi tubuh jeda yang cukup. Mungkin, di situlah rahasia sederhana menjaga jantung tetap kuat seiring waktu.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment