5 Cara Biar Remaja Tetap Aman di Internet, Tanpa Drama dan Jadi Polisi Gadget
Menjaga remaja tetap aman saat online nggak harus dengan cara ekstrem

By Yani Andriyansyah 13 Feb 2026, 14:02:10 WIB Life Style
5 Cara Biar Remaja Tetap Aman di Internet, Tanpa Drama dan Jadi Polisi Gadget

Keterangan Gambar : Jadikan diskusi sebagai ruang aman bagi anak yang menggunakan gadget


Setiap tahun, Safer Internet Day jadi pengingat bahwa dunia maya itu seru, tapi juga penuh tantangan. Buat remaja, internet adalah tempat nongkrong, cari inspirasi, belajar hal baru, sampai curhat lewat story. Buat orang tua? Kadang bikin deg-degan.


Kabar baiknya, menjaga remaja tetap aman saat online nggak harus dengan cara ekstrem seperti menyadap chat atau perang soal screen time setiap malam. Ada cara yang lebih santai, hangat, dan tetap efektif. Ini dia 5 tips simpel yang bisa langsung dipraktikkan di rumah.

Baca Lainnya :


1. Tetap Kepo dengan Dunia MerekaTapi Gunakan Cara Asyik


Media sosial buat remaja itu bukan cuma tempat scroll nggak jelas. Di sana mereka bisa menemukan hobi baru, gabung komunitas, ikut tren kreatif, atau belajar skill baru


Mungkin Anda nggak ngerti kenapa mereka ketawa lihat meme tertentu atau ngefans sama kreator yang namanya asing. Tapi coba deh tanya, lagi suka konten apa sekarang? kenapa kamu suka akun itu? atau serunya apa sih di aplikasi itu?


Obrolan kecil kayak gini bikin mereka merasa didengar, bukan diinterogasi. Ketika merasa aman bercerita, mereka juga lebih terbuka kalau ada hal yang bikin nggak nyaman.


2. Bangun Obrolan Dua Arah, Bukan Diceramahin


Keamanan digital itu bukan cuma soal setting privasi. Yang lebih penting kepercayaan. Coba ngobrol santai tentang beberapa hal, misalnya apa yang paling mereka suka saat online? kalau dapat DM dari orang asing, harus gimana? kapan waktu yang pas buat istirahat dari gadget? Jangan langsung menghakimi atau panik. Jadikan diskusi sebagai ruang aman. Remaja yang merasa dipercaya cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan.


3. Manfaatkan Fitur Keamanan yang Ada


Banyak orang tua belum tahu bahwa platform seperti Instagram, Facebook, dan Messenger sudah punya sistem perlindungan khusus untuk remaja. Beberapa perlindungan otomatisnya antara lain, orang asing tidak bisa kirim pesan sembarangan, hanya teman yang bisa memberi tag, konten yang tidak sesuai usia otomatis difilter, bahkan gambar mencurigakan di DM bisa diburamkan.


Untuk remaja di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan tertentu bahkan perlu izin orang tua. Artinya? Anda nggak mulai dari nol. Sistemnya sudah dirancang untuk membantu.


4. Atur Screen Time Tanpa Perang Dingin


Negosiasi soal waktu main gadget memang klasik. Tapi sekarang ada cara yang lebih elegan. Beberapa platform menyediakan sejumlah fitur seperti pengingat otomatis setelah 60 menit penggunaan, mode tidur yang aktif di jam tertentu (misalnya 22.00–07.00), notifikasi yang dimatikan saat jam istirahat. Ada juga fitur pengawasan orang tua untuk batas waktu harian.


Kalau mau lebih terstruktur, Anda juga bisa memanfaatkan sumber edukasi seperti Family Center Education Hub, yang menyediakan panduan tentang pengawasan digital dan komunikasi keluarga. Yang penting bukan cuma durasinya, tapi kualitas penggunaannya.


5. Update Cara Ngobrol Seiring Mereka Tumbuh


Apa yang dibahas saat mereka usia 13 tahun belum tentu relevan saat 16 tahun. Dunia digital berubah cepat. Tren, aplikasi, dan tantangan baru terus muncul. Karena itu, jangan berhenti belajar, ikuti perkembangan platform yang mereka pakai, jadikan rumah tempat paling aman untuk cerita


Kalau suatu hari mereka mendapat pesan aneh, komentar jahat, atau merasa tertekan karena media sosial, Anda ingin menjadi orang pertama yang mereka datangi—bukan yang terakhir mereka beri tahu. Pada akhirnya, bukan soal kontrol, tapi soal koneksi. Fitur keamanan penting, batasan waktu juga perlu. Tapi pengaruh paling kuat tetap datang dari hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.


Tetap kepo, tetap ngobrol, tetap hadir, karena di dunia yang serba online ini, rasa aman justru berawal dari rumah.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment