BRIN Pimpin Penelitian Internasional Pemuliaan Pisang Liar untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Proyek ini diharapan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberi kontribusi global

By Yani Andriyansyah 12 Feb 2026, 19:24:53 WIB Pangan
BRIN Pimpin Penelitian Internasional Pemuliaan Pisang Liar untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Keterangan Gambar : Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah pisang liar


Di balik sederet tantangan pangan dunia, pisang ternyata menyimpan cerita penting. Bagi jutaan orang di Indonesia dan Afrika, buah ini bukan sekadar camilan, melainkan sumber karbohidrat utama yang menopang kehidupan sehari-hari. Namun, ancaman penyakit seperti layu Panama dan Banana Bunchy Top Virus (BBTV) terus menghantui perkebunan pisang di berbagai belahan dunia.


Melihat kondisi itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia mengambil langkah strategis. Lembaga ini memimpin proyek penelitian internasional untuk mengembangkan varietas pisang liar yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Lewat proyek ini diharapan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberi kontribusi global.

Baca Lainnya :


Membiakkan varietas pisang yang tahan terhadap hama dan penyakit adalah solusi jangka panjang yang paling berkelanjutan,” ujar Kepala Pusat Penelitian Rekayasa Genetika BRIN, Ratih Asmana Ningrum. 


Ia menekankan bahwa patogen tanah seperti Fusarium sangat sulit dikendalikan karena mampu bertahan lama, sehingga diperlukan pendekatan genetika yang lebih mendalam. Indonesia, kata Ratih, memiliki kekayaan plasma nutfah pisang liar yang diyakini sebagai nenek moyang varietas budidaya. 


Dari keragaman inilah BRIN berupaya mengidentifikasi sifat-sifat ketahanan alami dan karakteristik unggul lain yang bisa diturunkan ke varietas baru. “Keragaman pisang liar adalah harta genetik yang bisa menjadi kunci menghadapi ancaman penyakit,” tambahnya.


Penelitian ini tidak berhenti di laboratorium. Genotipe pisang tahan penyakit yang dihasilkan akan didistribusikan melalui mitra internasional seperti International Institute of Tropical Agriculture (IITA) untuk mendukung produksi pisang di Afrika. Sementara itu, BRIN bersama kementerian terkait akan mengawasi distribusi di Asia Tenggara.


Langkah ini menegaskan peran Indonesia sebagai pusat inovasi pangan berbasis biodiversitas. Di tengah krisis pangan global, upaya BRIN bukan hanya tentang menyelamatkan pisang, tetapi juga tentang menjaga masa depan jutaan orang yang bergantung pada buah tropis ini.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment