- Saat Tanah Menjerit, Siapa yang Mendengar?
- 6 Cara Menjaga Kesehatan Jantung, Organ yang Menentukan Hidup Kita
- Secangkir Kopi di Pagi Hari, Sahabat Jantung atau Ancaman Tersembunyi?
- Ingat! Sejumput Garam Bisa Menentukan Hidup dan Mati
- Kementrans Kirim Tim Investigasi Kasus Pencabutan Sepihak SHM Transmigran di Kotabaru Kalsel
- Ketika Lapar Tak Hanya Soal Perut, Krisis Sunyi di Balik Ketidakamanan Pangan
- BRIN Pimpin Penelitian Internasional Pemuliaan Pisang Liar untuk Perkuat Ketahanan Pangan
- Kunjungan AHY di Bumi Sriwijaya Perkuat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Strategis Sumsel
- Ide Baterai Thomas Edison yang Sempat Hilang, Kini Bangkit untuk Era Energi Terbarukan
- Begini Cara Tidur Yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Secangkir Kopi di Pagi Hari, Sahabat Jantung atau Ancaman Tersembunyi?
Apakah minum kopi bisa meningkatkan tekanan darah? Begini penjelasannya

Keterangan Gambar : Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, tapi ritual, jeda sejenak dari kesibukan, atau teman berpikir
Bagi banyak orang, pagi belum benar-benar dimulai sebelum aroma kopi memenuhi ruangan. Secangkir kopi hangat menjadi teman bekerja, berdiskusi, bahkan sekadar menenangkan diri. Namun di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan yang tak pernah benar-benar hilang; apakah minum kopi bisa meningkatkan tekanan darah?
Tekanan Darah Tinggi, “Pembunuh Diam-Diam”
Baca Lainnya :
- Ingat! Sejumput Garam Bisa Menentukan Hidup dan Mati0
- Ketika Lapar Tak Hanya Soal Perut, Krisis Sunyi di Balik Ketidakamanan Pangan0
- BRIN Pimpin Penelitian Internasional Pemuliaan Pisang Liar untuk Perkuat Ketahanan Pangan0
- Ide Baterai Thomas Edison yang Sempat Hilang, Kini Bangkit untuk Era Energi Terbarukan0
- Begini Cara Tidur Yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung0
Tekanan darah tinggi—atau hipertensi—terjadi ketika aliran darah terus-menerus menekan dinding arteri dengan kuat. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.
Masalahnya, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala. Banyak orang merasa sehat, padahal tekanan darahnya sudah berada di angka berbahaya. Di berbagai negara, sekitar satu dari tiga orang dewasa hidup dengan kondisi ini. Tak heran jika muncul kekhawatiran; apakah kebiasaan minum kopi ikut memperburuk keadaan?
Apa Sebenarnya yang Ada di Dalam Kopi?
Kopi berasal dari biji yang dipanggang dan diseduh. Kandungan utamanya adalah kafein—zat alami yang membantu kita merasa lebih segar dan fokus. Namun kopi bukan hanya soal kafein, tetapi juga soal kandungan antioksidan dan polifenol, senyawa yang dalam berbagai penelitian dikaitkan dengan manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit hati.
Jadi, di satu sisi kopi tampak “bersahabat”. Di sisi lain, kafein dikenal bisa meningkatkan tekanan darah. Lalu mana yang benar?
Apa Kata Penelitian?
Sejumlah penelitian mencoba menjawab pertanyaan ini. Hasilnya? Tidak selalu sama. Beberapa studi menemukan fakta bahwa minum kopi memang menyebabkan kenaikan kecil tekanan darah. Namun kenaikan ini bersifat sementara—biasanya hanya berlangsung beberapa jam sebelum kembali normal. Kafein diduga menjadi penyebab efek jangka pendek tersebut.
Sementara meta-analisis yang menggabungkan 11 uji klinis terkontrol menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah yang kecil tetapi signifikan secara statistik. Artinya, secara ilmiah ada perubahan, meski tidak besar.
Namun penelitian lain memberikan gambaran berbeda. Studi besar yang mengikuti lebih dari 500.000 orang dewasa di Inggris selama 10 tahun tidak menemukan hubungan signifikan antara konsumsi kopi dan risiko hipertensi jangka panjang. Ada juga penelitian yang awalnya melihat hubungan positif antara kopi dan tekanan darah tinggi, tetapi setelah memperhitungkan faktor lain seperti usia, berat badan, dan kebiasaan merokok, hubungan itu menjadi lemah.
Perbedaan hasil ini bisa dipengaruhi banyak faktor seperti jumlah kopi yang diminum, kebiasaan minum jangka panjang, sensitivitas individu terhadap kafein, jenis kopi (hitam tanpa gula atau dengan tambahan gula dan krim).
Jadi, Haruskah Berhenti Minum Kopi?
Bagi kebanyakan orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang tampaknya tidak meningkatkan risiko tekanan darah tinggi secara signifikan dalam jangka panjang. Namun ada pengecualian.
Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin mengalami jantung berdebar atau lonjakan tekanan darah setelah minum kopi. Mereka yang sudah memiliki hipertensi juga sebaiknya lebih berhati-hati dan memantau respons tubuhnya. Jika muncul keluhan seperti pusing, jantung berdebar, atau tekanan darah naik setelah minum kopi, mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengurangi konsumsi atau beralih ke kopi tanpa kafein.
Kunci Utamanya Tetap Gaya Hidup Seimbang
Pada akhirnya, kopi hanyalah satu bagian kecil dari pola hidup. Tekanan darah lebih banyak dipengaruhi banyak faktor di antaranya pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, kurang tidur, dan kebiasaan merokok.
Menjaga berat badan ideal, rutin bergerak, mengelola stres, dan memeriksa tekanan darah secara berkala tetap menjadi strategi paling efektif untuk menjaga kesehatan jantung.
Menikmati Kopi dengan Bijak
Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, tapi ritual, jeda sejenak dari kesibukan, atau teman berpikir. Kabar baiknya, bagi sebagian besar orang sehat, secangkir atau dua cangkir kopi sehari kemungkinan besar tidak menjadi ancaman serius bagi tekanan darah.
Namun seperti banyak hal dalam hidup, kuncinya ada pada keseimbangan. Nikmati kopi Anda. Dengarkan tubuh Anda. Dan jangan lupakan kebiasaan sehat lainnya yang jauh lebih menentukan kesehatan jantung dalam jangka panjang.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

