- Dilema Meremajakan Tanah dan Alam Melalui Pertanian Regeneratif
- Kades di Tapteng Ramai-Ramai Surati Presiden, Minta Pelurusan Penyebab Banjir Longsor DAS Aek Garoga
- 8 Desa Wisata di Indonesia Buat Kamu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal
- Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?
- Apakah Venezuela Masih Jadi Kekuatan Besar di Pasar Minyak Global?
- RDMP Balikpapan: Sumur Mathilda yang Kini Garda Terdepan Energi Indonesia Timur
- Tak Ada Pilihan Lain, Indonesia Harus Menjadi Pengendali Harga Nikel Dunia
- Riset BRIN Ungkap Faktor Emisi Karbon Lamun Indonesia, Jawa–Sumatra Tertinggi
- Agroforestri, Memadukan Pertanian dengan Restorasi Hutan
- Mengulik Pertanian Molekuler Tanaman di Era Bioekonomi untuk Ketahanan Pangan Masa Depan
Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?
3.jpg)
ANTRE panjang di depan restoran kini
jadi pemandangan yang makin biasa. Dari pagi hingga malam, orang rela berdiri
berjam jam demi seporsi makanan yang sedang ramai dibicarakan.
Media sosial ikut memanaskan suasana. Video review berseliweran,
potongan antrean terlihat seperti validasi bahwa tempat tersebut memang layak
dicoba. Pertanyaannya sederhana tapi relevan. Apakah antre di restoran viral
benar benar sepadan dengan waktu, tenaga, dan uang yang dikeluarkan?
Kenapa Restoran Viral Selalu Ramai?
Baca Lainnya :
- VRICreatives Luncurkan Tiga Website Budaya Jepang di Indonesia0
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre0
- Renjana: Luapan Hasrat, Ungkapan Terdalam Hati Seniman0
- Hadir di Bundaran Ocarina Batam, Cita Rasa Bangka Kini Lebih Dekat Lewat Lempah Kuning Muara0
- 8 Makanan Tertua di Indonesia, Sudah Coba Belum?0
Ada beberapa alasan kenapa restoran viral cepat dipenuhi
antrean. Faktor pertama tentu rasa penasaran. Saat banyak orang membicarakan
satu tempat, rasa ingin mencoba ikut terbentuk secara alami.
Faktor kedua adalah efek visual. Konten makanan yang
terlihat menggoda sering memicu keinginan spontan. Apalagi jika disertai narasi
pengalaman personal dari kreator favorit. Antrean kemudian berubah menjadi
bagian dari pengalaman itu sendiri.
Di titik tertentu, antre bukan lagi sekadar menunggu
makanan, tapi juga bagian dari cerita yang ingin dibagikan kembali.
Antre sebagai Pengalaman Sosial
Bagi sebagian orang, antre justru dianggap seru. Datang
bersama teman, ngobrol sambil menunggu, lalu memotret makanan saat akhirnya
tiba. Antrean menjadi aktivitas sosial yang memberi rasa kebersamaan.
Dalam konteks ini, waktu menunggu tidak sepenuhnya terasa
sia sia. Nilai yang dicari bukan hanya rasa, tapi juga momen dan pengalaman.
Namun, pengalaman ini sangat subjektif. Tidak semua orang
menikmati keramaian dan waktu tunggu yang panjang.
Biaya yang Sering Tidak Disadari
Saat membicarakan worth it atau tidak,
biaya tidak hanya soal harga makanan. Ada biaya lain yang sering luput dari
perhatian, seperti waktu yang terpakai, energi yang terkuras, dan potensi
pengeluaran tambahan.
Antre lama bisa membuat kamu lapar berlebihan lalu memesan
lebih banyak dari rencana awal. Belum lagi jika akhirnya tergoda mencoba menu
lain karena merasa sudah menunggu terlalu lama.
Antara Ekspektasi dan Realita Rasa
Salah satu risiko restoran viral adalah ekspektasi yang
terlalu tinggi. Saat hype besar, standar rasa ikut naik. Ketika rasa yang
didapat terasa biasa saja, kekecewaan mudah muncul.
Bukan berarti makanannya buruk. Namun rasa enak sering
bersifat personal. Apa yang cocok untuk banyak orang belum tentu sesuai dengan
selera kamu.
Menilai worth it atau tidak akan sangat
dipengaruhi oleh seberapa realistis ekspektasi yang kamu bawa sejak awal.
Kapan Antre Bisa Dibilang Sepadan?
Antre bisa terasa sepadan jika kamu datang dengan niat dan
kondisi yang tepat. Misalnya, kamu memang ingin mencoba karena penasaran,
datang di waktu santai, dan antrean menjadi bagian dari agenda hari itu.
Antre juga terasa lebih masuk akal jika restoran tersebut
menawarkan sesuatu yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain. Entah dari
segi konsep, teknik memasak, atau pengalaman makan yang berbeda.
Pengaruh Tren terhadap Pola Konsumsi
Fenomena restoran viral menunjukkan bagaimana tren
memengaruhi cara kita mengonsumsi. Keputusan sering diambil karena dorongan
sosial, bukan kebutuhan.
Kesadaran ini penting agar kamu tetap punya kendali. Tidak
semua yang viral harus dicoba, dan tidak semua antre perlu diikuti. Memilih
dengan sadar membantu kamu menikmati pengalaman tanpa rasa menyesal setelahnya.
Peran Pembayaran Digital di Tengah Keramaian
Di restoran viral, antrean kasir sering sama panjangnya
dengan antrean masuk. Proses pembayaran yang lama bisa memperpanjang pengalaman
menunggu. Di sinilah pembayaran digital terasa membantu. Transaksi jadi lebih
cepat dan praktis, terutama saat tempat sedang ramai dan penuh tekanan.
Opsi Transaksi QRIS di neobank
Bayar pakai QRIS di neobank dari Bank Neo Commerce bisa
menjadi pilihan praktis saat berburu kuliner viral. Kamu tinggal scan, bayar,
dan selesai tanpa perlu repot menyiapkan uang tunai atau menunggu kembalian.
Selain cepat, transaksi juga tercatat rapi di aplikasi. Kamu
bisa melihat pengeluaran kuliner dengan lebih jelas dan tetap menjaga kontrol
keuangan, meski sedang ikut tren.
Fenomena antre di restoran viral tidak selalu soal benar
atau salah. Worth it atau tidak sangat bergantung pada tujuan,
kondisi, dan ekspektasi kamu sendiri. Dengan keputusan yang sadar dan metode
pembayaran yang praktis seperti QRIS di neobank, pengalaman kuliner bisa tetap
seru tanpa mengorbankan kenyamanan dan kendali finansial.
Selain itu, kamu juga bisa nikmati promo QRIS neobank di
merchant tertentu dan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Jika ingin mempelajari fitur QRIS yang tersedia, kamu bisa
mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Klik QRIS neobank untuk info lengkap dan syarat dan
ketentuan terbaru tentang QRIS neobank.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta
penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
.jpg)
1.jpg)

.jpg)


.jpg)

.jpg)

.jpg)

