- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
Harga Stabil, Petani Kesulitan Jual Padi dan Beras

LAMPUNG SELATAN - Memasuki musim panen kali ini, harga gabah dan beras di daerah Lampung Selatan tidak mengalami penurunan, bahkan cenderun stabil. Namun, kualitasnya buruk sehingga petani dan pedagang beras sulit menjual hasil panennya.
Sebulan menjelang panen tiba, harga padi dan beras di Kecamatan Palas, Sragi, Ketapang, Sidomulyo, Candi Puro, dan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan relatif stabil dan tidak mengalami penurunan.
Meski demikian, petani masih kesulitan untuk menjual hasil panennya ke tengkulak, karena kualitasnya tidak baik, dampak cuaca buruk akibat banjir beberapa waktu lalu.
Budi, pemilik pabrik penggilingan pagi mengatakan, harga padi untuk jenis IR 64 kualitas sedang hanya Rp450 ribu per kuintal. "Kalau kualitas tinggi sekitar Rp470 ribu sampai Rp500 ribu per kuintal," kata dia, Rabu (8/3/2017).
Sementara, saat musim panen harga padi berkisar Rp380 ribu sampai Rp390 ribu per kuintal dan harga beras kualitas sedang sekitar Rp7.300 per kilogram (kg) dan untuk kualitas tinggi berkisar Rp7.700 per kg.
Meski demikian para distributor khawatir kesulitan untuk menjual dikarenakan kualitas padi dan beras mengalami penurunan yang akan di panen nanti.
Sementara harga beras di pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan juga relatif stabil namun omzet para pedagang juga mengalami penurunan. hal ini disebabkan sepinya para pembeli beras di karenakan warga mengalami kesulitan ekonomi.
Yani, salah seorang pedagang di daerah tersebut berharap penjualan padi dan beras mengalami kenaikan agar omzet mengalami kenaikan.
Sumber : ekbis.sindonews.com
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

