- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Petambak udang Kulon Progo nikmati panenan

KULON PROGO. Petambak udang di Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memanen dengan hasil yang bagus dan harga jual tinggi. Diperkirakan, hal itu karena dukungan cuaca yang bagus dalam beberapa bulan terakhir.
"Cuaca beberapa bulan terakhir yang bagus untuk budi daya udang. Di lahan 2.000 meter persegi dapat dipanen 2,5 ton udang," kata Purhadi, salah satu petambak, Kamis (5/1)
Ia mengatakan harga udang di tingkat petambak juga sangat bagus. Udang ukuran 100 harganya Rp 56.000 per kg. Purhadia memanen udang ukuran 40 dengan harga jual Rp 80.000 per kg. "Hasil panen kali ini sangat bagus. Keuntungan yang kami dapatkan juga cukup besar," katanya.
Baca Lainnya :
- Kunjungi Pasar Tanjung Jember, Mendag Banjir Keluhan Pedagang0
- Ikan beku Makassar ditarget masuk pasar Eropa0
- Sulteng minta dukungan Kementan kembangkan kakao0
- Investor Lirik Beras Adan0
- Benih jagung hibrida Monsanto melonjak 368 persen di musim hujan0
Ia mengatakan udang hasil panenan dibeli tengkulak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tengkulak menjual udang kepada eksportir yang akan mengirim ke Hong Kong.
"Pasaran udang ukuran besar, semua ekspor. Pasar lokal lebih memilih ukuran kecil karena daya beli konsumen lokal rendah," kata Purwadi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKPP) Kulon Progo Sudarna mengatakan berupaya menambah luasan lahan budi daya perikanan untuk mengganti 50 hektare yang berkurang akibat pembangunan bandara di wilayah itu. Hal tersebut menyebabkan produksi perikanan budi daya turun 850 ton pada 2016.
Produksi budi daya ikan pada 2015 mencapai 14.338 ton, tapi pada 2016 turun menjadi 13.364 ton. "Penurunan produksi karena lahan udang dan lele di Kecamatan Temon seluas 50 hektare hilang," kata Sudarna.
sumber : kontan
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

