- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
Investor Lirik Beras Adan

PROKAL.CO, PRODUKSI pertanian di wilayah Kabupaten Nunukan seperti beras adan, kakao dan pisang bakal ditingkatkan, karena dianggap berpotensi untuk meningkatkan ekspor hasil pertanian.
Disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Heri Rusdiyono, untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di kawasan perbatasan itu, akan dilakukan kajian. Apalagi, dia menyebutkan telah ada investor yang berminat.
“Sudah ada MoU (Memorandum of Understanding) dari Kementerian Pertanian dan pihak Malaysia di sektor pertanian,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (15/3).
Baca Lainnya :
- Benih jagung hibrida Monsanto melonjak 368 persen di musim hujan0
- Pengelolaan sampah di Kabupaten Pati jadi sumber kesejahteraan warga0
- Lingga Kembangkan 100 Hektare Lahan Pakan Ternak0
- Membangun dari Desa0
- Percepatan Transformasi Petani, Ini Tiga Tantangan Utamanya0
Selain kajian pengembangan ketiga komoditas di perbatasan, dalam waktu dekat tim dari Kementerian Pertanian pun, lanjutnya, akan melakukan bertemu Gubernur Irianto Lambrie dan Bupati Nunukan.
“Tujuannya untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi. Karena yang memiliki kebijakan terhadap investasi kan ada di kepala daerah,” ujarnya.
Dia jugamenyebutkan, rencananya Menteri Pertanian akan turut hadir untuk meresmikan pengembangan ekspor pertanian di kawasan perbatasan. Seperti halnya yang pernah dilakukan di Entikong, Kalimantan Barat.
Sementara untuk kawasan perbatasan lain yang berada di Kabupaten Malinau, pihaknya masih melakukan survei potensi apa saja yang akan dikembangkan. “Awalnya keinginan dari Kabupaten Malinau mau mengembangkan jenis buah-buahan. Tapi saat ini belum menentukan buah apa yang akan dikembangkan,” ujarnya. (san/fen)
sumber : bulungan.prokal.co
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

