- Dilema Meremajakan Tanah dan Alam Melalui Pertanian Regeneratif
- Kades di Tapteng Ramai-Ramai Surati Presiden, Minta Pelurusan Penyebab Banjir Longsor DAS Aek Garoga
- 8 Desa Wisata di Indonesia Buat Kamu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal
- Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?
- Apakah Venezuela Masih Jadi Kekuatan Besar di Pasar Minyak Global?
- RDMP Balikpapan: Sumur Mathilda yang Kini Garda Terdepan Energi Indonesia Timur
- Tak Ada Pilihan Lain, Indonesia Harus Menjadi Pengendali Harga Nikel Dunia
- Riset BRIN Ungkap Faktor Emisi Karbon Lamun Indonesia, Jawa–Sumatra Tertinggi
- Agroforestri, Memadukan Pertanian dengan Restorasi Hutan
- Mengulik Pertanian Molekuler Tanaman di Era Bioekonomi untuk Ketahanan Pangan Masa Depan
Ratusan Guru di Bontang Ikuti Pelatihan Kecerdasan Buatan Agar Melek Teknologi
Perkuat sektor pendidikan dengan mendorong inovasi berbasis AI

Keterangan Gambar : Sejumlah guru di Bontang, Kalimantan Timur mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI)
Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sudah merambah hampir di semua sektor kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Karena itu, upaya percepatan transformasi pendidikan melalui pemanfaatan AI menjadi keniscayaan.
Upaya inilah yang dilakukan Biji-biji Initiative, organisasi sosial yang berkomitmen untuk menciptakan solusi berkelanjutan dan inovatif dalam memberdayakan komunitas. Lembaga yang berdiri sejak 2013 silam itu menggandeng PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) menggelar Pelatihan Microsoft Elevate: AI for Educators bertema “Merancang Ekosistem AI untuk Pendidikan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur, 12–13 Januari 2026.
Baca Lainnya :
- RSUD Tamiang Kembali Beroperasi, Kementerian PU Lanjutkan Pembersihan Lumpur dan Sediakan Air Bersih0
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh0
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan0
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu0
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama0
“Kami berkomitmen terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pendidik,” ujar Rashvin, CEO Biji-biji Initiative.
Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif Microsoft Elevate, sebuah program kolaboratif dari Microsoft yang berfokus pada pembekalan keterampilan AI bagi talenta digital Indonesia serta mendorong inovasi AI yang berdampak luas, termasuk pemberdayaan para pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi AI untuk memperkuat sektor pendidikan nasional.
Melalui program ini, AI diperkenalkan untuk mendukung guru dalam menyusun silabus dan rencana pembelajaran, memperkaya metode pengajaran di kelas, serta meningkatkan efisiensi kerja administratif, sehingga pendidik dapat lebih fokus pada proses belajar mengajar dan pendampingan peserta didik.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pendidikan dengan menempatkan para guru sebagai penggerak utama dalam mendorong inovasi berbasis AI sekaligus mempersiapkan talenta masa depan dengan literasi dan keterampilan digital yang dibutuhkan,” ujar Arief Suseno, AI Skills Director, Microsoft Indonesia.
Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan pendidik dalam menghadapi perubahan zaman serta pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Perwakilan Manajemen PT Kaltim Nitrate Indonesia, Rheza Zacharias, selaku Government, Community Relations & GA Department Head, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), khususnya di bidang pendidikan dan literasi digital.
Pelatihan yang diikuti 200 guru dan tenaga kependidikan ini dibagi dalam dua hari pelaksanaan. Para peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kota Bontang mulai Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, peserta juga berasal dari Sekolah Islam, Sekolah Luar Biasa (SLB), serta Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF SKB).
Keterlibatan pendidik dari 170 sekolah ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas perspektif serta menghasilkan solusi AI yang relevan, inklusif, dan dapat diterapkan di berbagai konteks pembelajaran. Pelatihan yang dirancang secara intensif dan partisipatif ini memberikan materi mengenai pemahaman dasar AI dan AI Agent, perubahan pola pikir dari solusi individual menuju pendekatan sistemik, dan design thinking sprint untuk merancang solusi pendidikan berbasis AI.
Rangkaian pelatihan ini diakhiri dengan Kompetisi “Solusi untuk Indonesia”, yang menampilkan demonstrasi langsung agen AI hasil pengembangan para pendidik. Seluruh sesi mendorong kolaborasi lintas jenjang dan wilayah, serta menekankan pemanfaatan AI sebagai alat bantu yang etis, inklusif, dan relevan dengan konteks lokal pendidikan Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Microsoft, Biji-biji Initiative, dan PT Kaltim Nitrate Indonesia berharap para pendidik dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di era kecerdasan buatan.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)


.jpg)

.jpg)

.jpg)

