- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Stacia UMJ dan Forum Relawan Potensi Tangsel Bentangkan Merah Putih Raksasa di Danau Situ Gintung

CIPUTAT - Setelah beberapa kali
simulasi, bendera Merah Putih raksasa berukuran 30x45 meter sukses dibentangkan
di Danau Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, persis saat peringatan Hari Ulang
Tahun Kemerdekaan RI ke-80, pada Minggu, 17 Agustus 2025.
Merah Putih raksasa ini dibentangkan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Forum Relawan Potensi Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tercatat ada sekitar 105 lembaga potensi SAR dari relawan kemanusiaan, instansi pemerintah, mahasiswa pecinta alam, Sispala dan NGO serta organisasi kemasyarakatan lainnya di Tangsel terlibat dalam kegiatan akbar ini.

Baca Lainnya :
- Merdeka Dari Kemiskinan, Kelaparan, dan Penderitaan0
- 24 Tahun UNMA Merajut Dunia Pendidikan di Provinsi Banten0
- Intervensi Strategis dan Jalan Optimisme Indonesia 0
- Libur Nasional 18 Agustus 20250
- Tanah Air: Puisi dan Lagu0
Disaksikan sejumlah pejabat setempat serta masyarakat, ratusan
relawan dengan penuh semangat dan kekompakan membentangkan bendera raksasa itu
dengan menggunakan perahu dan sebagian lagi berenang air danau di Situ Gintung.
Sedikitnya ada 17 unit perahu karet baik manual maupun yang bermesin membawa bendera
raksasa tersebut.
Sedari pagi, ratusan masyarakat serta pengguna jasa olah
raga jogging track yang berada di bibir danau, nampak antuasisme menonton
pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa itu. Anto salah satu relawan
dari SARMMI (SAR Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se Indonesia) turut
mengawal kegiatan ini.
“Mereka yang terjun ke danau wajib menggunakan APD (Alat
Pelindung Diri). Reawan kebencanaan harus safety first. Bukan hanya safety,
sebelumnya para relawan sudah diberikan pembekalan mengenai water rescue,
ilmu memberikan pertolongan serta ilmu dasar lainnya. Jadi APD wajib yang
digunakan relawan, helm, pelampung serta sepatu untuk di air,” jelas Anto.
"Ini (pembentangan bendera merah putiuh raksasa) merupakan
cara pengabdian kepada negara dan juga cara menghormati jasa para
pahlawan," ujar Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama yang menyaksikan
langsung pembentangan bendera raksasa dari pelataran Situ Gintung.
“Persiapan yang matang kunci kesuksesan acara ini,” kata Agus
Supadmo dari Perusahaan Umum Daerah (Perseroda) PITS, yang juga menginisiasi
kegiatan ini. Agus Supadmo yang juga anggota Mapala Stacia UMJ, mengapresiasi
dan mengucapkan banyak banyak terima kasih atas semua upaya yang dilakukan
relawan dalam kegiatan ini
“Ini kerja nyata cinta bangsa. InyaAllah ini akan memperkuat kecintaan kita terhadap bangsa. Mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, semoga di tahun tahun mendatang kita semua bisa lebih bersinergi untuk Indonesia yang lebih baik,” tandas Agus Supadmo.
Setali tiga uang, Ketua Forum Potensi Tangsel, Dudi Bagol
atau yang akrab disapa Bagol, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah melalui
sejumlah persiapan matang. “Nggak nyangka, kita buat ide, antusiasme tinggi
sekali. Puluhan lembaga komitmen turut serta,” kata Bagol.
Syarif salah seorang senior dari Mapala Stacia UMJ
mengatakan, lembaganya sengaja menurunkan anggota terbaiknya dalam kegiatan ini.
Selain dirinya dan Agus Supadmo, ada juga Selian, Ananda Syahnu Humairah, dan
Najwa Rahma Heldia. “Kami bagi tim, karena ada juga (anggota Stacia) yang
melakukan upacara pengibaran bendera di Tebing Cicurug dan di dalam gua,” cetus
Syarif. (fadlik al iman)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

