- Baterai Ponsel Cepat Habis Padahal Nggak Dipakai? Ini 5 Biang Keroknya yang Bikin Kamu Kaget
- Jangan Kaget! Villa Hantu di Lombok Ini Justru Bikin Kamu Ketagihan, Ini Lho Alasannya
- 5 Aspirasi Gen Z Singkawang Ini Ngena Banget yang Bikin Menko AHY Kagum, Apa Saja Sih?
- Dari Penjual Es Lilin hingga General Manager, 5 Rahasia Sukses Kepemimpinan Anak Papua
- Selat Hormuz Mencekam, RI Terancam, Kok Bisa? Alarm Keras untuk Transisi Energi Nasional
- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Keluarga Pak Jafar di Baubau
(1)1.jpg)
BAUBAU — Kasus penarikan kembali
bantuan pangan yang dialami Pak Jafar dan Ibu Wa Muna, warga Kelurahan Baadia,
Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan publik
setelah curhatan Ibu Wa Muna viral di media sosial. Bantuan berupa beras dan
minyak goreng yang sempat diterima diketahui diminta kembali akibat kekeliruan
data penerima.
Menindaklanjuti informasi yang berkembang di media sosial
tersebut, Menteri Pertanian yang juga sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional
(BAPANAS), Andi Amran Sulaiman bergerak cepat dengan memerintahkan jajaran
Bulog untuk menelusuri permasalahan di lapangan dan menyelesaikannya secara
menyeluruh agar keluarga yang bersangkutan tidak dirugikan akibat kesalahan
administrasi.
Sebagai bentuk kepedulian, Mentan Amran juga menyalurkan
santunan sebesar Rp20 juta, serta bantuan pangan kepada keluarga Pak Jafar
berupa beras 250 kilogram, minyak goreng 12 liter, dan gula pasir 10 kilogram.
Bantuan pangan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang Bulog Baubau,
Dion, kepada keluarga Pak Jafar.
Baca Lainnya :
- Pertama di Indonesia, Toddler Climb On Climbing Contest 20250
- Energi dari Balik Jeruji Menginspirasi Indonesia, Kisah Pemenang Best of The Best AJP 20250
- Fenomena Sosial Kontemporer dan Mengusik Ketidaksadaran Kolektif Masyarakat0
- Mahasiswi Cantik Ini Pimpin Operasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia di Tapsel0
- PT Kana Bintang Sertifindo Tegaskan K3 sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya0
Kepada keluarga penerima, Dion menyampaikan permohonan maaf
atas kekeliruan yang terjadi serta berharap kejadian serupa tidak terulang ke
depan.
“Kami menyampaikan amanah dari Menteri Pertanian, Bapak
Amran, untuk menyerahkan bahan pangan ini. Mudah-mudahan Pak Jafar dan keluarga
berkenan menerima. Sekali lagi kami mohon maaf atas kesalahan kemarin. Semoga
ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami,” kata Dion, Sabtu (13/12/2025).
Sebelumnya, Ibu Wa Muna yang berprofesi sebagai buruh cuci
sempat menerima bantuan pangan, namun kemudian diminta mengembalikannya karena
adanya ketidaksesuaian data penerima. Peristiwa tersebut menuai perhatian
publik, mengingat Wa Muna telah delapan tahun menjadi tulang punggung keluarga
setelah suaminya, Jafar, menderita stroke.
Ungkapan haru disampaikan Pak Jafar atas perhatian yang
diberikan. Ia menyampaikan terima kasih dan ketulusan hatinya kepada Menteri
Pertanian atas kepedulian yang dirasakan langsung oleh keluarganya. “Saya Jafar
dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. Salam hormat dan
terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Wa Muna memilih memetik hikmah dari
peristiwa yang dialaminya dan menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang
diterima. “Terima kasih banyak, Pak. Saya ambil hikmahnya. Terima kasih kepada
Bapak Menteri yang sudah memberikan beras yang begitu banyak,” ucapnya.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

