- Hilirisasi Grup MIND ID, Transformasi Pertambangan Berbasis Nilai Tambah
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh
- Kepungan Bencana Ekologis dan Keharusan Reformasi Fiskal Sektor Ekstraktif
- Pertumbuhan Ekonomi 2026 Ditaksir 5 Persen, WP Badan Harus Siap Diperiksa
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama
- Penguatan Sektor Riil Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan
Wagub Jateng Dorong Pengelolaan Limbah Rumah Potong Ayam Tabarruk Kudus Jadi Percontohan
.jpg)
KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah,
Taj Yasin, meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong
Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025). Menurutnya, pengelolaan
limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain.
“Tadi di ujung juga bisa dipelihara ikan. Ini suatu inovasi
yang bagus harus ditiru. Kalau IPAL-nya sudah diperhatikan, saya yakin proses
produksinya juga akan lebih diperhatikan,” kata Taj Yasin, di sela tinjauan.
Ditambahkan, pengelolaan limbah yang benar, merupakan
kewajiban dalam menjaga lingkungan dari potensi kerusakan. Hal itu juga menjadi
bagian dalam memastikan jaminan makanan halal, dan kualitas proses produksinya.
Baca Lainnya :
- Serahkan 326 Akta Notaris Kopdes, Mendes Optimistis Serap Tenaga Kerja Produktif di Desa0
- Komisi V DPR RI Desak Kawasan Transmigrasi Dibebaskan Dari Kawasan Hutan0
- Desa Energi Berdikari Bergaung di Kancah Internasional 0
- Kemitraan Pemerintah-Swasta Kunci Pengembangan Kawasan Transmigrasi0
- Kolab Anak Muda dan Petani Sukses Terapkan Teknologi di Desa Energi Berdikari Pertamina0
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, keberadaan
RPA Tabarruk, mampu menguatkan program Pemerintah Provinsi Jateng tentang
manajemen pariwisata ramah muslim, serta jaminan makanan halal. Selain itu,
menjamin lingkungan sekitar tidak tercemari karena IPAL-nya sudah diperhatikan.
Sementara itu, Direktur RPA Tabarruk, Umi Bellinda Tasan
Wartono, mengatakan, RPA yang dikelolanya telah menyerap sebanyak 180-an orang
tenaga kerja. “Produksinya sekira 25 ton (daging ayam) per bulannya,” katanya.
Dikatakan Umi, RPA juga memastikan kehalalan daging dengan
proses penyembelihan langsung pada ayam, tanpa melalui metode setrum untuk
membuat pingsan ayam sebelum disembelih.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

6.jpg)
.jpg)
1.jpg)
.jpg)

.jpg)

