Waktu Layar Bisa Bikin Sakit Kepala dan Leher, Begini cara Mengatasinya
Hati-hati dengan fenomena ini sering disebut “tech neck” akibat kebiasaan menunduk menatap layar

By Yani Andriyansyah 19 Feb 2026, 21:28:59 WIB Life Style
Waktu Layar Bisa Bikin Sakit Kepala dan Leher, Begini cara Mengatasinya

Keterangan Gambar : Semakin banyak keluhan sakit leher, sakit kepala, bahkan pusing akibat kebiasaan menunduk menatap layar


Coba perhatikan posisi Anda saat membaca. Apakah kepala sedikit menunduk? Bahu maju ke depan? Leher terasa kaku? Di era ketika pekerjaan, sekolah, bahkan hiburan berpindah ke layar, kita bisa menghabiskan berjam-jam menatap komputer, tablet, atau ponsel tanpa sadar. Tubuh diam, mata fokus, jari bergerak. Tapi di balik kebiasaan yang tampak biasa itu, ada tekanan besar yang sedang ditanggung leher Anda.


Dokter kini makin sering menemukan keluhan yang sama, sakit leher, sakit kepala, bahkan pusing yang datang tanpa sebab jelas. Fenomena ini sering disebut “tech neck”—istilah untuk menggambarkan dampak kebiasaan menunduk menatap layar.

Baca Lainnya :


Dalam posisi tegak normal, berat kepala manusia sekitar 4–5 kilogram. Bayangkan memegang galon kecil di atas leher Anda—itulah beban yang ditopang setiap hari. Masalahnya muncul ketika kepala mulai condong ke depan.


Semakin Anda menunduk, semakin berat beban yang harus ditahan otot leher. Sedikit kemiringan saja bisa menggandakan tekanan. Jika kebiasaan ini berlangsung berjam-jam setiap hari, otot leher bekerja tanpa istirahat. Lama-kelamaan, otot menjadi tegang, mengencang, dan terasa nyeri. Ketegangan itu tidak berhenti di leher. Tetapi bisa menjalar ke belakang kepala, memicu sakit kepala tipe tegangrasanya seperti ada pita yang melilit dan meremas kepala.


Bagi sebagian orang, terutama yang punya riwayat migrain, postur buruk bisa membuat serangan datang lebih sering atau terasa lebih menyakitkan. Tak sedikit pula yang mengeluh pusing atau merasa tidak seimbang. Otot leher yang kaku dapat memengaruhi saraf dan aliran darah menuju kepala. Akibatnya, tubuh terasa seperti kehilangan stabilitas.


Dalam kasus lebih serius, saraf yang keluar dari leher menuju bahu dan lengan bisa ikut teriritasi. Gejalanya beragam, nyeri menjalar ke lengan, jari terasa kesemutan, bahkan mati rasa. Ada juga yang merasakan tekanan di pangkal tengkorak atau kekakuan hebat hingga sulit menoleh. Banyak orang terkejut ketika mengetahui bahwa sakit kepala mereka sebenarnya “berasal” dari leher, bukan dari otak.


Lakukan Perubahan Kecil yang Berdampak Besar




Tubuh sebenarnya tidak meminta banyak. Hanya sedikit perhatian. Mulailah menaikkan layar sejajar dengan mata. Dengan begitu, kepala tetap tegak dan tidak perlu menunduk. Duduklah dengan bahu rileks dan punggung lurusbukan kaku, tapi stabil.


Setiap 30 menit, beri tubuh jeda. Berdiri sebentar, regangkan bahu, putar leher perlahan, atau berjalan beberapa langkah. Gerakan kecil ini membantu otot “reset” dan mengurangi ketegangan yang menumpuk. Latihan penguatan otot leher dan punggung atas juga bisa membantu memperbaiki postur dalam jangka panjang. Otot yang kuat lebih siap menopang kepala sepanjang hari.


Meski banyak keluhan bisa membaik dengan perubahan kebiasaan, ada tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan. Segera periksakan diri jika sakit kepala terasa sangat berat, baru pertama kali muncul dan intens, makin memburuk, atau sampai membangunkan Anda dari tidur. Nyeri yang disertai kelemahan, mati rasa, atau gangguan penglihatan juga perlu evaluasi medis. Tubuh punya cara sendiri untuk memberi sinyal ketika ada yang tidak beres.


Sistem saraf kita bekerja tanpa henti menjaga keseimbangan dan gerak tubuh. Postur yang baik dan kebiasaan bergerak secara teratur adalah bentuk penghargaan sederhana untuk kerja keras itu. Di tengah tuntutan dunia digital, mungkin kita tidak bisa sepenuhnya lepas dari layar. Tapi kita bisa mengubah cara berinteraksi dengannya. Karena pada akhirnya, kenyamanan bekerja dan kualitas hidup sehari-hari sangat bergantung pada satu hal sederhana, bagaimana kita menjaga kepala dan leher tetap selaras.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment