- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
- Whoosh Resmi Go Global, Kini Bisa Dipesan Dunia Lewat Trip.com
- 5 Cara Biar Remaja Tetap Aman di Internet, Tanpa Drama dan Jadi Polisi Gadget
Atlet Kroasia Tahan Napas 29 Menit di Bawah Air, Kalahkan Mamalia Laut

PADA Juni 2025, Vitomir Maričić, atlet freediving asal Kroasia, berhasil menahan napas selama 29 menit 3 detik di bawah air, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Budimir Šobat selama 24 menit 37 detik.
Percobaan menegangkan ini berlangsung di kolam renang Hotel Bristol, Opatija, Kroasia. Sekitar seratus orang hadir menyaksikan, sementara lima juri resmi Guinness World Records memastikan setiap detik tercatat. Dalam ketenangan luar biasa, Maričić menunjukkan kendali sempurna atas tubuhnya.
Rekor ini bukan sekadar keberuntungan. Sebelum menyelam, Maričić melakukan persiapan dengan oksigen murni (oxygen-assisted static apnea), teknik yang membuat tubuh menyimpan lebih banyak oksigen dan memperlambat kebutuhan bernapas.
Hampir setengah jam manusia bertahan tanpa napas—lebih lama dibanding lumba-lumba botol atau anjing laut pelabuhan. Meski paus berparuh Cuvier bisa menyelam lebih dari tiga jam, prestasi Maričić tetap menakjubkan, hasil kombinasi latihan fisik, mental, dan ilmu pengetahuan.
Sejarah rekor tahan napas manusia terus berkembang. Pada 2009, Stéphane Mifsud (Prancis) mencatat 11 menit 35 detik tanpa oksigen murni. Rekor dengan oksigen sebelumnya dipegang Budimir Šobat selama 24 menit 37 detik pada 2021. Kini, Maričić menambah jarak hampir lima menit—lompatan spektakuler.
Maričić bukan orang baru di dunia freediving. Ia atlet dan pelatih berpengalaman, aktif menyebarkan ilmu menyelam bebas. Rekor ini menjadi bukti dedikasi panjangnya dalam olahraga ekstrem ini.
Secara ilmiah, fenomena ini menarik karena tubuh manusia memiliki mammalian dive reflex, refleks alami yang memperlambat detak jantung dan mengalihkan aliran darah ke organ vital saat wajah berada di air. Dengan latihan ekstrem, refleks ini bisa dimaksimalkan hingga batas menakjubkan.
Bagi banyak orang, menahan napas satu atau dua menit terasa mustahil. Tapi Maričić membuktikan bahwa manusia mampu menembus batas yang selama ini dianggap hanya dimiliki hewan laut.
Prestasi ini mengingatkan kita bahwa tubuh manusia memiliki potensi jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Dengan latihan, dedikasi, dan ilmu pengetahuan, batasan lama bisa runtuh—membuka kemungkinan baru dalam olahraga, penelitian, dan pemahaman tubuh manusia.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

