- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
Moskow Peringatkan AS dan Inggris, Serangan Rudal Barat Ke Rusia Picu Benturan Kekuatan Nuklir

Keterangan Gambar : Kremlin memperingatkan benturan antara kekuatan nuklir akan segera terjadi saat Barat menembakkan rudal ke Rusia. Foto/Ist
MOSKOW – Kremlin memperingatkan benturan antara kekuatan nuklir akan segera terjadi saat Barat menembakkan rudal ke Rusia. Apalagi saat ini Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba memasang lebih banyak rudal hipersonik yang diarahkan ke Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin mengatakan, dukungan Amerika Serikat (AS) bagi Ukraina untuk menggunakan rudal terhadap sasaran di Rusia, yang didukung Inggris dan Prancis, adalah alasan eskalasi perang dan "dapat menyebabkan benturan antara kekuatan nuklir".
Minggu ini Kremlin mengindikasikan bahwa mereka "berhak untuk menembaki sasaran militer negara-negara yang mengizinkan penggunaan senjata terhadap fasilitas kami" dalam ancaman terselubung terhadap Barat.
Baca Lainnya :
- Rumah Sakit di Gaza Hentikan Pelayanan Akibat Kekurangan Bahan Bakar0
- Ini Penampakan Rudal Oreshnik Rusia untuk Gempur Pabrik Senjata Ukraina0
- Terisolasi, Warga Gaza Hanya Satu Kali Makan Sehari dan Terancam Kelaparan0
- Mimpi Bocah Gaza Menjelajah Bulan Tercabik-cabik Rudal Israel0
- 44.000 Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel, Separuhnya Wanita dan Anak-anak0
Diketahui AS memberikan dukungannya bagi Ukraina untuk menggunakan rudal ATACMS untuk menyerang posisi pasukan Rusia dan Korea Utara di Rusia. Kemudian Putin membalas menyerang Kota Dnipro, Ukraina, dengan rudal hipersonik eksperimental Oreshnik.

Bahkan Putin memulai produksi skala besar rudal Oreshnik yang "tak terhentikan", yang jangkauannya dapat mencapai Inggris dalam waktu kurang dari dua puluh menit. “Saya menekankan sekali lagi bahwa kami akan terus menguji sistem terbaru ini,” ucapnya dikutip laman LBS, Minggu (24/11/2024).
Kekhawatiran eskalasi perang yang meningkat, Duta Besar Kelin kepada Sky News mengatakan Inggris sekarang "terlibat langsung" dalam perang di Ukraina. Hal itu ditandai dengan penggunaan rudal Storm Shadow oleh Ukraina untuk menyerang target di Rusia.
Rudal jarak jauh Inggris dilaporkan telah mendapat lampu hijau untuk digunakan, dan kemudian digunakan setelah AS memberikan persetujuan bagi Ukraina untuk menggunakan rudal ATACMS. “Inggris dan Inggris Raya sekarang terlibat langsung dalam perang ini, karena penembakan ini tidak dapat terjadi tanpa (izin) staf NATO, termasuk staf Inggris,” kata Kelin.
Rusia meluncurkan rudal generasi baru Oreshnik ke kota Dnipro, Ukraina, pada Kamis pagi, dalam eskalasi besar-besaran. Rudal itu terbang dengan kecepatan Mach 10 - yang berarti 10 kali kecepatan suara - dan rudal itu diproduksi secara massal. (wib)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

