- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
Mimpi Bocah Gaza Menjelajah Bulan Tercabik-cabik Rudal Israel

Keterangan Gambar : Warga Gaza mengotong jenazah korban serangan Israel untuk dimakamkan. Foto/AA
GAZA – Areej al-Qadi berlinang air mata mencium jenazah ketiga anaknya yang masih kecil akibat serangan udara Israel ke Gaza.
Ketiga anaknya, Abdul Aziz, 7 tahun, bersama saudara laki-lakinya Hamza (5) dan saudara perempuannya Laila (3), dibunuh Israel saat bermain di luar di kota Khan Younis di Gaza selatan.
Qadi mengatakan putranya Abdul Aziz bercita-cita ingin menjadi seorang astronot untuk menjelajahi Bulan.
Baca Lainnya :
- 44.000 Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel, Separuhnya Wanita dan Anak-anak0
- 5% Aset Keuangan Islam Dapat Menghasilkan USD400 M untuk Pembiayaan Energi Terbarukan0
- 30 Menit Sebelum Serangan Rudal Oreshnik ke Ukraina, Rusia Kirim Pemberitahuan ke AS0
- Buntut Serangan Rudal Jarak Jauh Ukraina, Rusia Balas Tembakkan Rudal ke Kiev0
- Cerdas, Begini Sistem Irigasi Lahan Pertanian di Jepang0
“Dia berkata 'Saya harap roket datang dan saya bisa pergi ke Bulan'. Dia tidak menyadari bahwa roket itu akan datang dan mencabik-cabiknya,” kata qadi dikutip dari trtworld, Jumat (22/11/2024).
Israel telah menewaskan lebih dari 44.000 orang, melukai lebih dari 104.000 orang, dan mengancurkan Gaza, salah satu tempat terpadat di dunia. Kini Gaza berubah bak gurun dari semen yang hancur dan logam yang bengkok.
Sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah 2,4 juta orang telah mengungsi dan daerah kantong itu berisiko mengalami kelaparan, lebih dari setahun setelah genosida Israel. Banyak analis mengatakan jumlah korban tewas yang dilaporkan adalah perkiraan yang konservatif.
Sebuah surat kepada Presiden AS Joe Biden dari sekelompok hampir 100 dokter Amerika yang bertugas di Gaza memperkirakan jumlah korban tewas lebih dari 118.000 pada bulan Oktober 2024. Dan menurut jurnal medis Inggris The Lancet, jumlah korban tewas bisa lebih dari 180.000.
Warga Gaza seperti Mahmoud Bin Hassan al-Thalatha, ayah dari tiga anak yang dibunuh bersama orang-orang tak berdosa lainnya oleh Israel di jalan yang ramai, mengatakan satu-satunya jalan keluar bagi mereka adalah doa.
“Anak-anak saya menjadi syahid, orang-orang yang berjalan menjadi syahid, dan pedagang kios menjadi syahid saat dia sedang duduk, mereka semua menjadi syahid. Semoga Tuhan mengasihani mereka,” ucapnya dengan suara lirih. (wib)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

