- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Pedagang Makanan-Minuman Senang Penetapan Harga Gula Rp 12.500 Per Kg

KOMPAS, Jakarta - Pedagang makanan dan minuman menyambut baik rencana pemerintah menetapkan harga eceran tertingi gula kristal putih sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg).Menurut pedagang, banyak dampak positif yang bisa dirasakan jika harga gula Rp 12.500. Salah satu pedagang makanan, Sunan mengatakan, jika memang rencana pemerintah tersebut terealisasi, maka banyak pedagang yang mengurangi sari manis untuk memproduksi makanannya.Saat ini, kata dia, banyak pedagang yang masih menggunakan sari manis untuk memproduksi makanannya. hal ini, disebabkan harga gula yang dianggap pedagang makanan masih terlalu tinggi.
Sehingga, para pedagang menggunakan bahan selain gula untuk menghasilkan rasa manis pada makanan dagangannya."Kemungkinan kalau murah pedagang bisa mengurangi penggunaan sari manis itu. Kan gula sekarang masih mahal," ujar Sunan saat diwawancarai Kompas.com, di Jakarta, Selasa (31/1/2017).
Pria yang sehari berdagang kue samir ini menilai, penetapan harga gula Rp 12.500 per kilogram itu masih belum sesuai harapan pedagang. Menurut dia, harapan pedagang pemerintah bisa menurunkan harga gula hingga dibawah Rp 10.000 per kg."Ya kalau menurut saya kalau bisa lebih turun lagi. Kalau bisa Rp 9.000 per kilogram cukuplah. Ya kedepannya harga Rp 9.000 per kilogram bisa seterusnya," ucap pria yang berusia 40 tahun ini.
Baca Lainnya :
- Bisnis Impor Daging di RI Menggiurkan, Ini Alasannya0
- KPPU Dorong Pemerintah Realisasikan Impor Sapi sebanyak 318.000 Ekor0
- RI Punya Lahan Potensial untuk Kedelai dari Aceh Hingga Sulsel0
- Sumut targetkan produksi padi 5,2 juta ton0
- MENGGALI POTENSI DESA LEWAT KEWIRAUSAHAAN0
Senada dengan Sunan, pedagang minuman sari buah atau jus Ahmad menanggapi positif rencana pemerintah tersebut. Menurut dia, pedagang bisa menghemat pengeluaranya, jika memang rencana harga gula terealisasi."Bagus kalau lebih murah, menurunkan pengeluaran juga," katanya.
Dirinya pun mempertanyakan kepada pemerintah kapan harga eceran tertingi gula kristal putih Rp 12.500 per kilogram (kg) ditetapkan."Akan tetapi kapan itu (harga gula) ditetapkan. Kalau pedagang kan maunya turun," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan produsen dan distributor akan mendistribusikan gula dengan harga jual sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg).Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gula di tingkat konsumen.
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

