- Hilirisasi Grup MIND ID, Transformasi Pertambangan Berbasis Nilai Tambah
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh
- Kepungan Bencana Ekologis dan Keharusan Reformasi Fiskal Sektor Ekstraktif
- Pertumbuhan Ekonomi 2026 Ditaksir 5 Persen, WP Badan Harus Siap Diperiksa
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama
- Penguatan Sektor Riil Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan
RS Kapal PIS dan doctorSHARE Layani 4000 Pasien di Pelosok Raja Ampat

JAKARTA – PT
Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Yayasan Dokter
Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung Rumah Sakit Kapal
Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Berlangsung sejak
10 Juni hingga 8 Agustus 2025, kolaborasi pelayanan kesehatan tersebut berhasil
menjangkau 4.099 pasien dan penerima manfaat.
Layanan kesehatan ini merupakan
bagian dari komitmen PIS, sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero),
melangsungkan tanggung jawab sosial perusahaan di bawah program BerSEAnergi
untuk Laut. Program ini menyasar masyarakat di daerah terdepan, terluar, tertinggal
(3T) yang tinggal di 9 desa/kelurahan di Distrik Waigeo Utara dan beberapa
daerah di Kabupaten Raja Ampat.
"Misi kemanusiaan PIS bersama
doctorSHARE ini berhasil memenuhi tujuan kami dalam menyediakan akses layanan
kesehatan gratis yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Layanan kesehatan
terapung RSK Nusa Waluya II ini juga sejalan dengan identitas PIS yang
berkomitmen memajukan industri maritim di Tanah Air," ujar Corporate
Secretary PIS Muhammad Baron.
Baca Lainnya :
- Ikhtiar OJK Dukung SDGs: Membumikan Meritokrasi Tata Kelola Keuangan Sehat Berkelanjutan 0
- Api Dalam Sekam dan Batu Uji Kepemimpinan Prabowo Subianto 0
- Guru: Novel dan Kenangan0
- Fakta Unik Kondusifitas Demo Mahasiswa dan Driver Online di Kota Palembang0
- Perempuan Adat Kasimle, Dahulu Tidak Berdaya Kini Pengolah Sumber Daya0
RSK Nusa Waluya sendiri merupakan
kapal yang dilengkapi dengan beragam fasilitas medis mulai dari poli umum, poli
spesialis, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, IGD, ruang bersalin,
laboratorium, USG, EKG, pemeriksaan rontgen, dan fasilitas bank darah. Total
pasien yang berhasil dilayani dari pelayanan poli mencapai 2.903 orang dan
1.106 penerima manfaat dari kegiatan promosi kesehatan.
Sementara itu, terdapat 31 tenaga
medis dan 14 relawan spesialis yang terdiri dari 4 spesialis bedah, 3 spesialis
anestesi, 4 spesialis kandungan, 1 residen anestesi, 1 spesialis penyakit
dalam, dan 1 relawan penata anestesi.
"Dukungan yang PIS berikan
terhadap program ini memungkinkan kami merampungkan pelayanan kesehatan yang
menantang di Waigeo Utara, Raja Ampat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus
direplikasi tidak hanya oleh PIS, tapi juga entitas lain di Indonesia sehingga
memperkuat akses layanan kesehatan di wilayah 3T," ungkap Ketua Yayasan
Dokter Peduli (doctorSHARE) Tutuk Utomo.
Kondisi geografis Raja Ampat
merupakan menghadirkan sejumlah tantangan tersendiri bagi tim medis yang
bertugas di RSK Nusa Waluya II. Mulai dari kasus medis mendesak yang tak bisa
segera dirujuk ke RSUD karena perjalanan laut yang tidak bisa cepat, kendala
cuaca yang menyebabkan kapal sulit bersandar, hingga pengoperasian peralatan
medis.
Program rumah sakit apung yang
didukung PIS ini sejalan dengan prinsip environmental, social, governance (ESG)
pada aspek sosial sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs).
"Pencapaian layanan kesehatan
bersama doctorSHARE melalui RSK Nusa Waluya II merupakan contoh bagaimana PIS
terus berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir dan kepulauan
yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kami akan terus berupaya
berkontribusi positif melalui program BerSEAnergi untuk Laut di masa
mendatang," imbuh Baron.
Pada kesempatan terpisah, Vice
President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso
menyampaikan komitmen Pertamina untuk melayani kebutuhan masyarakat, tidak
hanya di sektor energi tetapi juga bidang pendidikan, sosial budaya, dan
kesehatan.
"Program TJSL BerSEAnergi
telah memperluas kontribusi Pertamina di bidang kesehatan yang diharapkan dapat
mendukung pemerintah dalam melayani masyarakat hingga pelosok
negeri,"pungkas Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan
pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero
emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung
pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut
sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di
seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

6.jpg)
.jpg)
1.jpg)
.jpg)

.jpg)

