Sejumlah Peneliti Mengembangkan Platform AI untuk Membantu Ketahanan Pangan
Para peneliti mengembangkan alat baru untuk mengurangi limbah makanan dan meningkatkan ketahanan pangan global menggunakan AI

By Yani Andriyansyah 15 Jan 2026, 10:25:49 WIB Sains
Sejumlah Peneliti Mengembangkan Platform AI untuk Membantu Ketahanan Pangan

Keterangan Gambar : Peneliti mengembangkan alat baru untuk mengurangi limbah makanan (leeds.ac.uk/mark bickerdike)


Setiap hari, berton-ton limbah pertanian dan pangan yang kaya nutrisi dihasilkan, termasuk tanaman yang rusak, membusuk, atau tidak dipetik. Limbah ini dapat difermentasi menggunakan ragi, misalnya, menjadi protein berkualitas tinggi yang berkelanjutan dan dapat diolah kembali, yang dapat digunakan sebagai bahan dalam produksi makanan standar atau untuk menghasilkan alternatif daging dan susu. Proses pengolahan kembali ini berkontribusi pada ekonomi bio sirkular.


Jenis fermentasi ini kompleks, karena limbahnya sangat bervariasi. Untuk merancang fermentasi optimal dan proses hilir selanjutnya, ada banyak keputusan yang harus dibuat dan membutuhkan waktu, serta berbiaya tinggi. Hal ini menyebabkan protein hasil daur ulang menjadi lebih mahal daripada bahan yang tidak didaur ulang, sehingga penerapannya menjadi tantangan bagi sektor pangan.

Baca Lainnya :


Untuk benar-benar memberikan dampak pada ketahanan pangan global, protein hasil daur ulang tidak hanya bisa menjadi alternatif khusus—tetapi juga harus bersaing dalam hal harga dengan apa yang sudah ada di rak supermarket.


Sebuah tim ahli global yang dipimpin Universitas Leeds sedang mengatasi masalah ini dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), dengan membangun sebuah alat yang dapat digunakan untuk menghitung serangkaian kondisi fermentasi optimal untuk menghasilkan protein mikroba dengan biaya serendah mungkin.


Alat baru ini akan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti mengenai jenis ragi, fermentor, dan kondisi proses optimal yang akan digunakan, yang akan membantu industri mengembangkan protein yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, lebih cepat dan mudah. ​​Solusi ini akan membantu industri menciptakan protein mikroba dengan biaya yang sebanding dengan bahan non-daur ulang.


Profesor Kecerdasan Buatan dalam Bidang Pangan di Sekolah Ilmu Pangan dan Nutrisi di Universitas Leeds, Nicholas Watson, mengatakan untuk benar-benar berdampak pada ketahanan pangan global, protein hasil daur ulang tidak hanya bisa menjadi alternatif khusus—tetapi juga harus bersaing dalam hal harga dengan apa yang sudah ada di rak supermarket.


Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan CSIRO dan mitra di seluruh dunia untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dengan meluncurkan platform AI untuk mengubah fermentasi produk pertanian dan pangan, ujar Watson, seperti dilansir laman resmi Universitas Leeds, Rabu (14/1).  


Hal senada diungkapkan Kai Knoerzer, Ilmuwan Peneliti Utama CSIRO. Menurutnya, miliaran ton material kaya nutrisi saat ini hilang setiap tahun. Jika menginginkan sistem pangan yang lebih tangguh, maka dibutuhkan alat yang membuat proses pemanfaatan sumber daya menjadi sederhana dan mudah diterapkan dalam skala besar.


“Dengan bermitra bersama Universitas Leeds, kami menggabungkan AI, ilmu fermentasi, dan studi kasus nyata untuk menghadirkan solusi praktis yang membantu industri mengubah limbah menjadi protein berkelanjutan dalam skala besar, dan kami sangat menantikan untuk memulainya, kata Knoerzer.  


Menariknya, proyek ini didanai Bezos Earth Fund, yang mendukung 15 penerima penghargaan global untuk mengembangkan solusi berbasis AI di dunia nyata guna mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan kerawanan pangan.


Dr Amen Ra Mashariki, Direktur Strategi AI dan Data di Bezos Earth Fund, mengatakan proyek-proyek ini menunjukkan bagaimana AI, ketika dikembangkan secara bertanggung jawab dan dipandu oleh sains serta pengetahuan lokal, dapat memperkuat aksi lingkungan dan memastikan dampak keseluruhannya terhadap planet ini bersifat positif.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment