- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
Telkom Akan Alihkan Aset Serat Optik Rp35,7 Triliun Ikuti Tren Global

Keterangan Gambar : Ilustrasi layanan Telkom- Porosbumi
JAKARTA– PT
Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kembali menata ulang asetnya dengan cara
memindahkan aset Wholesale Fiber
Connectivity senilai Rp35,787 triliun kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (“TIF”) yang
merupakanya anak usahanya.
Manajemen Telkom
percaya rencana ini menjadi bagian penting dari pilar infrastruktur digital untuk
meningkatkan fokus bisnis, membangun model usaha yang berkelanjutan dan tangguh
terhadap perubahan pasar, serta memaksimalkan
nilai perusahaan.
“Rencana
Transaksi merupakan langkah strategis yang sejalan dengan tren global di
industri telekomunikasi,” kutipan
keterangan resmi Telkom pada laman BEI,Selasa(21/10/2025).
Baca Lainnya :
- 30 Jurnalis Peserta Site Visit Saksikan Langsung Bisnis Tambang Grup MIND ID Hulu hingga Hilir0
- Pelaku Pasar Taksir BI Bakal Pangkas BI Rate Lagi0
- Perusahaan Hashim dan Sinarmas Tekuk Telkom Dalam Lelang Pita Radio 1,4 G Hz 0
- Glenny Kairupan, Politisi Gerindra Resmi Pimpin GIAA 0
- Emiten Properti Aguan dan Grup Salim Tunggu Restu OJK Kuasai 90 Persen CBDK0
Jelasnya, sejumlah
operator besar telah membentuk entitas infrastruktur tersendiri untuk
meningkatkan transparansi, efisiensi, serta penciptaan nilai jangka panjang. Hal itu telah dilakukan oleh merek dagang global terkemuka
seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (“TIM”) (Italia), dan CETIN (Czech
Republic) berhasil meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat valuasi,
serta mengembangkan kemitraan strategis melalui inisiatif serupa.
Sedangkan
bagi pelanggan, rencana ini dinilai meningkatan kesan akan layanan,
proses pemesanan lebih cepat, layanan terjamin, serta SLA yang terjaga dan
transparan. Langkah ini juga dipercaya
meningkatkan nilai tambah, melalui skema bisnis yang lebih
efisien dan kompetitif serta meningkatan
akses digital yang inklusif, memungkinkan layanan yang lebih merata, handal,
dan berdaya guna.
Pada sisi lain,
rencana ini juga akan mendatangkan manfaat bagi pemerintah selaku pemegang
saham seri A. misalnya, berpotensi meningkatkan
penerimaan negara dari, dividen, Penerimaan Negara
Bukan Pajak, dan pajak.
Bagi karyawan TIF, rencana ini dilaksanakan
dengan tetap memperhatikan hak, kewajiban, serta status karyawan perseroan yang
menjalankan bisnis yang sapih
tersebut.
Namun rencana ini dapat berjalan jika telah mendapat
restu dari pemodal Telkom dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
pada tanggal 12 Desember 2025.
Bila restu ditangan maka akan manajemen Telkom dan TIF akan meneken akta pemisahan pada tanggal 18 Desember 2025.
Saat itu, ekuitas TIF akan melonjak menjadi Rp37,711 triliun dari sebelum transaksi Rp1,924 triliun. Sedangkan secara persentase, Telkom tetap menguasai 99,999 persen saham TIF. Adapun 0,001 persen tetap dikempit PT Multimedia Nusantara.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

