- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
BRIN Kembangkan Platform GEOMIMO untuk Ketahanan Pangan hingga Perdagangan Karbon
.jpg)
BANDUNG - Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN) sedang mengembangkan platform GEOMIMO. Ketua Kelompok Riset
Geovisualisasi dan Infrastruktur, Pusat Riset Geoinformatika (PRGI) BRIN, Joko
Widodo, mengatakan, konsep GEOMIMO yang sedang dikembangkan di tahun ini adalah
dalam bentuk prototipe terkait ketahanan pangan, zona penangkapan ikan (fishing
ground), lingkungan dan kebencanaan, dan carbon counting atau
perdagangan karbon.
GEOMIMO atau Geoinformatika Platform Multi Input Multi
Output merupakan suatu sistem yang mengumpulkan seluruh data input data
spasial, statistik, maupun crowdsourcing yang masuk dalam
suatu platform. Di dalam platform tersebut, digunakan untuk mengolah data multi-input dan
menghasilkan beberapa produk informasi spasial (multi-output) yang
nantinya akan langsung disampaikan kepada pengguna.
“GEOMIMO menjadi program utama dari pengembangan riset di
PRGI BRIN dalam menyajikan sebuah platform teknologi. GEOMIMO dikembangkan
untuk dapat menyajikan platform teknologi dalam menyatukan berbagai informasi,
baik dari data citra satelit maupun geospasial lainnya sesuai tematik tertentu
guna menjawab berbagai tantangan aspek-aspek pembangunan,” kata Joko, pada
Webinar GEOMIMO 2025, bertajuk “Menjawab Kebutuhan Informasi untuk Ketahanan
Pangan”, Selasa (7/10).
Baca Lainnya :
- Menyingkap Rahasia Langit: Jejak Arkeoastronomi di Indonesia0
- Jejak Megalitik Pasemah: Ruang Sakral dan Warisan Leluhur0
- Tonggak Sejarah Medis Tanah Air: Robot Bedah Otak Pertama di Indonesia Hadir di Siloam Hospitals0
- Ini Penjelasan Peneliti BRIN Soal Fenomena Gerhana Bulan Merah Darah0
- 1,6 Kuadriliun Ton Emas Terkubur di Tempat Ini, dan Tak Akan Pernah Tersentuh0
GEOMIMO, jelas Joko, bisa mengelaborasi data-data yang
sifatnya open source. “Kita punya kerja sama dengan NASA, BPS, dan
dikombinasi berbagai data BPS, riset lapangan dan lain-lain untuk mengembangkan
berbagai konsep informasi dan fusi data yang bermanfaat untuk semuanya,” jelas
Joko.
Dia merinci, awal sebelum dikenal program GEOMIMO, dalam
melaksanakan tugas penelitian, pengkajian, penerapan, invensi, dan inovasi di
bidang geoinformatika, kelompok riset di PRGI BRIN yaitu Kelompok Riset
Geodata, Kelompok Riset Geoanalisis, Kelompok Riset Geoinformasi, dan Kelompok
Riset Geovisualisasi dan Infrastruktur menyiapkan program-program sesuai
bidangnya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial
intelligence/AI), big data, dan teknologi komputasi untuk
biodiversitas dan lain-lain yang memanfaatkan citra satelit.
“Kemudian PRGI BRIN melakukan riset dan pengembangan
prototipe pemanfaatan citra data satelit untuk pengambilan keputusan multi-input
multi-output, lalu kemudian hal ini dikenal dengan GEOMIMO,” tuturnya.
Saat ini, data citra satelit dan data geospasial lainnya
telah dilakukan akuisisi berkelanjutan dan sudah menjadi data besar (big
data). Data ini dikumpulkan oleh berbagai wahana (satelit luar
angkasa, airborne, dan kapal riset).
Dia menambahkan, BRIN memiliki fasilitas komputasi kinerja
tinggi (high-performance computing). “Ke depan, kami berkeinginan untuk
bisa meluncurkan Nusantara Konstelasi Satelit sebagai program pengembangan dan
pengoperasian beberapa satelit oleh Indonesia untuk berbagai misi, terutama
penginderaan jauh dan komunikasi,” tambahnya.
Joko optimis, dengan adopsi teknologi maju, PRGI BRIN yang
memiliki lebih dari seratus periset mampu mengembangkan konsep, algoritma baru,
dan teknik komputasi baru untuk dapat melakukan pemrosesan pada semua data
geospasial dan data penginderaan jauh dari citra satelit dan sensor-sensor,
menjadi informasi bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.
“BRIN mendukung walidata sebagai unit di instansi
pemerintah yang bertanggung jawab mengumpulkan, memeriksa, mengolah,
menganalisis, dan menyebarluaskan data serta metadata yang dihasilkan oleh
produsen data, demi terwujudnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah
diakses sesuai kebijakan Satu Data Indonesia,” ujar Joko.
“GEOMIMO telah ber-partner dengan lembaga
internasional dan nasional dalam penyediaan data bidang geoinformatika dan
geospasial,” pungkasnya. (ecp/ed:mg, tnt)
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

