- Hilirisasi Grup MIND ID, Transformasi Pertambangan Berbasis Nilai Tambah
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh
- Kepungan Bencana Ekologis dan Keharusan Reformasi Fiskal Sektor Ekstraktif
- Pertumbuhan Ekonomi 2026 Ditaksir 5 Persen, WP Badan Harus Siap Diperiksa
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama
- Penguatan Sektor Riil Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan
KKP Tanam Ribuan Pohon Vegetasi Perkuat Mitigasi di Pesisir Rawan Bencana
.jpg)
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus
memperkuat ketahanan pesisir melalui program penanaman vegetasi pantai di
berbagai wilayah rawan bencana. Hal ini merupakan salah satu solusi efektif
berbasis ekosistem untuk mengurangi dampak gelombang tsunami.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut,
Victor Gustaaf Manoppo, menyebutkan KKP telah menyelesaikan berbagai program
penanaman di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, serta Kabupaten Tanggamus,
Lampung pada tahun 2024. “Penanaman vegetasi pantai ini adalah bagian dari
strategi nasional mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan pesisir secara
berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Senin (17/2).
Lebih lanjut Victor menjelaskan program ini merupakan bentuk
implementasi Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2010 tentang Mitigasi Bencana di
Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil serta Peraturan Presiden No. 93 Tahun
2019 tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan
Peringatan Dini Tsunami.
Baca Lainnya :
- Superkomputer Prediksi Kapan Bumi Kehabisan Oksigen, Panas Ekstrem akan Musnahkan Manusia0
- KEHATI dan Eyang Memet Kembali Tanam 100 Pohon Endemik Jawa Barat0
- Vonis Tertinggi Sepanjang Sejarah, 6 Pemburu Badak Jawa Diganjar 11-12 Tahun Penjara0
- Krisis Ekologi dan ”Bla Bla Bla” Elite0
- Belantara Foundation-Univ Pakuan Bogor Luncurkan Situs Quiz Game Keanekaragaman Hayati 0
“Sebagai contoh KKP telah menanam 3.125 bibit cemara laut
pada lahan seluas 5 hektar di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi Kabupaten
Pangandaran yang melibatkan masyarakat termasuk untuk pemeliharaannya, sehingga
keberlanjutan manfaatnya dalam jangka Panjang dapat diketahui,” jelas
Victor.
Kemudian di Kabupaten Tanggamus, Lampung, program serupa
dilaksanakan dengan cakupan yang sama, yakni 5 hektar lahan dan 3.125 bibit
cemara laut ditanam di Pekon Karang Anyar. Wilayah ini dipilih berdasarkan
kajian risiko bencana yang menunjukkan tingkat kerentanan tinggi terhadap
tsunami akibat aktivitas seismik di perairan sekitarnya.
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil,
Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga
keberlanjutan program ini. “Masyarakat pesisir punya peran kunci dalam menjaga
dan merawat vegetasi pantai. Karenanya, kami memberikan pendampingan teknis
serta peningkatan kapasitas kepada mereka agar ekosistem pesisir tetap
terjaga,” jelasnya.
Tak hanya penanaman vegetasi, program KKP ini juga mencakup
pemasangan pagar perlindungan tanaman, pembangunan instalasi penyiraman
berbasis sumur dan tandon air, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya
perlindungan pesisir serta pengembangan ekowisata berbasis lingkungan.
Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan,
Sakti Wahyu Trenggono, memperkuat ketahanan pesisir melalui pendekatan berbasis
ekosistem terus didorong melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku
kepentingan guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan
masyarakat pesisir.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

6.jpg)
.jpg)
1.jpg)
.jpg)

.jpg)

