- Alarm Keras Bencana Ekologis Batang Toru, Jantung Habitat Orangutan Tapanuli
- Ternyata Mandi di Hutan dapat Menjaga Kesehatan Paru-paru, Begini Penjelasannya
- Seung Tae dan Yayasan Dupamade Asa Raya Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang
- Baterai Sebagai Simbol Paradoks Zaman Modern, Antara Energi Bersih dan Limbah Berbahaya
- Hentikan Penggusuran dan Represifitas pada Kelompok Tani Padang Halaban!
- Climb On Student Open Bouldering 2026
- Pioner Cetak Sawah, Reinardus Ndiken Buktikan Masyarakat Adat Merauke Siap Bertransformasi
- Sinema Inklusif Nusantara Membuka Jalan untuk Difabel Berkarya di Industri Film
- Investasi Minerba Sentuh USD6,7 Miliar, Genjot Nilai Tambah SDA Nasional
- Di World Economic Forum Davos, Prabowo Umumkan Indonesia Kekuatan Baru Pangan Dunia
Sinergi Kementan-Kementrans Bangun Kawasan Pertanian untuk Swasembada Pangan

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian
Transmigrasi (Kementrans) memperkuat sinergi untuk membangun kawasan
terintegrasi mendukung program swasembada pangan nasional. Kolaborasi strategis
ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan berbasis pertanian modern sekaligus
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi.
“Pendekatannya kita holistik bukan parsial, membangun
kawasan sejalan dengan lumbung pangan yang kita bangun di daerah Merauke,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan,”
kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai audiensi dengan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman beserta jajaran di Kantor
Pusat Kementan, Senin (16/12/2024).
Mentan Amran menjelaskan bahwa dari kolaborasi ini, kawasan
pertanian modern akan dikelola oleh tenaga kerja yang disiapkan Kementrans
dalam program transmigrasi. Dengan sistem dan fasilitas yang disiapkan
pemerintah, diharapkan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Baca Lainnya :
- Mewujudkan Asa Swasembada Pangan0
- Mendorong Digitalisasi Pertanian dan Pangan Melalui 2nd Indonesia - US Digital Technology Dialogue0
- Produk Perikanan Indonesia Diperhitungkan dalam Rantai Pasok Protein Global0
- Rona Bahagia Guru dan Siswa SMKN 1 Mendo Barat, Bangka Memanen Kacang Tanah 0
- Cadangan Pangan Diperkuat untuk Antisipasi Bantuan Bencana0
“Untuk jangka panjang kita siapkan kawasan pertanian modern
sehingga pendapatan dari hasil pengolahan pertanian bisa mencapai minimal Rp10
juta per bulan, seperti yang didapatkan beberapa petani di Merauke dan Aceh.
Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di
tempat yang kita bangun,” jelasnya.
Mentan Amran mengungkapkan bahwa lahan yang dikelola sejalan
dengan lahan yang dibangun dalam program optimasi lahan dan cetak sawah dengan
fokus utama pada komoditas padi. “Lahan kan di situ juga, lahan untuk
pertanian, oplah, cetak sawah. Kita siapkan 3 juta hektare. Fokus utamanya pada
padi, kemudian hortikultura dan perkebunan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Mentrans Iftitah menyambut baik
kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antarkementerian guna mendukung visi
besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu
secepat-cepatnya.
“Kementan merupakan mitra strategis dari Kementrans karena
prinsipnya kita ingin mewujudkan visi dan misi Bapak Presiden terkait
swasembada pangan. Pada lahan-lahan pertanian yang tersedia untuk mencapai
swasembada, Kementrans akan menyediakan tenaga kerja berikut dengan
perumahannya,” paparnya.
Kata Mentrans Iftitah, Kementrans menargetkan sekitar
100.000 pekerja dalam lima tahun ke depan untuk ditempatkan di Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Papua. Ia
menjelasan khusus wilayah Papua, pemerintah melakukan transmigrasi lokal atau
perpindahan penduduk dari wilayah lingkup Papua saja.
“Dengan kolaborasi ini, kita mendekatkan tenaga kerja dengan
lahan pekerjaannya. Ke depan dalam lima tahun kemungkinan akan ada 100.000
pekerja yang ditempatkan di lima wilayah tersebut. Jadi, fokus kita tidak hanya
membangun ekonomi tetapi juga meningkatkan kesejahteraan,” ucap Mentrans
Iftitah.
Lebih lanjut, Mentrans Iftitah mengemukakan bahwa kolaborasi
ini akan dimulai pada Januari 2025, dengan pembentukan working group antara
Kementan dan Kementrans sebagai langkah awal untuk merancang implementasi
secara efektif. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan pemerintah dan berbagai
pihak dapat saling bahu-membahu untuk mewujudkan swasembada pangan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (end)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

